KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3)

Gambar terkait

Untuk orang tehnik tidaklah asing kata itu, Karena yang memicu orang tehnik dan sebagai patokan dalam bekerja yang baik yaitu K3. Bila K3 diabaikan dalam kerja industry maka akan menyebabkan fatal bias-bisa nyawapun tidak terselamatkan. Nah, mari kita ulas sedikit mengenai K3 berikut ini :

A. PENGERTIAN UMUM

Pengertian kesehatan dan keselamatan kerja yaitu suatu usaha untuk membuat kondisi lingkungan kerja yang aman, bebas dari kecelakaan. Sedang kecelakaan sendiri yaitu suatu peristiwa atau momen yg tidak dikehendaki atau tidak disengaja serba mendadak dan menyebabkan kerugian baik harta (material) ataupun jiwa/manusia. Tuntutan pekerjaan yang makin kompleks dibarengi pemakaian tehnologi yang semakin mutakhir selain mengakibatkan kenyamanan dan keringanan dalam bekerja, namun juga memiliki kandungan kemungkinan bahaya yang semakin besar akibat pemakaian bahan, alat dan tehnologi. Bahaya-bahaya yang bisa meneror diantaranya kecelakaan kerja, pencemaran hawa, kebisingan, dan kebakaran. Oleh karenanya perlu dilakukan usaha penambahan keselamatan dan kesehatan kerja berbentuk usaha mencegah. Mencegah yaitu semua daya usaha yang dilakukan dengan cara merencanakan untuk menghindar terjadinya kecelakaan. Dengan hal tersebut usaha mencegah harus dilakukan oleh setiap individu dan unit kerja agar jumlah momen kecelakaan kerja, penyebabnya kecelakaan dan jumlah kecelakaan dapat dikurangi sekecil mungkin melalui rencana yang baik.

B. DASAR HUKUM

Keselamatan dan Kesehatan Kerja didasarkan pada Undang-Undang Keselamatan kerja No. 1 Th. 1970, Undang-undang No. 2 Th. 1963, dan beberapa ketentuan pengerjaannya. Dengan basic hukum yang kuat tesebut, setiap perusahaan berkewajiban membuat perlindungan keselamatan karyawannya, sedang dilain pihak karyawanpun berkewajiban untuk mentaati dan mematuhi bebrapa ketetapan/beberapa ketentuan keselamatan kerja yang sudah diputuskan. Oleh karenanya, untuk proses undang-undang ini, setiap tempat kerja/perusahaan perlu dibuat bahagian pelatihan keselamatan kerja yang mengatasi segera usaha-usaha mencegah kecelakaan itu.

C. MENGAPA KECELAKAAN KERJA HARUS TERJADI

Setiap kecelakaan tentu merugikan baik pada perusahaan ataupun tenaga kerja, yang otomatis juga adalah kerugian untuk orang-orang ataupun negara, karena meyangkut permasalahan produksi, oleh karena itu setiap usaha keselamatan kerja yaitu menyangkut usaha-usaha perlindungan pada bebrapa fasilitas untuk unsur-unsur pokok produksi, diantaranya : (a) Manusia, (b) alat-alat kerja (mesin) dan material (beberapa bahan), (c) Waktu, (d) Nilai keyakinan pada perusahaan.

KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

  1. Manusia Seseorang karyawan yang pakar (skill) didapat melalui sistem waktu yang panjang (pendidikan dan pengalaman) dan dengan biaya yg tidak sedikit, karenanya adalah aset (kekayaan/harta benda) yang sangat bernilai untuk perusahaan. Apabila seseorang karyawan/pekerja alami kecelakaan, ia alami cidera dan tidak dapat bekerja sesaat atau barangkali untuk keselamatannya. Dengan hal tersebut, apabila yang berkaitan memperoleh cidera, maka harus ada atau di cari penggantinya, terang hal semacam ini adalah kerugian yg tidak ternilai, selain itu sipekerja sendiri akan menanggung derita dan tidak dapat bekerja yang membawa efek pada pendapatannya, yang lalu berpengaruh pada keluarganya, terlebih bila karyawan itu tidak dapat bekerja untuk selamanya.
  2. Alat Kerja dan Material Akibat kecelakaan kerja, maka kerugian yang bisa muncul berbentuk beberapa rusaknya mesin-mesin dan alat-alat produksi, dan beberapa bahan dan anjuran penunjang yang lain, selain itu harus juga di keluarkan biaya-biaya yang lain.
  3. Waktu
    Akibat kecelakaan kerja dapat mengakibatkan terganggunya gagasan produksi yang sudah disusun, pekerjaan berhenti saat itu juga hingga menyebabkan kerugian yg tidak sedikit.
  4. Keyakinan (goodwill) Akibat kecelakaan kerja dapat mengakibatkan keyakinan orang-orang akan menyusut yang bisa diliat dari nilai premi asuransinya, jika perusahaan itu tidak aman, maka nilai premi asuransinya akan tinggi (bertambah). Apabila suatu perusahaan sering alami kecelakaan, semangat dan gairah kerja karyawannya akan alami penurunan (selalu dihinggapi rasa takut) dan membawa akibat pada efisiensi dan produktivitas.

D. SEBAB-SEBAB KECELAKAAN

Dalam sejarahnya beberapa besar kecelakaan kerja disebabkan oleh aspek manusia yang bekerja, misalnya mata pekerja terserang beram hasil pengerindaan, terserang beram hasil pembubutan dan pengeboran. Kecelakaan itu dikarenakan manusia yang bekerja tidak ingin memakai alat-alat keselamatan kerja, yakni kacamata.

  1. Tidak mematuhi ketentuan mengenai keselamatan kerja, seperti tidak memakai pakaian kerja, tidak memakai sarung tangan, tidak memakai kaca mata, dan alat-alat yang lain.
  2. Pekerja tidak paham cara menjalankan alat/mesin dengan benar, dan malu untuk ajukan pertanyaan.
  3. Pekerja tidak dapat menjalankan mesin dikarenakan ia belum terlatih. Sikap kerja yg tidak benar, seperti berlari-lari dalam bengkel, bersendagurau, menggangu rekanan bekerja, tidak menghiraukan sebagian ketentuan bengkel.
  4. Aspek lingkungan kerja.
  5. Banyak kecelakaan kerja disebabkan oleh keadaan lingkungan kerja yg tidak aman, seperti :
    a. Keadaan tempat kerja yg tidak rapi, misalnya banyak beram dan potongan-potongan bahan berantakan di sekitar tempat bekerja, hingga pekerja peluang dapat jauh akibat terpeleset.
    b. Bekerja dekat dengan bagian-bagian benda yang berputar, atau bahagian mesin yang berputar, dan tanpa ada pelindung. Apabila dilihat dari pertama perubahan usaha keselamatan kerja diperusahaan/industri, manusia berasumsi kalau kecelakaan kerja terjadi karena nasib belaka, tetapi sesungguhnya setiap kecelakaan dikarenakan oleh salah satu aspek seperti berikut, baik dengan cara sendiri-sendiri atau bersamasama, yakni :
    1. Aksi tidak aman dari manusia tersebut (unsafe act) a. Tergesa-gesa atau terburu-buru dalam melakukan pekerjaan b. Tidak memakai perlindungan diri yang disiapkan c. Berniat tidak mematuhi ketentuan keselamatan yang diharuskan d. Berkelakar/bergurau dalam bekerja dsb
    2. Kondisi tidak aman dari lingkungan kerja (unsafe condition)
    a. Mesin-mesin yang rusak tidak di beri pengaman, konstruksi kurang aman, bising dan alat-alat kerja yang kurang baik dsb b. Lingkungan kerja yg tidak aman untuk manusia (becek atau licin, ventilasi atau pertukaran hawa, bising atau beberapa nada keras, suhu tempat kerja, tata ruang kerja/kebersihan dan sebagainya)

E. APAKAH KECELAKAAN DAPAT DICEGAH

Muncul suatu pertanyaan apakah kecelakaan yang merugikan itu dapat dihindari? pada prinsipnya setiap kecelakaan dapat diupayakan untuk dihindari karena : a. Kecelakaan yang terjadi tentu ada sebab-sebabnya. b. Bilamana sebab-sebab kecelakaan itu dapat di hilangkan maka kecelakaan dapat dihindari

F. BAGAIMANA UPAYA MENCEGAHNYA

Mencegah kecelakaan yaitu suatu usaha untuk menghindari bebrapa aksi yg tidak aman dari pekerja dan menguasahakan lingkungan kerja yg tidak memiliki kandungan beberapa aspek lingkungan yang membahayakan (unsafe condition).

G. SEBAB-SEBAB SEORANG MELAKUKAN TINDAKAN TIDAK AMAN

Seorang bertindak kekeliruan yang menyebabkan kecelakaan kerja dapat dikarenakan oleh :

  1. Yang berkaitan tidak tahu bagaimana melakukan pekerjaan dengan aman dan tidak paham bahaya-bahayanya hingga terjadi kecelakaan, oleh karena itu harus di beri pendidikan dan latihan.
  2. Yang berkaitan sudah tahu cara yang aman, bahaya-bahaya dsb, namun karena belum dapat/kurang trampil atau kurang pakar, dan pada akhirnya melakukan kekeliruan yang tidak berhasil.
  3. Meskipun yang berkaitan sudah mengetahui dengan terang cara kerja/ketentuan, sedang yang berkaitan dapat melakukannya, namun karena tekad tak ada, pada akhirnya ia melakukan kekeliruan yang menyebabkan kecelakaan, misalnya tidak ingin memakai alat-alat keselamatan kerja yang disiapkan, berniat melepas alat pengaman dan sebagainya. Karenanya usaha mencegah kecelakaan dari aspek manusia ini dapat dilakukan dengan pengawasan, pembinaan karyawan dan latihan dan kerja sama yang baik dalam bekerja.

H. BAGAIMANA MENGATASI LINGKUNGAN YANG TIDAK AMAN

Kondisi tidak aman dalam lingkungan dapat diatasi lewat cara :

  1. Menyingkirkan sumber-sumber bahaya atau kondisi yg tidak aman, agar tak akan menyebabkan bahaya misalnya, alat-alat yang rusak ditukar atau diperbaiki
  2. Meghilangkan sumber bahaya agar tak akan menyebabkan bahaya misalnya, bagian-bagian yang berputar pada mesin di beri tutup/pelindung atau sediakan alat-alat keselamatan.
  3. Mengatur sumber bahaya atau kondisi tidak aman dengan cara tehnik, misalnya menempatkan safety valve/non return valve pada bejana-bejana desakan tinggi, menempatkan alat-alat kontrol dsb. Untuk tahu ada unsafe condition harus dilakukan pengawasan yang cermat pada lingkungan kerja.

I. PERANAN PEKERJA DALAM MENCEGAH KECELAKAAN

Karyawan, baik pengawas ataupun pekerja pelaksana adalah kunci kesuksesan dari usaha-usaha keselamatan kerja. Hal semacam ini karena karyawan paling mengetahui keadaan dan bahaya-bahaya yang ada di tempat/sekitar tempat kerjanya dan cara yang aman dalam melakukan pekejaan karyawan paling mempunyai urusan karena mereka jadi korban pertama jika terjadi kecelakaan. Fungsi karyawan dalam hal semacam ini yaitu :

a. Dengan cara aktif dalam usaha-usaha mencegah kecelakaan di tempat masingmasing.
b. Melapor pada atasan/pengawas keselamatan kerja (safety dept) jika terjadi kecelakaan atau menjumpai beberapa hal yang beresiko dilingkungan kerjanya.
c. Semua ketentuan dan ketetapan keselamatan kerja dalam melakukan pekerjaan harus dipatuhi.
d. Menasehati/anjuran pada rekanan sekerja/lingkungan jika mereka melakukan beberapa hal yang beresiko (unsafe act).
e. Alat-alat keselamatan kerja yang disiapkan harus dipakai seperti harusnya.

J. UNSUR PENYEBAB KECELAKAAN

Setiap orang condong menyalahkan, jika terjadi kecelakaan dengan kalimat “Ceroboh atau bekerja kurang hati-hati”. Bila dikaji dari kalimat di atas, memang beberapa besar penyebabnya kecelakaan kerja yaitu dikarenakan oleh aspek manusianya. Maka pernyataan di atas yaitu lumrah. Namun apakah kita harus selalu menyalahkan tanpa ada mencari penyebabnya yang tentu, agar masa datang kecelakaan itu dapat dijauhi. Sesungguhnya tak ada hal yang misterius di sekitar tempat terjadinya kecelakaan, sebab kecelakaan tentu disebabkan oleh tiga unsur pokok yang ada di dalam bengkel/tempat peristiwa seperti yang sudah diterangkan sebelumnya, yakni : unsur manusia, unsur alat/mesin, dan unsur lingkunggan kerja dan alat pendukungnya. Bila diklasifikasi pada intinya unsur pokok penyebabnya terjadinya kecelakaan ada 4 yakni :

  1. Unsur penghubung yang bisa disebabkan kecelakaan kerja, seperti : palu tangan, potongan-potongan pelat baja, potongan-potongan pila, beramberam yang tajam, dan lain sebagainya. Tengah dari mesin perkakas misalnya pisau potongan, pahat/potongan dan yang lain.
  2. Cara bekerja/sikap kerja dari pekerja, seperti : meremehkan penggunaan alatalat keselamatan kerja, memakai alat tidak cocok dengan manfaatnya dan tengah bersenda-gurau.
  3. Keadaan dari pekerja tersebut, seperti : kurang sehat, buta warna, kurang pendengarannya, terlalu berat beban kerja, kurang tertarik pada kerja yang ditangani, dan lain sebagainya.
  4. Kondisi lingkungan kerja yg tidak aman, seperti bekerja dekat dengan ketell-ketel uap, bekerja dekat dengan beberapa bahan kimia yang beresiko dsb. Sedang jika dilihat dari sisi type kecelakaan yang sering terjadi di dalam bengkel kerja mesin atau perusahaan yaitu dapat dipertunjukkan pada pernyataan seperti berikut : 1. Jatuh 20% 2. Objek jatuh, bergerak, atau akan mengangkat 10% 3. Mesin 9% 4. Perlengkapan tangan 10% 5. Menabrak benda diam 6% 6. Alat angkat 5% 7. Terserang arus listrik 2% 8. Terbakar 2% 9. Terluka akibat mengangkat barang 30% 10. Lain-lain 6%.

K. ALAT KESELAMATAN KERJA

Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi mensyaratkan pada semua perusahaan/industri agar setiap pekerja dapat bekerja dengan aman dan selamat, sesuai sama bebrapa etika keselamatan kerja. Segalanya kerja, lingkungan kerja, dan perlengkapan yang dipakai untuk bekerja. Sedang langkah kerja atau prosedur kerja sudah diputuskan oleh perusahaan atau industri yang berkaitan. Semua ketentuan yang di buat memiliki maksud yang sama yakni membuat kondisi kerja yang aman dan selamat. Rencana sistem produksi yang baik dan pengaturan perlengkapan (lay out) tempat bekerja selalu diperkembang dengan maksud untuk membuat keadaan kerja yang aman untuk beberapa pekerja dan perlengkapan kerja tersebut. Selain itu mesin-mesin sudah didesain semakin baik, hingga kecelakaan kerja yang dikarenakan oleh mesin dapat dikurangi jadi sedemikian kecilnya.

Sebagai contoh mesin-mesin bubut yang baru sudah diperlengkapi dengan perlengkapan penahan beram hasil pemotongan akan tidak terlempar keluar dari mesin. Dengan keadaan yang sekian, maka kecelakaan kerja akibat terserang beram yang panas dan tajam telah dapat dijauhi. Langkah ini yaitu salah satu basic dari suatu eksperimen penggunaan alat keselamatan kerja yang terpasang pada mesin tersebut. Perbaikan pada rencana mesin selalu diperkembang seperti, misalnya : pada kebisingan akibat gesekan pada komponen mesin atau karena hubunggan roda-roda gigi penggerak nada bising pada mesin dapat menyebabkan rusaknya pendengaran pekerja. Karenanya dapat diliat semakin hari semakin halus bunyi atau nada mesin, hingga pekerja akan terlepas dari kebisinggan berlebihan yang bisa mengakibatkan rusaknya telinga. Beberapa hal yang sudah diperkembang manfaat menghindar terjadinya kecelakaan kerja, seperti pemakaian pipa-pipa penyalur bahan kimia yang beresiko, penggunaan tangki-tangki penyimpan yang sesuai sama standar

keselamatan kerja. Dengan hal tersebut bahaya luka akibat terserang bahan kimia yang beresiko pada saat pengangkutan dapat dijauhi. Semua aktivitas yang sudah dilakukan seperti yang dibicarakan di atas akan tidak sukses tidak ada support dan sikap dari beberapa pekerjaan tersebut, maka telah waktunya diperlukan suatu ketentuan atau intruksi agar semua pekerja selalu mentaati semua ketentuan yang berlaku tentang permasalahan keselamatan kerja. Dan diwajibkan semua pekerja memakai alat-alat keselamatan kerja sesuai sama type pekerjaan yang sudah dilakukan.

L. PEMILIHAN ALAT-ALAT KESELAMATAN KERJA

Alat-alat keselamatan kerja mutlak diperlukan untuk beberapa pekerja manfaat menanggung agar pekerja dapat bekerja dengan aman. Alat keselamatan kerja itu harus memiliki beberapa kriteria tertentu, yakni :

  1. Alat-alat keselamatan kerja itu harus sesuai sama type pekerja dan type alat/mesin yang dioperasikan, hingga efektifitas penggunaan alat keselamatan kerja betul-betul tercukupi.
  2. Alat-alat keselamatan kerja itu harus digunakan selama pekerja berada di dalam bengkel, baik mereka tengah bekerja ataupun ketika tidak bekerja, dan alat keselamatan kerja itu harus selalu dirawat dengan baik. Setelah perlengkapan keselamatan kerja itu didapat, biasanya akan muncul permasalahan yakni kurang sesuainya ukuran alat keselamatan kerja itu dengan orang yang akan memakainya. Untuk memastikan type dari alat keselamatan kerja itu agar sesuai sama kondisi beberapa pekerja, maka perlu di perhatikan dua hal yakni :
    a. Tingkat perlindungan alat keselamatan kerja tersebut untuk pekerja yang memakainya, artinya dengan memakai alat keselamatan kerja beberapa pekerja akan merasa aman dalam bekerja.
    b. Alat keselamatan kerja itu sebaiknya dapat di rasa nyaman digunakan oleh pekerja, hingga menyebabkan rasa aman dan nyaman untuk pekerja pada saat bekerja. Sayang sekali sampai saat ini hanya beberapa alat keselamatan kerja yang perlu digunakan oleh beberapa pekerja ada dipasaran. Dan hanya sedikit yang sudah diuji mutunya oleh instansi penguji yang berwenang. Biasanya pengujian alat-alat keselamatan kerja dilakukan sendiri oleh pabrik pembuat alat keselamatan kerja, hingga mutunya belum adalah jaminan mutlak. Memang dalam soal bentuk dan spesifikasinya sesuai, namun dari sisi kwalitas belum pasti penuhi kriteria, Ada banyak alat keselamatan kerja terlebih untuk perlindungan kepala, mata, dan tangan belum diuji di dalam labotarium yang bisa memastikan baik atau kurang sebaiknya alat keselamatan kerja itu. Permasalahan lain adalah dalam penggunaan alat keselamatan kerja, ada banyak beberapa pekerja memakai alat keselamatan kerja terlihat seperti sangat terpaksa dan hanya memakainya pada saat ada kontrol dan jika diperlukan saja. Jadi penggunaan alat-alat keselamatan kerja belum adalah sikap kerja yang umum. Atau mungkin dengan kata lain penggunaan alat-alat keselamatan kerja masih berbentuk sangat terpaksa, bukanlah adalah keperluan. Karenanya diperlukan beberapa aksi agar beberapa pekerja ingin memakai alat keselamatan kerja, seperti :

1. Diwajibkan setiap pekerja memakai alat-alat keselamatan kerja, baik pada saat tengah bekerja atau tidak tengah bekerja, jika mereka berada di dalam bengkel kerja. Artinya beberapa pekerja harus memakai alat-alat keselamatan kerja, selama ia berada di dalam bengkel kerja.
2. Disiapkan alat-alat keselamatan kerja dengan beragam ukuran, hingga beberapa pekerja dapat memilih alat keselamatan kerja yang sesuai sama ukuran tubuh dan anggota tubuhnya. Dengan hal tersebut beberapa pekerja akan merasa nyaman memakainya.
3. Mengaplikasikan system ragu untuk pekerja yg tidak memakai alat-alat keselamatan kerja ketika ia bekerja, atau ketika ia berada di dalam bengkel kerja. Perlu diingat kalau ragu itu harus berbentuk mendidik, hingga dapat tingkatkan sikap kerja yang aman.

M. PERALATAN-PERALATAN KESELAMATAN KERJA

1. Perlengkapan Pelindung Kepala
Meskipun setiap pekerja diwajibkan memakai pelindung kepala (helmet), namun terkadang mereka melalaikannya. Penggunaan pelindung kepala sangat diperlukan untuk beberapa pekerja konstruksi, pekerja galanggan kapal, pekerja penambang pohon, pertambangan dan industri logam. Perlengkapan pelindung kepala didesain atau di buat dari beberapa bahan yang baik agar dapat dibuat helmet yang betul-betul dapat membuat perlindungan luka akibat bentrokan, terserang atau kejatuhan benda, terserang benda kerja yang melayang, bahaya listrik dan lain sebagainya. Selain itu juga di buat helmet khusus yang perlu dapat membuat perlindungan kepala dan muka dari beberapa bahan kimia atau cairan yang panas. Helmet diklasifikasikan jadi dua yakni : helmet yang memiliki bagian tepi semua lingkarannya dan yang ke-2 yaitu helmet dengan tepi hanya pada bahagian depannya. Dari ke-2 klasifikasi itu helmet masih tetap dibagi dalam empat kelas yakni :

a. Kelas A, yakni helmet untuk kepentingan umum. Helmet ini hanya memiliki tahanan kelistrikan yang rendah. b. Kelas B, yakni helmet untuk type pekerjaan dengan kemungkinan terserang tegangan listrik yang besar (memiliki tahanan pada tegangan yang tinggi), atau helmet ini tahan pada tegangan listrik yang tinggi. c. Kelas C, yaitu metalik helmet, digunakan untuk pekerja yang terkerja pada keadaan kerja yang panas, seperti pada pengecoran logam, atau pada dapurdapur pembakaran. d. Kelas D yaitu helmet dengan ketahanan yang kecil pada api, hingga harus dijauhi dari percikan api. Bahan pembuat helmet itu biasanya terbagi dalam susunan plastik dan diciptakan pada desakan yang tinggi, Dengan hal tersebut helmet jadi tahan pada air, minyak, tumbukan dan arus listrik. Khusus untuk helmet metal di buat berbahan metal yang kuat, namun enteng. Sebagai contoh helmet berbahan aluminium yang digunakan untuk pekerja dengan peluang terserang tumbukan sangat besar. Namun helmet berbahan aluminium tidak bisa dipakai untuk bekerja pada daerah di mana kecendrungan terserang arus listrik sangat besar, sebab helmet ini mengalirkan atau dapat dialiri oleh arus listrik. Helmet type ini tahan pada bentrokan. Type bahan helmet yang lain adalah fiberglass yang diperkaya dengan damar. Type helmet berbahan ini sangat banyak dipakai, sebab ia memiliki ketahanan yang tinggi pada kelembapan. Khusus untuk pekerja yang bekerja saat malam hari helmet yang pas untuk dia adalah type helmet yang bisa keluarkan cahaya saat malam hari atau pancarkan cahaya pada daerah yang gelap. Khusus untuk helmet yang akan dipakai untuk daerah yang kecendrungan terjadi kecelakaan akibat arus listrik maka helmet itu harus selalu di check dengan teratur karakter hambatnya pada listrik. Bagian dalam dari helmet diperlengkapi dengan pelapisan dan tempat kedudukan kepala. Susunan diambil yang bisa mengakibatkan rasa nyaman untuk penggunanya dan tempat kedudukan kepala sebaiknya dapat distel besar kecilnya hingga sesuai sama ukuran kepala penggunanya. Untuk pekerja wanita dan pekerja pria yang memiliki rambut panjang dan mereka bekerja di daerah di mana banyak bagian-bagian mesin yang berputar seperti rantai, dan ban diwajibkan memakai alat pelindung rambut. Manfaat alat itu yaitu agar rambut dapat ditutupi dengan cara prima, hingga kecelakaan kerja akibat terbelitnya rambut pada bagian-bagian mesin yang berputar dapat dijauhi. Alat pelindung rambut atau penutup rambut yang digunakan adalah sorban, jala rambut dan penutup kepala yang bisa tutup dengan cara prima. Penggunaan jaring rambut kurang aman jika pekerja itu bekerja pada daerah di mana percikan api sering terjadi. Karenanya type penutup rambut yang pas yaitu type penutup kepala. Prasyarat penutup kepala adalah : a. Tahan pada bahan kimia. b. Tahan panas. c. Enak digunakan (nyaman/sejuk). d. Tahan pada pukulan. e. Enteng dan kuat. f. Berwarna menarik. g. Memiliki ventilasi jika untuk tidak perlindungan pada debu.

2. Perlengkapan Pelindung Kebisingan Manfaat perlengkapan pelindung kebisingan ini adalah membuat perlindungan telinga dari kebisingan yang berlebihan, hingga dapat menebabkan rusaknya pada system pendengaran pekerja. Banyak industri yang dalam sistem produksinya menyebabkan kebisingan yang bisa mengakibatkan kehilangan pendengaran untuk pekerja. Standard kebisingan yang diizinkan yaitu 90 decibel menurut undang-undang keselamatan kerja, oleh karenanya kebisingan yang dibuat oleh suatu sistem produksi di dalam produksi harus diukur, dan diupayakan kurang dari standard yang sudah ditetapkan, agar tidak mengakibatkan rusaknya pada pendengaran pekerja. Karenanya ada pengukuran setiap saat dapat dijamin kalau tingkat kebisingan masih tetap dalam tingkat yang diijinkan. Alat pelindung kebisingan ada dua type, yakni type yang dimasukkan dalam lubang telinga dan yang nya ialah type yang tutup semua telinga.

a. Type Alat yang Dimasukkan ke Lubang Telinga Type perlengkapan ini pemasangannya dimasukkan dalam lubang telinga dan jenis dan ukurannya berbagai macam. Bahan yang dipakai untuk bikin perlengkapan ini adalah plastik yang lunak/lembut, karet yang lembut, lilin dan kain. Karet dan plastik yang lembut yaitu type bahan yang sangat populer untuk pembuatan alat ini, karena ia mudah dibersihkan, murah harga nya dan memberi bentuk dan warna sangat bagus atau menarik. Lilin sangat banyak digunakan untuk bikin perlengkapan pelindung kebisingan karena selain harga nya murah juga mudah dalam membentuknya. Namun lilin sulit untuk dibersihkan, hingga ia hanya digunakan untuk sekali gunakan. Karena lilin sangat lunak maka ia dapat beralih bentuk hingga daya proteksi pada kebisingan jadi menyusut. Kain yaitu bahan yang buruk untuk perlindungan pada kebisingan, sebab ia sangat rendah daya hambatnya pada kebisingan. Penutup telinga berbahan karet dan plastik yang lembut sangat efisien dalam penggunaannya, sebab dalam pemasangannya sangat mudah yakni hanya mengutamakan ke lubang telinga dan ia akan tutup lubang telinga dengan cara prima, tidak ada kebocoran. Hanya perlu diingat sebenarnya bahan plastik dan karet dapat mengakibatkan luka pada lubang telinga, dan mungkin mengakibatkan kurang nyaman dalam penggunaannya.

b. Type Pelindung Kebisingan yang Menutupi Semua Telinga Bentuk perlengkapan ini dapat tutup semua telinga, hingga akan didapat keseimbangan pendengaran pada telinga kanan dan telinga kiri. Untuk membuahkan perlindungan kebisingan yang efisien, maka bentuk, ukuran, bahan, penyekat, type pegas dari penutup telinga ini harus betul-betul diambil dengan cara baik, hingga sipemakai merasa nyaman. Dengan semakin mengembangnya tehnologi maka makin baik alat-alat pelindung kebisingan dengan bentuk yang relatif kecil, namun memiliki daya proteksi/perlindungan yang benar.

3. Pelindung Mata. Luka pada mata dapat disebabkan oleh ada bahan atau beram yang masuk ke mata akibat pekerjaan pemotongan bahan, percikan bunga api pada saat pengelasan, debu-debu, radiasi dan cahaya ultraviolet yang lain. Kecelakaan pada mata dapat menyebabkan cacat seumur hidup, di mana mata tidak bisa berperan lain atau mungkin dengan kata lain orang jadi buta. Dengan hal tersebut kecelakaan pada mata akan menyebabkan kerugian yang sangat besar baik untuk perusahaan ataupun untuk pekerja tersebut. Dalam suatu survey didapat data kalau kecelakaan atau luka pada mata disebabkan oleh : a. Object atau bahan yang tentang mata (pecahan logam, beragam-ragam, pecahan batu gerinda, paku, percikan bunga api, dan lain sebagainya). b. Debu dari penggerindaan c. Karat. d. Cahaya atau cahaya. e. Percikan logam. f. Gas beracun atau asap beracun. Banyak type perlengkapan yang dipakai membuat perlindungan mata yang sesuai dengan keperluan perlindungan yang diperlukan. Type kaca mata yang banyak dipakai dalam industri adalah :

a Kaca Mata untuk Pekerjaan dengan Bahan Kimia Pekerja yang bekerja pada labotarium kimia atau pabrik kimia harus selalu memakai alat-alat keselamatan kerja, terlebih kacamata. Kacamata untuk pekerja ini yaitu kacamata khusus di mana lensa dan pemegangnya harus tahan pada bahan kimia. Lensa kaca mata ini harus tahan pada bahan kimia dan debu-debu bahan kimia yang halus. Type lensanya harus tahan pada panas dan dampak panas akibat zat kimia, pada framenya atau rangka pemegangnya diperlengkapi dengan saluran buang, hingga jika terjadi percikan bahan kimia, maka cairan bahan kimia itu akan dibuang melalui saluran buang yang sudah disiapkan. Dengan hal tersebut akan tidak melukai anggota tubuh dari pekerja.

b. Kaca Mata Las Kaca mata las terbagi dalam dua type dan memiliki berbagai macam bentuk. Type yang umum digunakan yaitu kaca mata las untuk pengelasan listrik dan kaca mata yang dipakai untuk pengelasan dengan las asetilin. Lensa untuk kaca mata pengelasan listrik lensanya lebih gelap dibanding dengan lensa untuk pengelasan dengan las asetilin. Semua kaca mata yang dipakai baik untuk pengelasan listrik ataupun untuk las asetilin memiliki dua lensa. Di mana lensa yang satu, yang terdapat dibahagian luar adalah lensa pelindung, atau sering dimaksud cover glass. Manfaat dari cover glass ini adalah melindungi agar lensa yang ke-2 (lensa gelapnya) tidak alami rusaknya akibat percikan logam dari bunga api. Cover glass atau pelindung lensa ini dipakai membuat perlindungan mata dan kaca atau lensa kaca mata tersebut, sebab lensa yang digunakan pada kaca mata itu tidak tahan pada cahaya yang panas atau terkena bahan kimia. Jika lensa kaca mata itu terkena panas maka ia akan pecah atau rusak, hingga kaca mata itu tidak bisa berperan lagi. Penggunaan cover glass ini terlebih pada penggerindaan berat, pekerjaan pengecoran logam, dan pekerjaan pemesinan berat yang lain, dan pada pengelasan.

Bentuk kaca mata untuk las asetelin dan kaca mata untuk las listrik dapat sama, namun lensa yang dipasang berbeda. Hal itu karena cahaya yang dibuat oleh api las listrik lebih tajam dibanding cahaya yang dibuat oleh api las asetelin. Ketidaksamaannya hanya pada warna lensanya. Selain bentuk kaca mata pada pengelasan listrik disiapkan khusus perlengkapan membuat perlindungan muka dan mata dari cahaya api las listrik yang di kenal dengan masker las.

4. Pelindung Muka Banyak type perlengkapan di buat membuat perlindungan muka beberapa pekerja. Biasanya alat itu juga berperan sebagai pelindung kepala dan leher sekaligus. Alat itu berperan membuat perlindungan muka dari cairan bahan kimia, logam panas dan percikan bunga api, dan luka yang lain yang akan terjadi pada kepala, leher dan muka pekerja. Bahan untuk alat pelindung muka biasanya dari plastik transparant, hingga mata masih tetap dapat tetaplah lihat aktivitas yang dilakukan. Misalnya pada penggerindaan, pengangkutan beberapa bahan kimia dan ketika melakukan penggergajian. Pelindung muka yang akan dipadukan dengan penutup kepala harus mudah ditukar apabila terjadi rusaknya atau telah tidak terang lagi/tidak transparant. Pelindung muka ini harus dapat ditata kedudukannya, hingga beberapa penggunanya merasa nyaman. Type alat pelindung kepala dan muka seperti babbitting helmet (helmet berbahan babbit), yang bisa membuat perlindungan kepala dan muka dari percikan logam panas dan radiasi panas. Bentuk helmet ini diperlengkapi dengan jendela dan penutup dagu dan penutup rambut. Perlengkapan lain untuk pelindung muka yaitu masker las. Type perlengkapan ini dipakai membuat perlindungan mata dan muka dari percikan api las dan percikan logam cair hasil pengelasan. Pada jendela kacanya diperlengkapi dengan lensa penambahan untuk melindungi agar lensa yang gelap tidak rusak terkena panas/percikan api las dan percikan logam cair hasil pengelasan. Bahan untuk bikin masker las harus tahan pada panas dan sebagian bentrokan enteng. Ia harus juga dapat menahan panas dengan baik, hingga muka pekerja tidak merasa panas. Selain itu harus juga tahan pada arus listrik atau non konduktor, type masker las ini ada yang dipegang dengan tangan pada saat memakainya dan ada yang diletakkan dikepala pekerja. Untuk masker las yang diletakkan dikepala pekerja diperlengkapi dengan tempat dudukan kepala. Prasyarat tempat dudukan kepala ini harus dapat ditata, hingga pekerja merasa nyaman dalam memakainya.

Pelindung Tangan Jari-jari tangan adalah bahagian badan yang kerapkali alami luka akibat kerja, seperti : tepotong oleh pisau, luka terbakar karena memegang benda panas, tergores oleh permukaan benda yg tidak halus, dan ada banyak lagi bentuk luka yang lain. Karenanya tangan dan jari-jari sangat perlu dilindungi dengan baik, karena semua pekerjaan semuanya ditangani dengan memakai tangan. Alat pelindung tangan yang umum dipakai adalah a. Sarung tangan berbahan asbes, dipakai membuat perlindungan tangan dari panas. Type sarung tangan ini fleksibel hingga sangat enak dipakainya. b. Sarung tangan dengan bahan kulit, dipakai membuat perlindungan tangan dari percikan api atau kondisi benda kerja yang tidak terlalu panas, beram-beram dan benda kerja yang kasar permukaannya. Biasanya sarung tangan berbahan kulit yang sudah disamak dapat digunakan untuk pekerjaan pengelasan. c. Sarung tangan berbahan karet, dipakai oleh pekerja bagian kelistrikan. d. Sarung tangan yang terbuat berbahan kombinasi karet, neoprene, dan vinyl, dipakai untuk pekerjaan pengangkutan beberapa bahan kimia. Sedang sarung tangan berbahan neoprene dan vinyl dipakai untuk pengangkutan beberapa bahan minyak atau petroleum. e. Metal mesh gloves, sarung tangan type ini dipakai oleh pekerja yang selalu bekerja memakai pisau dan benda-benda tajam yang lain. Dengan penggunaan sarung tangan ini maka bahaya luka akibat pisau dan benda tajam yang lain dapat dihindarkan. f. Sarung tangan berbahan cotton dipakai untuk pelindungan tangan dari debu dan kotoran.

Selain sarung tangan ada bahan lain yang bisa membuat perlindungan kulit tangan dan kulit lengan dan luka pedih, yakni semacam krim. Krim ini dioles-oleskan pada tangan dan lengan agar kulit terlepas dari beberapa bahan yang bisa melukai kulit.

6. Pelindung Kaki Sepatu kerja atau alat pelindung kaki yang perlu dipakai pada bengkel kerja mesin, harus penuhi kriteria tertentu, yakni : harus dapat membuat perlindungan kaki pekerja dari luka kejatuhan benda berat, terserang beram, benda panas/pijar, beberapa bahan kimia yang beresiko, dan lain kecelakaan yang mungkin muncul dan mengakibatkan luka untuk pekerja. Konstruksi sepatu kerja pada bengkel kerja mesin yaitu, di bagian ujung sepatu safety dipasang atau dilapis dengan plat baja, agar dapat menahan benda yang jatuh menimpa kaki. Karenanya ada penahan itu, maka kaki tidak alami luka. Bagian alasnya harus cukup kuat dan tidak mudah tergelincir. Bahan yang umum digunakan dalam pembuatan sepatu kerja yaitu kulit yang sudah disamak. Khusus untuk pekerja bagian kelistrikan, maka bahan pembuat sepatu akan diambil bahan non conduktor.

7. Pelidung Badan (Apron) Pelindung badan atau di kenal dengan nama apron dipakai membuat perlindungan badan terlebih badan bahagian depan, yakni dari leher sampai kaki dari beragam peluang luka, seperti terserang radiasi panas, percikan bunga api, dan percikan beram dan yang lain. Bahan untuk bikin apron ini dari asbes dan kulit yang sudah disamak. Apron yang terbuat dari asbes biasanya diperkaya dengan kawat-kawat halus, agar apron itu dapat menahan bentrokanbenturan enteng dan alat-alat yang tajam. Untuk pengangkutan benda atau beberapa barang yang berat baiknya di buat apron yang bisa membuat perlindungan bahu. Karenanya di bagian bahunya diperkaya dengan bahan lain, hingga dapat menahan beban yang berat tanpa ada melukai bahu.

8. Pakaian Kerja. Pakaian kerja atau baju kerja yaitu baju yang khusus di buat untuk dipakai bekerja di dalam bengkel atau laboratorium. Berbahan harus cukup kuat dan memiliki bentuk harus sesuai sama type pekerjaan yang ditangani. Pakaian kerja harus dapat membuat perlindungan pekerja yang luka akibat beram, serpihan benda kerja, goresan-goresan dan panas. Baju harus betul-betul terikat atau cocok dengan penggunaannya. Pada saat bekerja baju harus terkancing dengan cara prima, hingga tak ada bagian-bagian anggota tubuh yang terbuka atau tidak dilindungi.

N. KESELAMATAN KERJA SAAT PERBAIKAN KENDARAAN

1. Keselamatan Kerja pada System Rem
a. Mekanik/teknisi yang bekerja pada bagian rem, sebaiknya betul-betul memahami/tahu dengan cara teori dan praktek mengenai system rem, karena rem menyangkut keselamatan yang memiliki kendaraan dan orang yang bekerja.
b. Selama bekerja pada system rem jauhi beberapa hal yang berhubungan dengan listrik-elektronik kendaraan dengan melepas terminal massa baterai.
c. Sebelumnya pengujian rem dengan menggerakkan kendaraan dilakukan, check manfaat rem terlebih dulu dengan cara cermat, sering kecelakaan terjadi karena kelalaian kontrol manfaat rem sebelumnya kendaraan jalan.
d. Sebelumnya kendaraan diserahkan pada pelanggan, pastikan semua sesuatunya pada system rem jalan dengan baik, janganlah memberi kendaraan pada pelanggan sebelumnya dilakukan eksperimen/tes jalan.
e. Dilarang bekerja di bawah kendaraan yang diangkat tanpa ada penyangga/tripot stand.
f. Bila terjadi pergantian atau membubut/meratakan pringan/tromol rem, maka disarankan untuk ganti pad atau sepatu safety online rem dengan yang baru, agar penyesuaian bagian gesek dari pad dengan piringan atau tromol lebih baik.
g. Apabila terjadi pergantian sepatu rem/pad yang baru, maka perlu diterangkan pada yang memiliki kalau disarankan tidak melakukan pengereman dengan keras bila kendaraan jalan pada kecepatan 150 km.
h. Sangat disarankan tidak bersihkan silinder master, silinder roda atau silinder kaliper dengan amplas atau pasta gosok, bersihkan dilakukan hanya dengan cairan rem tersebut atau mungkin dengan alkohol, bila sangat terpaksa dilakukan pembersihan dengan pasta gosok maka gunakanlah type yang diijinkan/yang paling halus.
i. Selalu perhatikan dengan cermat baut-baut atau pengunci atau pipa/selang rem yang rusak atau cacat harus ditukar baru.
j. Semua permukaan yang bergesekan pada pad, sepatu rem atau tromol rem harus dijaga dari peluang terserang pelumas, vet atau gemuk yang lain.
k. Dilarang bersihkan debu system rem dengan hawa tekan, karena debu pada sepatu/pad rem yang memiliki kandungan asbes dan karbon sangat beresiko, bersihkanlah dengan air yang ditampung pada bak.
l. Semua pekerjaan atau komponen yang ditangani harus selalu dalam kondisi besih.
m. Pemasangan semua komponen harus dengan cermat dan benar.
n. Rem yaitu kelengkapan utama system pengaman kendaraan, oleh karenanya setelah pekerjaan usai pastikan dengan cermat tak ada kebocoran minyak rem yang terjadi pada instalasi rem.
o. Khusus pada system rem dengan ABS, bila dilakukan pengelasan pada bodi kendaraan, maka unit kontrol elektronik ABS harus dilepaskan.
p. Perhatian! Unit kontrol elektronik ABS dapat rusak bila suhunya meraih 80 oC.
q. Minyak rem beracun, iritasi pada kulit dan mudah terbakar, hati-hati bekerja dengan minyak rem, selalu bersihkan selekasnya bagian-bagian badan yang terserang minyak rem dengan air
r. Dilarang menyembuhkan luka dengan minyak rem.
s. Dilarang memakai minyak rem sisa.
t. Minyak rem harus ditukar baru paling lama setiap 2 th. sekali, atau sudah memiliki kandungan uap air dengan melakukan pengujian pada minyak rem.
u. Dilarang buang minyak rem sisa di tanah atau air dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan, bakarlah minyak rem berbarengan dengan sampah.
v. Jauhi tumpahan minyak rem pada cat atau lantai, selekasnya basuh dengan air tumpahan minyak rem itu.
2. Keselamatan Kerja Pada System AC Mobil
Penguapan zat pendingin (refrigeran atau semacamnya) yang lebih enteng dari hawa (dalam konsentrasi tinggi) dapat mengakibatkan mati lemas, zat itu beresiko untuk kesehatan kamu jangan pernah tertelan.
a. 3. Keselamatan Kerja pada Mesin
a. Saat melakukan pekerjaan pada ruang mesin, hati-hatilah pada kipas pendingin yang bisa hidup dengan cara automatis, ini sangat beresiko.
b. Janganlah menyentuh komponen yang bekerja dengan tegangan tinggi (system pengapian) saat mesin hidup, dapat menyebabkan fatal.
c. Selama bekerja dengan system listrik-elektronik kendaraan yang memiliki resiko pada hubung singkat rangkaian listrik, sebaiknya lebih dahulu melepas kabel massa-bodi dari baterai.
4. Keselamatan Kerja pada Listrik dan Elektronik Mobil
a. Melepas kabel massa baterai dengan cara automatis akan menghapus isi memori dalam system elektronik, (contoh : electric window winder, jam, radio, bahkan juga pada merk tertentu menghapus memori ECU). Pikirkan lewat cara cermat peluang untuk mereset/program lagi kembali memori itu, setelah pemasangan baterai kembali..
b. Dilarang melepas baterai dari system kelistrikan kendaraan saat mesin hidup, hal semacam ini akan mengakibatkan kerusakan ECU dan system elektronik yang lain, rusaknya komponen itu akan terjadi apabila memakai Quick Charger untuk menolong men-stater mobil.
c. Pastikan dudukan baterai dan terminalnya terikat dengan benar.
d. Rangkaian kabel dan klam pemegang kabel yang dilepaskan selama pelaksanaan perbaikan, harus dikembalikan lagi ketempat aslinya dan dikeraskan/diikat dengan benar.
e. Pastikan semua jalinan massa telah terpasang dengan benar. Rusaknya jalinan massa dapat mengakibatkan kekeliruan system dan dalam masalah yang lebih serius lagi dapat mengakibatkan rusaknya ECU. Jangan sampai menghubungkan atau melepas ECU atau konektor penghubung komponen elektronik yang lain saat kunci kontak pada posisi ON.
f. Letakkan komponen yang dibongkar pada tempat yang bersih dan tutup dengan pelindung uap air yang masih tetap bagus (dapat dengan paket plastik) janganlah pakai penutup yang telah rusak. Bila perbaikan tidak bisa dilakukan dengan selekasnya, tutupi semua komponen yang telah dibongkar atau tutup sekedarnya dengan hati-hati. Paket komponen hanya di buka bila segara akan dipasang.
g. Untuk menghindar rusaknya pada sabuk bergerigi (V-Belt), pastikan sabuk bergerigi tidak kontak segera dengan air.
h. Pada komponen elektronik biasanya cukup peka pada goncangan, hati-hati dan jagalah agar komponen tidak jatuh atau terbentur.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s