Inilah Ciri-Ciri Orang Yang Sudah Beranjak Dewasa

Hasil gambar untuk Ciri-Ciri wanita karir

Ciri-ciri wanita dewasa sebenarnya bukanlah berkaitan permasalahan umur Kamu, namun permasalahan kematangan emosional Kamu, pola fikir, dan cara pandang Kamu. Ada banyak orang yang usianya telah dewasa, tetapi dianya belum dewasa. Sebaliknya, banyak juga mereka yang belum berumur dewasa dan telah memiliki cara pandang yang pasti. Berikut ini yaitu beberapa tolak ukur yang dipakai beberapa orang untuk mengukur kedewasaan

1. Memilih – milih teman

Dalam sistem pembentukan karakter dan untuk meninjau hari esok, salah satu hal yang penting yaitu rekan. Apakah rekan – rekan Kamu akan membawa Kamu pada kehidupan yang positif atau yang negatif? Misalnya, Kamu berteman dengan preman, Mungkin saja hidup Kamu nantinya akan tidak jauh-jauh dari situ. Sama seperti bila Kamu berteman dengan seorang yang kutu buku. Dengan cara tidak sadar Kamu akan mengikutinya. Orang dewasa akan tidak mudah dipengaruhi, dan condong memilih rekan yang baik.

2. Merapikan bahasa bicara

Cara bicara, bhs yang diambil, sangat tunjukkan dari tempat mana Kamu berasal, bagaimana pemikiran Kamu, dan tingkat pendidikan Kamu. Bila Kamu telah benar – benar dewasa, maka kata – kata kotor yaitu hal yang pantang untuk disampaikan. Bila Kamu merasa hal itu tidaklah perlu dibicarakan, janganlah disebutkan dengan kata lain diam saja.

Sudahkah Kamu mengatakan hal semacam ini?

Menyampaikan “tolong” saat memohon bantuan
Menyampaikan “terima kasih” ketika telah diberi bantuan
Menyampaikan “maaf” ketika melakukan kekeliruan
Menyampaikan “sama-sama” manfaat membalas “terima kasih”
Menyampaikan “permisi” ketika akan lewat di depan kerumunan orang

3. Menabung

Bila Kamu merasa diri Kamu telah dewasa, Kamu harus pikirkan hari esok Kamu dan mewujudkannya. Misalnya, Kamu ingin berjalan-jalan, membelikan hadiah untuk orangtua, sekolah ke tahap yang lebih tinggi, beli barang ini dan itu, dan ada banyak lagi. Sudah pasti untuk mewujudkan hasrat Kamu ini, diperlukan biaya. Bila Kamu telah emmiliki pendapatan, maka telah waktunya Kamu untuk mulai menabung.

4. Buang fikiran “semua orang akan menerimaku”

Setiap orang memiliki sikap dan karakter yang tidak sama. Ketikan Kamu berkembang jadi lebih dewasa, Kamu tidak bermakna jadi sosok yang selalu serius. Jadi dewasa bermakna jadi pribadi yang lebih bertata-karma. Pada intinya, kebanyakan orang selalu memilih – milih rekan. Dan tidak kebanyakan orang dapat terima keunggulan dan kekurangan Kamu.

5. Ada orang yang penyayang dan ada orang yang pembenci

Tak perlu menghabiskan waktu dengan pikirkan siapa yang membenci Kamu. Sebab, tentu ada yang menyayangi Kamu.

Pernahkah Kamu diolok – olok, disingkirkan, dikucilkan, diabaikan oleh rekan – rekan Kamu? Baik saat Kamu masih tetap sekolah maupun ketika Kamu telah bekerja. Meskipun rekan – rekan Kamu membenci Kamu, keluarga Kamu selalu menyayangi Kamu. Bukan sekedar keluarga saja. Teman dekat juga sekian. Ketika Kamu merasa dikucilkan, tak perlu dipikirkan terlalu panjang. Abaikan semua permasalahan itu, dan tetaplah tersenyum.

6. Jadi sosok pendengar yang baik

Mendengar terkadang menjemukan. Walau sebenarnya dengarkan yaitu hal yang mudah. Kamu akan tidak berkeringat dengan beraktivitas dengarkan. Bila Kamu tidak pernah jemu dengan dengarkan, sudahkah Kamu jadi pendengar yang baik? Jadi pendengar yang baik, yaitu hal yang susah untuk dilakukan. Dengan jadi pendengar yang baik, maka seorang yang menceritakan pada Kamu, akan merasa nyaman. Hingga, ia narasi tidak 1/2 – 1/2, dan meyakini Kamu, karena dapat jadi rekan yang dapat memberi jalan keluar yang paling baik.

7. Membedakan mana yang privasi dan mana yang publik

Setiap orang memiliki permasalahan sendiri – sendiri. Dan persoalan itu baiknya tidak di ketahui oleh umum. Bila Kamu menuliskan permasalahan Kamu lewat status di sosial media, maka hal semacam ini akan sia – sia, sebab aka suara sebagian orang yang komentar Kamu yaitu orang lebay. Bukannya merampungkan permasalahan, namun jadi bikin Kamu sakit hati.

8. Terkadang Kamu perlu diam

Diam memang dimisalkan seperti sebuah mutiara. Namun bukanlah bermakna Kamu harus diam selama-lamanya. Ada peribahasa “Tong kosong nyaring bunyinya”. Peribahasa ini, mengingatkan kita bila ada kalanya untuk diam.

Misalnya ketika orang lain tengah menerangkan suatu hal, ketika lawan bicara tengah bicara, ketika tidak paham akan suatu tema perbincangan, dan ketika Kamu memiliki pemikiran yang terlalu rumit tanpa ada arah, baiknya diam.

9. Memperluas pengetahuan

Pengetahuan sangat penting untuk kehidupan. Tidak harus ilmu dan pengetahuan yang berat – berat. Kamu dapat menaikkan pengetahuan Kamu dengan membaca banyak buku, sering berkumpul dengan rekan – rekan. Hingga, ketika ada tema perbincangan, Kamu dapat tahu dan dapat menikmatinya.

10. Berbahagia

Tahukah Kamu mengenai hewan kepiting? Hewan yang setelah dimasak akan berwarna merah ini, populer curang dan licik. Mereka tidak sukai akan kesuksesan rekannya. Ketika kepiting dimasukkan didalam ember, sesungguhnya mereka dapat kabur keluar ember. Kenapa tidak dilakukan? Karena, bila ada satu kepiting yang sukses meraih bibir ember, kepiting lain akan menariknya kembali kedalam ember. Hal semacam ini selalu dilakukan hingga saat mereka akan dimasak. Seakan – olah kepiting satu dan yang lain tidak sukai bila rekannya bahagia dan berhasil.

Janganlah jadi seperti kepiting. Jadilah orang yang bahagia dengan kebahagiaan orang lain. Bila mereka terpuruk, dukunglah mereka.

11. Memulai semuanya dengan berpikiran positif

Apa yang Kamu kerjakan setelah bangun tidur? Segera mandi? Baiknya, janganlah seperti itu. Setelah buka mata, sempatkan diri sesaat untuk menyatukan nyawa, dan tersenyumlah. Sebaiknya bila Kamu berdoa pagi.

12. Janganlah jadi sosok yang “Hiperbola”

Ketika Kamu melakukan suatu hal, jangan pernah melebih – lebihkannya. Kerjakan umum saja. Bukan sekedar ketika melakukan aktivitas. Kamu juga janganlah terlalu berlebih dalam berpenampilan, dan bicara dengan rekan. Janganlah mengawali tema dengan suatu hal yang tinggi. Awalilah dengan yang enteng – enteng.

13. Bersyukur

Janganlah lupa untuk tetaplah bersukur sehari-hari. Atas semua yang sudah terjadi hari ini, baik itu yang mengasyikkan ataupun yang menyedihkan. Janganlah hanya bersukur ketika malam mendekati saja. Setiap usai beraktivitas, sebaiknya untuk segera bersukur.

14. Kurangi kata “Aku”

Ketika Kamu tengah hangout dengan rekan Kamu, apakah Kamu sering bercerita cerita Kamu? Bila ya, maka Kamu belum berkembang jadi sosok yang dewasa. Ketika Kamu bercerita cerita Kamu, dengan cara tidak sadar, Kamu memohon perhatian dari rekan Kamu. Tidak kebanyakan orang suka untuk dengarkan cerita Kamu. Daripada buka tema dengan cerita Kamu, lebih baik buka tema dengan suatu hal yang tengah booming saat ini. Tema ini pastinya semakin lebih seru dibanding cerita Kamu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s