Tips Perawatan Sepatu Safety

Image result for Panduan Cara Menentukan Safety Shoes yang Sesuai

Simpanlah di ruang yg kering
Simpanlah sepatu safety pada ruangan yg kering pun suhu tengah karena bahan dasarnya terbuat dari kulit. Kulit akan mudah menjamur bila di simpan di ruang lembab, seandainya sepatu safety sudah menjamur jadi dapat segera jebol. Disimpan disuhu tengah memiliki maksud agar bahan karet di bidang bawah sepatu safety tidak serentak rusak sebab pemanasan suhu, misalnya di simpan dibawah cahaya matahari.

Bersihkan & semir sepatu safety kamu
Bersihkan pun menyemir sepatu safety dengan cara teratur adalah factor paling mutlak juga utama dalam menjaga sepatu safety ini. Apabila sepatu tidak seringkali kamu bersihkan juga disemir akan kumuh & terlihat dekil. Kamu pasti tidak ingin memakai sepatu safety dekil & kumuh buat bertolak kerja. diluar itu. Sepatu safety akan serta-merta rusak juga jebol kalau terlalu lama dalam keadaan kumuh.

Cuci Sepatu Safety dengan Deterjen
Cuci sepatu safety berbarengan deterjen yg berbarengan bahan yg lembut. Bila kamu bersihkan sepatu ini berbarengan deterjen yg besifat keras hingga bahan pewarna sepatu akan sirna, oleh karenanya, aspek sejenis ini dapat menyeabkan warna sepatu jadi luntur & tidak nyaman buat digunakan.

Lihat warna sepatu safety
Bila sepatu telah menjamur langkah paling cocok dalam membersihkanya adalah dgn memakai pembersih semprot special. Setelah disemprot keseluruhannya sikatlah sisi yg menjamur dgn sikat halus (sample sikat gigi). Janganlah terlalu keras dalam menggosokanya agar warna sepatu tidak sirna. Setelah disikat juga dibilas dahulu jemurlah pada ruang yang tidak serta-merta terserang cahaya matahari. Kalau kamu memiliki kipas angin hingga kipasilah sepatu berbarengan kipas angin agar penjemuran tidak lama.

Gunakan odol apabila sepatu berwarna putih
Kalau sepatu berwarna putih hingga cuci dgn dterjen yg lebih lembut. Kamu dapat memakai odol dalam mencucinya. Ratakan juga sikat sepatu lewat cara rata agar kulitnya tidak rusak juga tahan lama.

Jemurlah sepatu
Jemurlah sepatu menghadap matahari yang tidaklah terlalu panas, kurang lebih 7 sampai 11 menit. Karena bila terlampaui panas tentu dalam penjemuran berulang-kali akan menyebabkan rusaknya bahan sepatu safety online dari metal pun karet. Pada saat menjemur, kamu jangan pernah lupa buat menyimpan masalah pada sepatu safety. Factor sejenis ini diperuntukkan agar bentuk sepatu safety tidak berpindah atau kusut karena kulit sepatu safety mudah berpindah bentuk juga kusut sebab air juga panas. Bahan masalah yg mampu kamu pakai yaitu kain kering yg bersih.

Tips Sebelum Memilih Sepatu

Hasil gambar untuk Tips Sebelum Memilih Sepatu

Berikut 5 hal yang perlu di perhatikan agar sepatu yang diambil tepat.

Nyaman
Dalam memilih sepatu safety, unsur pertama yang perlu dipenuhi yaitu kenyamanan. Ukuran yang tepat dengan ketinggian hak yang sesuai sama rutinitas jadi aspek terpenting. Janganlah paksakan diri untuk beli sepatu yang menurut kita bagus tetapi pada saat coba tidak nyaman.

Berbelanja sepatu juga baiknya dilakukan di sore hari. Kaki dengan cara alami akan meraih luas optimal setelah sore hari, nomor kaki akan jadi yang paling ideal bila sebelumnya cuaca panas. Kaki dapat membengkak dalam cuaca panas.

Oh ya, kaki kiri dan kaki kanan itu tidak sama sama. Karenanya dalam memilih sepatu baiknya memakai ukuran kaki yang semakin besar atau yang lebih luas. Harus juga disiapkan ruang kosong sekitar 1/2 inci pada jari kaki terpanjang dan ujung sepatu.

Tujuan pemakaian
Sepatu baiknya dibeli berdasar pada kebutuhan. Acara pesta dalam suasana penuh lampu dan glamour pasti lebih baik memakai sepatu type Stiletto yang memiliki ujung runcing dan hak tinggi. Type ini biasanya menghadirkan segi feminism. Type sepatu ini biasanya memiliki bentuk berkilauan.

Sedang untuk wanita karier yang lebih banyak berada di kantor tak ada kelirunya memilih jenis Kitten Heels. Sepatu dengan hak tidaklah terlalu tinggi bikin pemakainya lebih bebas bergerak sekaligus tetapi terlihat tetaplah feminin. Demikian pula untuk aktivitas enjoy, sepatu datar dengan jenis casual jadi pilihan.

Jenis Bahan
Terlebih untuk yang kulitnya mudah alergi, maka sebelum beli sepatu harus di ketahui bahan yang dipakai. Untuk kaki yang mudah berkeringat baiknya mencari sepatu yang berbahan adem juga.

Selain type bahan, type sepatu harus juga pas. Misalnya, wanita dengan bagian kaki lebih lebar ke depan, baiknya hindari sepatu dengan jenis lancip. Sepatu dengan jenis bagian depan lebih lebar akan bikin tambah nyaman.

Kembalikan pada manfaat.
Walau saat ini telah banyak jenis dan type sepatu yang nampak, tetapi perlu diingat kalau tujuanutama sepatu yaitu membuat perlindungan kaki. Tentang model dan style baiknya tetaplah harus memprioritaskan manfaat utama membuat perlindungan ini.

Karena manfaatnya yaitu membuat perlindungan si pemakai, maka pastikan jahitan sepatu kokoh mulai sejak awal agar dapat membuat perlindungan kaki dari benda tajam. Diluar itu peruntukan harus juga sesuai dengan type yang diambil.

Ukuran, sesuaikan dengan bentuk kaki
Nah masalah ukuran ini memang sedikit tricky. Pernah dengar gak, bila ketika seorang beli sepatu safety online dan temukan bentuk yang disuka namun ukurannya pas-pasan. Dalam kondisi seperti ini seringkali kita mendengar kesimpulan akhir kurang lebih begini. “Oke sempit sedikit tidak apa, kelak setelah digunakan akan melar sendiri”

Nah, apa iya sepatu akan melar secepat itu. Jangan-jangan baru melar setelah dua jari kita lecet. Karenanya, baiknya pilihlah sepatu dengan ukuran yang cocok mulai sejak pertama dibeli.

Tips Mengurangi Rasa Sakit Saat Pakai Sepatu High Heels

6 Cara Mengurangi Rasa Sakit Saat Pakai Sepatu High Heels

Diantara bermacam jenis sepatu perempuan, high heels masih jadi favorite kaum wanita. Baik itu karena jenis sepatu safety yang bisa mendukung tampilan ataupun rasa yakin diri yang muncul karena kaki terlihat tahap ketika mengenakannya.

Tetapi, ada juga resikonya berbentuk rasa pegal, lecet, dan nyeri karena ketika memakai high heels beban badan bertumpu di mata kaki.

Menurut Dr. Natalie A. Nevins, DO, seseorang pakar osteopathic dari Hollywood, California, tersebut disini beberapa tips yang bisa dilakukan untuk kurangi efek jelek dari pemakaian sepatu high heels :

1. Cocokkan Tinggi
Pilihlah tinggi dari hak sepatu dengan bijaksana. Misalnya, sepatu dengan tinggi hak sekitar 3 cm atau kurang, dengan fondasi heels yang cukup luas. Heels yang lebih lebar akan bikin beban pada telapak kaki jadi lebih rata. Sepatu type stiletto lebih menyimpan beban pada kaki, dan sepatu yang tingginya kian lebih 7 cm mungkin memperpendek otot pada tungkai bawah.

2. Sol Berkualitas
Gunakanlah sepatu dengan sol yang empuk untuk kurangi dampak buruk pada lutut.

3. Ukuran Tepat
Pastikan ukuran sepatu Kamu yaitu ukuran yang tepat agar kaki Kamu tidak turun ke depan, memberi desakan yang lebih pada jari-jari kaki. Pilihlah sepatu yang memiliki ruang yang cukup luas pada ruang depan agar jari-jari kaki Kamu dapat digerakkan.

4. Kurangi Berjalan
Gunakanlah sepatu high heels dimana hari itu Kamu tidaklah terlalu banyak jalan atau berdiri.

5. Gunakan Sepatu Berbeda
Gunakanlah sepatu yang beragam sehari-harinya. Sangat tidak disarankan untuk memakai sepatu high heels sepanjang hari. Gunakanlah sepatu safety online yang tambah nyaman digunakan, seperti sepatu berolahraga atau sepatu berjalan-jalan selama Kamu bekerja. Kenakan sepatu yang bikin badan Kamu beroperasi dengan cara alami akan membantu kaki, pinggang, dan punggung Kamu lebih renggang.

6. Berjinjit
Ambil waktu sehari-harinya untuk merenggangkan otot tungkai dan kaki. Dr. Nevins mereferensikan untuk berjinjit tanpa ada memakai sepatu. Dapat pula Kamu menempatkan pensil di lantai dan coba untuk mengambilnya dengan jari kaki Kamu.

Wajibnya Menggunakan Pelindung Sepatu Safety

Hasil gambar untuk Wajibnya Menggunakan Pelindung Sepatu Safety

Salah satu hal yang perlu di perhatikan oleh seorang engineer atau pekerja dibagian konstruksi yaitu keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Perusahaan harus berikan pengetahuan pada pekerja tentang keselamatan kerja sesuai sama standard yang berlaku di negara itu. Salah satu bentuk kepedulian pegawai pada keselamatan kerja yaitu memakai alat pelengkap diri (APD) yang sesuai sama standard misalnya SNI. Salah satu type APD umum yang harus dipakai pegawai lapangan yaitu Steel-Toed Boots atau Safety Shoes. Berikut ini beberapa alasan kenapa pegawai perlu memakai safety shoes.

Sepatu safety untuk Keselamatan diri

  1. Alasan utama yaitu paksaan dari ketentuan yang mewajibkan pekerja untuk memakai safety shoes. Occupational Safety & Health Administration standard (OSHAS) adalah standard yang diikuti oleh bebearapa perusahaan dalam melindungi keselamatan pekerjanya. Nyaris semua perusahaan berbasiskan engineer mengaplikasikan standard ini mengingat salah satu aset dari perusahaan yaitu sumber daya manusianya.
  2. Kecelakaan pada kaki adalah kecelakaan paling umum. Kaki adalah bagian luar yang paling punya potensi alami kecelakaan setelah kepala karena bersentuhan segera dengan benda asing misalnya ketika jalan di lingkungan kerja yang banyak benda tajam. Safety shoes dapat membuat perlindungan kaki dari benda tajam itu.
  3. Kecelakaan kerja dapat terjadi dengan cara mendadak, misalnya ketika membawa alat berat dan mendadak alat itu jatuh melukai kaki, oleh karena itu perlu untuk memakai safety shoes. Sepatu ini memiliki kekuatan menahan beban sampai 75 pound (34kg) dari kejatuhan setinggi 3 yard (2, 7 mtr.).
  4. Safety shoes ini nyaman. Salah satu alasan memilih sepatu yaitu tingkat kenyamanan saat dipakai. Sama seperti dengan safety shoes, kenyamanan pun perlu di perhatikan dengan memilih ukuran sepatu yang tepat namun masih tetap diupayakan tinggi menutupi mata kaki dan pilihlah type kaos kaki yang nyaman dan dingin.
  5. Jika pegawai tidak memakai sepatu safety online maka perusahaan yang berada dibawah OSHAS akan dikenai sanksi.
  6. Selain membuat perlindungan kaki dari benda-benda yang jatuh dari ketinggian, safety shoes juga membuat perlindungan kaki dari kecelakaan yang lain. Misalnya menolong membuat perlindungan kaki dari kecelakan akibat terpeleset, terbakar, dan terjatuh. Dibagian depan safety shoes terdapat besi yang membuat perlindungan, jika kecelakaan seperti terlindas terjadi, maka kaki akan aman terproteksi.
  7. Safety shoes dapat tingkatkan keyakinan diri saat bekerja untuk sang pengguna. Hal semacam ini karena mindset keselamatan jika memakai sepatu itu hingga pekerja lebih yakin diri dan tidak merasa takut jika ada kecelakaan namun masih tetap waspada
  8. Safety shoes sangat fashionable. Saat ini terdapat beberapa perusahaan safety shoes yang tawarkan macam bentuk dan warna. Pegawai dapat memilih sesuai sama selera namun masih tetap poin utama yang perlu di perhatikan yaitu standard sepatu itu pada kecelakaan. Tidak hanya pria, safety shoes sudah ada untuk wanita dengan keselarasan ukuran dan selera
  9. Walaupun banyak jenis safety shoes yang mengedar di market, pilihlah sepatu yang sesuai sama keperluan kerja. Ada beberapa safety shoes yang khusus untuk ruang kerja tertentu
  10. Yang paling akhir tetapi tidak bisa diremehkan yaitu karena cinta pada sendiri dan keluarga. Keselamatan diri semestinya lahir dari sendiri. Kemungkinan kecelakaan terutama untuk engineer sangat tinggi. Hanya sendiri yang bisa menyelamatkan diri dengan menghindarnya. Ingatlah keluarga yang ada dirumah. Jangan sampai menyepelehkan keselamatan, sangat disayangkan bila karena tidak memakai safety shoes, pegawai kehilangan kaki dan tidak bisa bekerja.

10 alasan di atas mewakili dari bermacam manfaat yang didapat dari penggunaan safety shoes untuk bekerja.

Cara Memilih Sepatu Sesuai Dengan Bentuk Kaki dan Tubuh

Hasil gambar untuk Memilih Sepatu Sesuai Dengan Bentuk Kaki dan Tubuh

Memilih sepatu yang tepat tidak cuma sesuai dengan suasana dan tempat yang akan kita kunjungi. Namun, juga penting kita sesuaikan dengan bentuk kaki yang kita punyai. Pasti anda ingin sepatu yang anda gunakan akan bikin tampilan anda jadi lebih terlihat ramping dan bikin bentuk kakimu terlihat lebih indah, iyakan? Terlebih bila anda memakai sepatu branding terkenal. Emm, tentunya tidak ingin percuma kan jadinya? Nah, untuk memilih sepatu yang tepat, anda juga perlu cocokkan dengan bentuk kaki. Mengingat setiap orang memiliki postur dan bentuk kaki yang tidak sama, di sini kita akan membahas bagaimana caranya memilih sepatu sesuai sama bentuk kaki dan badanmu. Simak yuk guys…….

Bentuk Betis Besar

Pilihlah sepatu sandal atau peep toe, karena jenis sepatu dengan bagian depan yang terbuka memerlihatkan jari-jari kaki kita, yang akan bikin kaki terlihat lebih langsing.
Atau dapat pula memilih jenis sling back. Karena tumit kaki yg tidak tertutup penuh akan melangsingkan betis.

Nah, untuk sepatu heels lebih baik anda pilih sepatu heels yang sederhana dan tanpa ada banyak memiliki aksen. Hindari penggunaan sepatu jenis wedges, sandal gladiator dan pump shoes. Karena sepatu dengan jenis itu buat kaki anda terlihat makin besar dan pendek. Sepatu berolahraga yang tertutup dan setinggi mata kaki malah menarik perhatian orang yang akan segera ke betismu.

Bentuk Kaki Petite Mungil

Sepatu dengan type wedge, basis, dan heels tanpa ada tali adalah pilihan yang tepat. Karena tak ada garis pada tumit dan semua kaki hingga anggota kesan badan anda terlihat lebih tinggi. Bila ingin pakai flats hoes juga bisa kok. Pilihlah sepatu flat shoes dengan ujung bulat atau sepatu datar ala ballerina agar penampilanmu terlihat lebih lucu.

Bentuk Kaki Kecil

Pilih jenis sepatu safety dengan tali yang tidak tebal agar menyamarkan bentuk kakimu yang kecil. Bila ingin memakai sandal, pilihlah sandal yang memiliki bukaan lebar pada punggung kaki.

Janganlah memakai sepatu tali yang lebar, karena kaki akan terlihat makin kecil.
Ankle boots jadi akan bikin kakimu “tenggelam” didalam sepatu, sekaligus buat anda lebih pendek. Wedges sol tebal yang menyambung karena akan bikin kakimu terlihat lebih pendek. Bila ingin tampil menawan, pakai high heels. Karena akan bikin kakimu terlihat lebih tahap dan lebih prima.

Bentuk Kaki Tinggi dan Kurus

Pilih sepatu high heels dengan jenis yang tidaklah terlalu tinggi dengan jenis terbuka dan bertali. Hindari sepatu dengan ujung runcing, karena akan bikin kaki anda terlihat makin kurus. Janganlah memakai sandal jepit, sebab akan bikin kakimu terlihat makin tahap. Jauhi memakai sepatu jenis tali tidak tebal yang pendek pada punggung kaki, karena kakimu akan terlihat lebih ramping.
Bentuk Kaki Yang Lebar

Pilih sepatu yang runcing di bagian depan, open toe atau stilettos. Agar kakimu terlihat lebih slim. Bila ingin memakai wedges, pilihlah jenis wedges dengan ukurang yang tidaklah terlalu tinggi. Bagian depan sepatu yang pendek, sheingga belahan jarimu terlihat mengintip, akan berikan kesan slim pada kaki.

Janganlah memakai bahan sepatu lentur yang menikuti bentuk kaki. Karena jenis sepatu ini tidak dapat sembunyikan lebar kakimu. Dengan sepatu jenis ini punggung kakimu akan terlihat terjepit.

Tips Memilih Sepatu Sesuai Dengan Bentuk Badan

Bentuk Badan Kecil

  • Pilih sepatu jenis basis, wedges, dan sepatu tumit tinggi tanpa ada tali. Hingga tidak aka suara garis pada tumit dan semua kaki anda, hingga terlihat lebih tinggi.
  • Pengecualian untuk sandal gladiator ankle tinggi, yang sangat pas pada pergelangan kaki kecil.
  • Janganlah pilih ujung terlalu lancip karena akan bikin badanmu terlihat aneh.
  • Jauhi memakai ankle straps, karena akan bikin kakimu makin pendek.
  • Tubuh segitiga terbalik (bahu lebar, pinggang kecil, dan kaki yang kecil)

Triangle Body tipe

Dianjurkan memakai pumps shoes dan chunky sandals. Kedua sepatu itu sangat pas dipakai buat kamu yang berkaki kecil karena akan bikin tubuh kaki anda terlihat seimbang.

Rectangle Body Tipe

Baiknya pakai court shoes dan loafers. Court shoes adalah sepatu simpel yang baik untuk tubuh persegi, agar telihat feminin. Dan loafers sangat pas bila anda yang suka bergaya androgini.

Bentuk Badan Seperti Buah Pir
Baiknya pakai wedges, sebab dapat menyeimbangi tubuh curvy anda.

Bentuk badan seperti apel
Sandal gladiator dapat jadi pilihan paling baik, tetapi bila anda memiliki kaki besar baiknya hindari penggunaan sandal gladiator ini. Buat kamu yang ingin bergaya girly dapat memakai stiletto, terlebih memakai stilleto bertali di pergelangan kaki.

Bentuk Badan Pendek dan berisi

  • Cari sepatu bertumit bermodel sederhana. Pilih warna cerah atau bermotif unik, agar perhatian tertuju pada kaki, bukanlah badan.
  • Pilihan yang tepat yaitu sepatu safety online jenis open-toe atau boot. Karena kaki anda condong besar.
  • Jauhi memakai sandal gladiator atau sepatu bertali yang membungkus pergelangan kaki anda karena akan bikin kaki terlihat jadi bertambah besar.

Bentuk Badan Tinggi dan kurus

  • Kaki yang panjang dan ramping akan terlihat indah bila memakai sepasang stiletto.
  • Sandal bertali dengan ankle strap juga sangat cocok untuk kaki tahap, terlebih bila ankle kaki kecil.
  • Hindari memakai sepatu jenis runcing, karena akan bikin kakimu makin terlihat panjang.

Bentuk Badan Tinggi berotot

  • Untuk membuat cantik pakai super high heel, yakni sepatu runcing jenis open toe atau stiletto. Jenis sepatu itu akan bikin kaki terlihat lebih langsing.
  • Sandal wedges berdetail unik juga pilihan yang tepat, namun pilih yang tingginya sekitar 5 cm agar dengan cara visual kaki lebih terangkat.

KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3)

Gambar terkait

Untuk orang tehnik tidaklah asing kata itu, Karena yang memicu orang tehnik dan sebagai patokan dalam bekerja yang baik yaitu K3. Bila K3 diabaikan dalam kerja industry maka akan menyebabkan fatal bias-bisa nyawapun tidak terselamatkan. Nah, mari kita ulas sedikit mengenai K3 berikut ini :

A. PENGERTIAN UMUM

Pengertian kesehatan dan keselamatan kerja yaitu suatu usaha untuk membuat kondisi lingkungan kerja yang aman, bebas dari kecelakaan. Sedang kecelakaan sendiri yaitu suatu peristiwa atau momen yg tidak dikehendaki atau tidak disengaja serba mendadak dan menyebabkan kerugian baik harta (material) ataupun jiwa/manusia. Tuntutan pekerjaan yang makin kompleks dibarengi pemakaian tehnologi yang semakin mutakhir selain mengakibatkan kenyamanan dan keringanan dalam bekerja, namun juga memiliki kandungan kemungkinan bahaya yang semakin besar akibat pemakaian bahan, alat dan tehnologi. Bahaya-bahaya yang bisa meneror diantaranya kecelakaan kerja, pencemaran hawa, kebisingan, dan kebakaran. Oleh karenanya perlu dilakukan usaha penambahan keselamatan dan kesehatan kerja berbentuk usaha mencegah. Mencegah yaitu semua daya usaha yang dilakukan dengan cara merencanakan untuk menghindar terjadinya kecelakaan. Dengan hal tersebut usaha mencegah harus dilakukan oleh setiap individu dan unit kerja agar jumlah momen kecelakaan kerja, penyebabnya kecelakaan dan jumlah kecelakaan dapat dikurangi sekecil mungkin melalui rencana yang baik.

B. DASAR HUKUM

Keselamatan dan Kesehatan Kerja didasarkan pada Undang-Undang Keselamatan kerja No. 1 Th. 1970, Undang-undang No. 2 Th. 1963, dan beberapa ketentuan pengerjaannya. Dengan basic hukum yang kuat tesebut, setiap perusahaan berkewajiban membuat perlindungan keselamatan karyawannya, sedang dilain pihak karyawanpun berkewajiban untuk mentaati dan mematuhi bebrapa ketetapan/beberapa ketentuan keselamatan kerja yang sudah diputuskan. Oleh karenanya, untuk proses undang-undang ini, setiap tempat kerja/perusahaan perlu dibuat bahagian pelatihan keselamatan kerja yang mengatasi segera usaha-usaha mencegah kecelakaan itu.

C. MENGAPA KECELAKAAN KERJA HARUS TERJADI

Setiap kecelakaan tentu merugikan baik pada perusahaan ataupun tenaga kerja, yang otomatis juga adalah kerugian untuk orang-orang ataupun negara, karena meyangkut permasalahan produksi, oleh karena itu setiap usaha keselamatan kerja yaitu menyangkut usaha-usaha perlindungan pada bebrapa fasilitas untuk unsur-unsur pokok produksi, diantaranya : (a) Manusia, (b) alat-alat kerja (mesin) dan material (beberapa bahan), (c) Waktu, (d) Nilai keyakinan pada perusahaan.

KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

  1. Manusia Seseorang karyawan yang pakar (skill) didapat melalui sistem waktu yang panjang (pendidikan dan pengalaman) dan dengan biaya yg tidak sedikit, karenanya adalah aset (kekayaan/harta benda) yang sangat bernilai untuk perusahaan. Apabila seseorang karyawan/pekerja alami kecelakaan, ia alami cidera dan tidak dapat bekerja sesaat atau barangkali untuk keselamatannya. Dengan hal tersebut, apabila yang berkaitan memperoleh cidera, maka harus ada atau di cari penggantinya, terang hal semacam ini adalah kerugian yg tidak ternilai, selain itu sipekerja sendiri akan menanggung derita dan tidak dapat bekerja yang membawa efek pada pendapatannya, yang lalu berpengaruh pada keluarganya, terlebih bila karyawan itu tidak dapat bekerja untuk selamanya.
  2. Alat Kerja dan Material Akibat kecelakaan kerja, maka kerugian yang bisa muncul berbentuk beberapa rusaknya mesin-mesin dan alat-alat produksi, dan beberapa bahan dan anjuran penunjang yang lain, selain itu harus juga di keluarkan biaya-biaya yang lain.
  3. Waktu
    Akibat kecelakaan kerja dapat mengakibatkan terganggunya gagasan produksi yang sudah disusun, pekerjaan berhenti saat itu juga hingga menyebabkan kerugian yg tidak sedikit.
  4. Keyakinan (goodwill) Akibat kecelakaan kerja dapat mengakibatkan keyakinan orang-orang akan menyusut yang bisa diliat dari nilai premi asuransinya, jika perusahaan itu tidak aman, maka nilai premi asuransinya akan tinggi (bertambah). Apabila suatu perusahaan sering alami kecelakaan, semangat dan gairah kerja karyawannya akan alami penurunan (selalu dihinggapi rasa takut) dan membawa akibat pada efisiensi dan produktivitas.

D. SEBAB-SEBAB KECELAKAAN

Dalam sejarahnya beberapa besar kecelakaan kerja disebabkan oleh aspek manusia yang bekerja, misalnya mata pekerja terserang beram hasil pengerindaan, terserang beram hasil pembubutan dan pengeboran. Kecelakaan itu dikarenakan manusia yang bekerja tidak ingin memakai alat-alat keselamatan kerja, yakni kacamata.

  1. Tidak mematuhi ketentuan mengenai keselamatan kerja, seperti tidak memakai pakaian kerja, tidak memakai sarung tangan, tidak memakai kaca mata, dan alat-alat yang lain.
  2. Pekerja tidak paham cara menjalankan alat/mesin dengan benar, dan malu untuk ajukan pertanyaan.
  3. Pekerja tidak dapat menjalankan mesin dikarenakan ia belum terlatih. Sikap kerja yg tidak benar, seperti berlari-lari dalam bengkel, bersendagurau, menggangu rekanan bekerja, tidak menghiraukan sebagian ketentuan bengkel.
  4. Aspek lingkungan kerja.
  5. Banyak kecelakaan kerja disebabkan oleh keadaan lingkungan kerja yg tidak aman, seperti :
    a. Keadaan tempat kerja yg tidak rapi, misalnya banyak beram dan potongan-potongan bahan berantakan di sekitar tempat bekerja, hingga pekerja peluang dapat jauh akibat terpeleset.
    b. Bekerja dekat dengan bagian-bagian benda yang berputar, atau bahagian mesin yang berputar, dan tanpa ada pelindung. Apabila dilihat dari pertama perubahan usaha keselamatan kerja diperusahaan/industri, manusia berasumsi kalau kecelakaan kerja terjadi karena nasib belaka, tetapi sesungguhnya setiap kecelakaan dikarenakan oleh salah satu aspek seperti berikut, baik dengan cara sendiri-sendiri atau bersamasama, yakni :
    1. Aksi tidak aman dari manusia tersebut (unsafe act) a. Tergesa-gesa atau terburu-buru dalam melakukan pekerjaan b. Tidak memakai perlindungan diri yang disiapkan c. Berniat tidak mematuhi ketentuan keselamatan yang diharuskan d. Berkelakar/bergurau dalam bekerja dsb
    2. Kondisi tidak aman dari lingkungan kerja (unsafe condition)
    a. Mesin-mesin yang rusak tidak di beri pengaman, konstruksi kurang aman, bising dan alat-alat kerja yang kurang baik dsb b. Lingkungan kerja yg tidak aman untuk manusia (becek atau licin, ventilasi atau pertukaran hawa, bising atau beberapa nada keras, suhu tempat kerja, tata ruang kerja/kebersihan dan sebagainya)

E. APAKAH KECELAKAAN DAPAT DICEGAH

Muncul suatu pertanyaan apakah kecelakaan yang merugikan itu dapat dihindari? pada prinsipnya setiap kecelakaan dapat diupayakan untuk dihindari karena : a. Kecelakaan yang terjadi tentu ada sebab-sebabnya. b. Bilamana sebab-sebab kecelakaan itu dapat di hilangkan maka kecelakaan dapat dihindari

F. BAGAIMANA UPAYA MENCEGAHNYA

Mencegah kecelakaan yaitu suatu usaha untuk menghindari bebrapa aksi yg tidak aman dari pekerja dan menguasahakan lingkungan kerja yg tidak memiliki kandungan beberapa aspek lingkungan yang membahayakan (unsafe condition).

G. SEBAB-SEBAB SEORANG MELAKUKAN TINDAKAN TIDAK AMAN

Seorang bertindak kekeliruan yang menyebabkan kecelakaan kerja dapat dikarenakan oleh :

  1. Yang berkaitan tidak tahu bagaimana melakukan pekerjaan dengan aman dan tidak paham bahaya-bahayanya hingga terjadi kecelakaan, oleh karena itu harus di beri pendidikan dan latihan.
  2. Yang berkaitan sudah tahu cara yang aman, bahaya-bahaya dsb, namun karena belum dapat/kurang trampil atau kurang pakar, dan pada akhirnya melakukan kekeliruan yang tidak berhasil.
  3. Meskipun yang berkaitan sudah mengetahui dengan terang cara kerja/ketentuan, sedang yang berkaitan dapat melakukannya, namun karena tekad tak ada, pada akhirnya ia melakukan kekeliruan yang menyebabkan kecelakaan, misalnya tidak ingin memakai alat-alat keselamatan kerja yang disiapkan, berniat melepas alat pengaman dan sebagainya. Karenanya usaha mencegah kecelakaan dari aspek manusia ini dapat dilakukan dengan pengawasan, pembinaan karyawan dan latihan dan kerja sama yang baik dalam bekerja.

H. BAGAIMANA MENGATASI LINGKUNGAN YANG TIDAK AMAN

Kondisi tidak aman dalam lingkungan dapat diatasi lewat cara :

  1. Menyingkirkan sumber-sumber bahaya atau kondisi yg tidak aman, agar tak akan menyebabkan bahaya misalnya, alat-alat yang rusak ditukar atau diperbaiki
  2. Meghilangkan sumber bahaya agar tak akan menyebabkan bahaya misalnya, bagian-bagian yang berputar pada mesin di beri tutup/pelindung atau sediakan alat-alat keselamatan.
  3. Mengatur sumber bahaya atau kondisi tidak aman dengan cara tehnik, misalnya menempatkan safety valve/non return valve pada bejana-bejana desakan tinggi, menempatkan alat-alat kontrol dsb. Untuk tahu ada unsafe condition harus dilakukan pengawasan yang cermat pada lingkungan kerja.

I. PERANAN PEKERJA DALAM MENCEGAH KECELAKAAN

Karyawan, baik pengawas ataupun pekerja pelaksana adalah kunci kesuksesan dari usaha-usaha keselamatan kerja. Hal semacam ini karena karyawan paling mengetahui keadaan dan bahaya-bahaya yang ada di tempat/sekitar tempat kerjanya dan cara yang aman dalam melakukan pekejaan karyawan paling mempunyai urusan karena mereka jadi korban pertama jika terjadi kecelakaan. Fungsi karyawan dalam hal semacam ini yaitu :

a. Dengan cara aktif dalam usaha-usaha mencegah kecelakaan di tempat masingmasing.
b. Melapor pada atasan/pengawas keselamatan kerja (safety dept) jika terjadi kecelakaan atau menjumpai beberapa hal yang beresiko dilingkungan kerjanya.
c. Semua ketentuan dan ketetapan keselamatan kerja dalam melakukan pekerjaan harus dipatuhi.
d. Menasehati/anjuran pada rekanan sekerja/lingkungan jika mereka melakukan beberapa hal yang beresiko (unsafe act).
e. Alat-alat keselamatan kerja yang disiapkan harus dipakai seperti harusnya.

J. UNSUR PENYEBAB KECELAKAAN

Setiap orang condong menyalahkan, jika terjadi kecelakaan dengan kalimat “Ceroboh atau bekerja kurang hati-hati”. Bila dikaji dari kalimat di atas, memang beberapa besar penyebabnya kecelakaan kerja yaitu dikarenakan oleh aspek manusianya. Maka pernyataan di atas yaitu lumrah. Namun apakah kita harus selalu menyalahkan tanpa ada mencari penyebabnya yang tentu, agar masa datang kecelakaan itu dapat dijauhi. Sesungguhnya tak ada hal yang misterius di sekitar tempat terjadinya kecelakaan, sebab kecelakaan tentu disebabkan oleh tiga unsur pokok yang ada di dalam bengkel/tempat peristiwa seperti yang sudah diterangkan sebelumnya, yakni : unsur manusia, unsur alat/mesin, dan unsur lingkunggan kerja dan alat pendukungnya. Bila diklasifikasi pada intinya unsur pokok penyebabnya terjadinya kecelakaan ada 4 yakni :

  1. Unsur penghubung yang bisa disebabkan kecelakaan kerja, seperti : palu tangan, potongan-potongan pelat baja, potongan-potongan pila, beramberam yang tajam, dan lain sebagainya. Tengah dari mesin perkakas misalnya pisau potongan, pahat/potongan dan yang lain.
  2. Cara bekerja/sikap kerja dari pekerja, seperti : meremehkan penggunaan alatalat keselamatan kerja, memakai alat tidak cocok dengan manfaatnya dan tengah bersenda-gurau.
  3. Keadaan dari pekerja tersebut, seperti : kurang sehat, buta warna, kurang pendengarannya, terlalu berat beban kerja, kurang tertarik pada kerja yang ditangani, dan lain sebagainya.
  4. Kondisi lingkungan kerja yg tidak aman, seperti bekerja dekat dengan ketell-ketel uap, bekerja dekat dengan beberapa bahan kimia yang beresiko dsb. Sedang jika dilihat dari sisi type kecelakaan yang sering terjadi di dalam bengkel kerja mesin atau perusahaan yaitu dapat dipertunjukkan pada pernyataan seperti berikut : 1. Jatuh 20% 2. Objek jatuh, bergerak, atau akan mengangkat 10% 3. Mesin 9% 4. Perlengkapan tangan 10% 5. Menabrak benda diam 6% 6. Alat angkat 5% 7. Terserang arus listrik 2% 8. Terbakar 2% 9. Terluka akibat mengangkat barang 30% 10. Lain-lain 6%.

K. ALAT KESELAMATAN KERJA

Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi mensyaratkan pada semua perusahaan/industri agar setiap pekerja dapat bekerja dengan aman dan selamat, sesuai sama bebrapa etika keselamatan kerja. Segalanya kerja, lingkungan kerja, dan perlengkapan yang dipakai untuk bekerja. Sedang langkah kerja atau prosedur kerja sudah diputuskan oleh perusahaan atau industri yang berkaitan. Semua ketentuan yang di buat memiliki maksud yang sama yakni membuat kondisi kerja yang aman dan selamat. Rencana sistem produksi yang baik dan pengaturan perlengkapan (lay out) tempat bekerja selalu diperkembang dengan maksud untuk membuat keadaan kerja yang aman untuk beberapa pekerja dan perlengkapan kerja tersebut. Selain itu mesin-mesin sudah didesain semakin baik, hingga kecelakaan kerja yang dikarenakan oleh mesin dapat dikurangi jadi sedemikian kecilnya.

Sebagai contoh mesin-mesin bubut yang baru sudah diperlengkapi dengan perlengkapan penahan beram hasil pemotongan akan tidak terlempar keluar dari mesin. Dengan keadaan yang sekian, maka kecelakaan kerja akibat terserang beram yang panas dan tajam telah dapat dijauhi. Langkah ini yaitu salah satu basic dari suatu eksperimen penggunaan alat keselamatan kerja yang terpasang pada mesin tersebut. Perbaikan pada rencana mesin selalu diperkembang seperti, misalnya : pada kebisingan akibat gesekan pada komponen mesin atau karena hubunggan roda-roda gigi penggerak nada bising pada mesin dapat menyebabkan rusaknya pendengaran pekerja. Karenanya dapat diliat semakin hari semakin halus bunyi atau nada mesin, hingga pekerja akan terlepas dari kebisinggan berlebihan yang bisa mengakibatkan rusaknya telinga. Beberapa hal yang sudah diperkembang manfaat menghindar terjadinya kecelakaan kerja, seperti pemakaian pipa-pipa penyalur bahan kimia yang beresiko, penggunaan tangki-tangki penyimpan yang sesuai sama standar

keselamatan kerja. Dengan hal tersebut bahaya luka akibat terserang bahan kimia yang beresiko pada saat pengangkutan dapat dijauhi. Semua aktivitas yang sudah dilakukan seperti yang dibicarakan di atas akan tidak sukses tidak ada support dan sikap dari beberapa pekerjaan tersebut, maka telah waktunya diperlukan suatu ketentuan atau intruksi agar semua pekerja selalu mentaati semua ketentuan yang berlaku tentang permasalahan keselamatan kerja. Dan diwajibkan semua pekerja memakai alat-alat keselamatan kerja sesuai sama type pekerjaan yang sudah dilakukan.

L. PEMILIHAN ALAT-ALAT KESELAMATAN KERJA

Alat-alat keselamatan kerja mutlak diperlukan untuk beberapa pekerja manfaat menanggung agar pekerja dapat bekerja dengan aman. Alat keselamatan kerja itu harus memiliki beberapa kriteria tertentu, yakni :

  1. Alat-alat keselamatan kerja itu harus sesuai sama type pekerja dan type alat/mesin yang dioperasikan, hingga efektifitas penggunaan alat keselamatan kerja betul-betul tercukupi.
  2. Alat-alat keselamatan kerja itu harus digunakan selama pekerja berada di dalam bengkel, baik mereka tengah bekerja ataupun ketika tidak bekerja, dan alat keselamatan kerja itu harus selalu dirawat dengan baik. Setelah perlengkapan keselamatan kerja itu didapat, biasanya akan muncul permasalahan yakni kurang sesuainya ukuran alat keselamatan kerja itu dengan orang yang akan memakainya. Untuk memastikan type dari alat keselamatan kerja itu agar sesuai sama kondisi beberapa pekerja, maka perlu di perhatikan dua hal yakni :
    a. Tingkat perlindungan alat keselamatan kerja tersebut untuk pekerja yang memakainya, artinya dengan memakai alat keselamatan kerja beberapa pekerja akan merasa aman dalam bekerja.
    b. Alat keselamatan kerja itu sebaiknya dapat di rasa nyaman digunakan oleh pekerja, hingga menyebabkan rasa aman dan nyaman untuk pekerja pada saat bekerja. Sayang sekali sampai saat ini hanya beberapa alat keselamatan kerja yang perlu digunakan oleh beberapa pekerja ada dipasaran. Dan hanya sedikit yang sudah diuji mutunya oleh instansi penguji yang berwenang. Biasanya pengujian alat-alat keselamatan kerja dilakukan sendiri oleh pabrik pembuat alat keselamatan kerja, hingga mutunya belum adalah jaminan mutlak. Memang dalam soal bentuk dan spesifikasinya sesuai, namun dari sisi kwalitas belum pasti penuhi kriteria, Ada banyak alat keselamatan kerja terlebih untuk perlindungan kepala, mata, dan tangan belum diuji di dalam labotarium yang bisa memastikan baik atau kurang sebaiknya alat keselamatan kerja itu. Permasalahan lain adalah dalam penggunaan alat keselamatan kerja, ada banyak beberapa pekerja memakai alat keselamatan kerja terlihat seperti sangat terpaksa dan hanya memakainya pada saat ada kontrol dan jika diperlukan saja. Jadi penggunaan alat-alat keselamatan kerja belum adalah sikap kerja yang umum. Atau mungkin dengan kata lain penggunaan alat-alat keselamatan kerja masih berbentuk sangat terpaksa, bukanlah adalah keperluan. Karenanya diperlukan beberapa aksi agar beberapa pekerja ingin memakai alat keselamatan kerja, seperti :

1. Diwajibkan setiap pekerja memakai alat-alat keselamatan kerja, baik pada saat tengah bekerja atau tidak tengah bekerja, jika mereka berada di dalam bengkel kerja. Artinya beberapa pekerja harus memakai alat-alat keselamatan kerja, selama ia berada di dalam bengkel kerja.
2. Disiapkan alat-alat keselamatan kerja dengan beragam ukuran, hingga beberapa pekerja dapat memilih alat keselamatan kerja yang sesuai sama ukuran tubuh dan anggota tubuhnya. Dengan hal tersebut beberapa pekerja akan merasa nyaman memakainya.
3. Mengaplikasikan system ragu untuk pekerja yg tidak memakai alat-alat keselamatan kerja ketika ia bekerja, atau ketika ia berada di dalam bengkel kerja. Perlu diingat kalau ragu itu harus berbentuk mendidik, hingga dapat tingkatkan sikap kerja yang aman.

M. PERALATAN-PERALATAN KESELAMATAN KERJA

1. Perlengkapan Pelindung Kepala
Meskipun setiap pekerja diwajibkan memakai pelindung kepala (helmet), namun terkadang mereka melalaikannya. Penggunaan pelindung kepala sangat diperlukan untuk beberapa pekerja konstruksi, pekerja galanggan kapal, pekerja penambang pohon, pertambangan dan industri logam. Perlengkapan pelindung kepala didesain atau di buat dari beberapa bahan yang baik agar dapat dibuat helmet yang betul-betul dapat membuat perlindungan luka akibat bentrokan, terserang atau kejatuhan benda, terserang benda kerja yang melayang, bahaya listrik dan lain sebagainya. Selain itu juga di buat helmet khusus yang perlu dapat membuat perlindungan kepala dan muka dari beberapa bahan kimia atau cairan yang panas. Helmet diklasifikasikan jadi dua yakni : helmet yang memiliki bagian tepi semua lingkarannya dan yang ke-2 yaitu helmet dengan tepi hanya pada bahagian depannya. Dari ke-2 klasifikasi itu helmet masih tetap dibagi dalam empat kelas yakni :

a. Kelas A, yakni helmet untuk kepentingan umum. Helmet ini hanya memiliki tahanan kelistrikan yang rendah. b. Kelas B, yakni helmet untuk type pekerjaan dengan kemungkinan terserang tegangan listrik yang besar (memiliki tahanan pada tegangan yang tinggi), atau helmet ini tahan pada tegangan listrik yang tinggi. c. Kelas C, yaitu metalik helmet, digunakan untuk pekerja yang terkerja pada keadaan kerja yang panas, seperti pada pengecoran logam, atau pada dapurdapur pembakaran. d. Kelas D yaitu helmet dengan ketahanan yang kecil pada api, hingga harus dijauhi dari percikan api. Bahan pembuat helmet itu biasanya terbagi dalam susunan plastik dan diciptakan pada desakan yang tinggi, Dengan hal tersebut helmet jadi tahan pada air, minyak, tumbukan dan arus listrik. Khusus untuk helmet metal di buat berbahan metal yang kuat, namun enteng. Sebagai contoh helmet berbahan aluminium yang digunakan untuk pekerja dengan peluang terserang tumbukan sangat besar. Namun helmet berbahan aluminium tidak bisa dipakai untuk bekerja pada daerah di mana kecendrungan terserang arus listrik sangat besar, sebab helmet ini mengalirkan atau dapat dialiri oleh arus listrik. Helmet type ini tahan pada bentrokan. Type bahan helmet yang lain adalah fiberglass yang diperkaya dengan damar. Type helmet berbahan ini sangat banyak dipakai, sebab ia memiliki ketahanan yang tinggi pada kelembapan. Khusus untuk pekerja yang bekerja saat malam hari helmet yang pas untuk dia adalah type helmet yang bisa keluarkan cahaya saat malam hari atau pancarkan cahaya pada daerah yang gelap. Khusus untuk helmet yang akan dipakai untuk daerah yang kecendrungan terjadi kecelakaan akibat arus listrik maka helmet itu harus selalu di check dengan teratur karakter hambatnya pada listrik. Bagian dalam dari helmet diperlengkapi dengan pelapisan dan tempat kedudukan kepala. Susunan diambil yang bisa mengakibatkan rasa nyaman untuk penggunanya dan tempat kedudukan kepala sebaiknya dapat distel besar kecilnya hingga sesuai sama ukuran kepala penggunanya. Untuk pekerja wanita dan pekerja pria yang memiliki rambut panjang dan mereka bekerja di daerah di mana banyak bagian-bagian mesin yang berputar seperti rantai, dan ban diwajibkan memakai alat pelindung rambut. Manfaat alat itu yaitu agar rambut dapat ditutupi dengan cara prima, hingga kecelakaan kerja akibat terbelitnya rambut pada bagian-bagian mesin yang berputar dapat dijauhi. Alat pelindung rambut atau penutup rambut yang digunakan adalah sorban, jala rambut dan penutup kepala yang bisa tutup dengan cara prima. Penggunaan jaring rambut kurang aman jika pekerja itu bekerja pada daerah di mana percikan api sering terjadi. Karenanya type penutup rambut yang pas yaitu type penutup kepala. Prasyarat penutup kepala adalah : a. Tahan pada bahan kimia. b. Tahan panas. c. Enak digunakan (nyaman/sejuk). d. Tahan pada pukulan. e. Enteng dan kuat. f. Berwarna menarik. g. Memiliki ventilasi jika untuk tidak perlindungan pada debu.

2. Perlengkapan Pelindung Kebisingan Manfaat perlengkapan pelindung kebisingan ini adalah membuat perlindungan telinga dari kebisingan yang berlebihan, hingga dapat menebabkan rusaknya pada system pendengaran pekerja. Banyak industri yang dalam sistem produksinya menyebabkan kebisingan yang bisa mengakibatkan kehilangan pendengaran untuk pekerja. Standard kebisingan yang diizinkan yaitu 90 decibel menurut undang-undang keselamatan kerja, oleh karenanya kebisingan yang dibuat oleh suatu sistem produksi di dalam produksi harus diukur, dan diupayakan kurang dari standard yang sudah ditetapkan, agar tidak mengakibatkan rusaknya pada pendengaran pekerja. Karenanya ada pengukuran setiap saat dapat dijamin kalau tingkat kebisingan masih tetap dalam tingkat yang diijinkan. Alat pelindung kebisingan ada dua type, yakni type yang dimasukkan dalam lubang telinga dan yang nya ialah type yang tutup semua telinga.

a. Type Alat yang Dimasukkan ke Lubang Telinga Type perlengkapan ini pemasangannya dimasukkan dalam lubang telinga dan jenis dan ukurannya berbagai macam. Bahan yang dipakai untuk bikin perlengkapan ini adalah plastik yang lunak/lembut, karet yang lembut, lilin dan kain. Karet dan plastik yang lembut yaitu type bahan yang sangat populer untuk pembuatan alat ini, karena ia mudah dibersihkan, murah harga nya dan memberi bentuk dan warna sangat bagus atau menarik. Lilin sangat banyak digunakan untuk bikin perlengkapan pelindung kebisingan karena selain harga nya murah juga mudah dalam membentuknya. Namun lilin sulit untuk dibersihkan, hingga ia hanya digunakan untuk sekali gunakan. Karena lilin sangat lunak maka ia dapat beralih bentuk hingga daya proteksi pada kebisingan jadi menyusut. Kain yaitu bahan yang buruk untuk perlindungan pada kebisingan, sebab ia sangat rendah daya hambatnya pada kebisingan. Penutup telinga berbahan karet dan plastik yang lembut sangat efisien dalam penggunaannya, sebab dalam pemasangannya sangat mudah yakni hanya mengutamakan ke lubang telinga dan ia akan tutup lubang telinga dengan cara prima, tidak ada kebocoran. Hanya perlu diingat sebenarnya bahan plastik dan karet dapat mengakibatkan luka pada lubang telinga, dan mungkin mengakibatkan kurang nyaman dalam penggunaannya.

b. Type Pelindung Kebisingan yang Menutupi Semua Telinga Bentuk perlengkapan ini dapat tutup semua telinga, hingga akan didapat keseimbangan pendengaran pada telinga kanan dan telinga kiri. Untuk membuahkan perlindungan kebisingan yang efisien, maka bentuk, ukuran, bahan, penyekat, type pegas dari penutup telinga ini harus betul-betul diambil dengan cara baik, hingga sipemakai merasa nyaman. Dengan semakin mengembangnya tehnologi maka makin baik alat-alat pelindung kebisingan dengan bentuk yang relatif kecil, namun memiliki daya proteksi/perlindungan yang benar.

3. Pelindung Mata. Luka pada mata dapat disebabkan oleh ada bahan atau beram yang masuk ke mata akibat pekerjaan pemotongan bahan, percikan bunga api pada saat pengelasan, debu-debu, radiasi dan cahaya ultraviolet yang lain. Kecelakaan pada mata dapat menyebabkan cacat seumur hidup, di mana mata tidak bisa berperan lain atau mungkin dengan kata lain orang jadi buta. Dengan hal tersebut kecelakaan pada mata akan menyebabkan kerugian yang sangat besar baik untuk perusahaan ataupun untuk pekerja tersebut. Dalam suatu survey didapat data kalau kecelakaan atau luka pada mata disebabkan oleh : a. Object atau bahan yang tentang mata (pecahan logam, beragam-ragam, pecahan batu gerinda, paku, percikan bunga api, dan lain sebagainya). b. Debu dari penggerindaan c. Karat. d. Cahaya atau cahaya. e. Percikan logam. f. Gas beracun atau asap beracun. Banyak type perlengkapan yang dipakai membuat perlindungan mata yang sesuai dengan keperluan perlindungan yang diperlukan. Type kaca mata yang banyak dipakai dalam industri adalah :

a Kaca Mata untuk Pekerjaan dengan Bahan Kimia Pekerja yang bekerja pada labotarium kimia atau pabrik kimia harus selalu memakai alat-alat keselamatan kerja, terlebih kacamata. Kacamata untuk pekerja ini yaitu kacamata khusus di mana lensa dan pemegangnya harus tahan pada bahan kimia. Lensa kaca mata ini harus tahan pada bahan kimia dan debu-debu bahan kimia yang halus. Type lensanya harus tahan pada panas dan dampak panas akibat zat kimia, pada framenya atau rangka pemegangnya diperlengkapi dengan saluran buang, hingga jika terjadi percikan bahan kimia, maka cairan bahan kimia itu akan dibuang melalui saluran buang yang sudah disiapkan. Dengan hal tersebut akan tidak melukai anggota tubuh dari pekerja.

b. Kaca Mata Las Kaca mata las terbagi dalam dua type dan memiliki berbagai macam bentuk. Type yang umum digunakan yaitu kaca mata las untuk pengelasan listrik dan kaca mata yang dipakai untuk pengelasan dengan las asetilin. Lensa untuk kaca mata pengelasan listrik lensanya lebih gelap dibanding dengan lensa untuk pengelasan dengan las asetilin. Semua kaca mata yang dipakai baik untuk pengelasan listrik ataupun untuk las asetilin memiliki dua lensa. Di mana lensa yang satu, yang terdapat dibahagian luar adalah lensa pelindung, atau sering dimaksud cover glass. Manfaat dari cover glass ini adalah melindungi agar lensa yang ke-2 (lensa gelapnya) tidak alami rusaknya akibat percikan logam dari bunga api. Cover glass atau pelindung lensa ini dipakai membuat perlindungan mata dan kaca atau lensa kaca mata tersebut, sebab lensa yang digunakan pada kaca mata itu tidak tahan pada cahaya yang panas atau terkena bahan kimia. Jika lensa kaca mata itu terkena panas maka ia akan pecah atau rusak, hingga kaca mata itu tidak bisa berperan lagi. Penggunaan cover glass ini terlebih pada penggerindaan berat, pekerjaan pengecoran logam, dan pekerjaan pemesinan berat yang lain, dan pada pengelasan.

Bentuk kaca mata untuk las asetelin dan kaca mata untuk las listrik dapat sama, namun lensa yang dipasang berbeda. Hal itu karena cahaya yang dibuat oleh api las listrik lebih tajam dibanding cahaya yang dibuat oleh api las asetelin. Ketidaksamaannya hanya pada warna lensanya. Selain bentuk kaca mata pada pengelasan listrik disiapkan khusus perlengkapan membuat perlindungan muka dan mata dari cahaya api las listrik yang di kenal dengan masker las.

4. Pelindung Muka Banyak type perlengkapan di buat membuat perlindungan muka beberapa pekerja. Biasanya alat itu juga berperan sebagai pelindung kepala dan leher sekaligus. Alat itu berperan membuat perlindungan muka dari cairan bahan kimia, logam panas dan percikan bunga api, dan luka yang lain yang akan terjadi pada kepala, leher dan muka pekerja. Bahan untuk alat pelindung muka biasanya dari plastik transparant, hingga mata masih tetap dapat tetaplah lihat aktivitas yang dilakukan. Misalnya pada penggerindaan, pengangkutan beberapa bahan kimia dan ketika melakukan penggergajian. Pelindung muka yang akan dipadukan dengan penutup kepala harus mudah ditukar apabila terjadi rusaknya atau telah tidak terang lagi/tidak transparant. Pelindung muka ini harus dapat ditata kedudukannya, hingga beberapa penggunanya merasa nyaman. Type alat pelindung kepala dan muka seperti babbitting helmet (helmet berbahan babbit), yang bisa membuat perlindungan kepala dan muka dari percikan logam panas dan radiasi panas. Bentuk helmet ini diperlengkapi dengan jendela dan penutup dagu dan penutup rambut. Perlengkapan lain untuk pelindung muka yaitu masker las. Type perlengkapan ini dipakai membuat perlindungan mata dan muka dari percikan api las dan percikan logam cair hasil pengelasan. Pada jendela kacanya diperlengkapi dengan lensa penambahan untuk melindungi agar lensa yang gelap tidak rusak terkena panas/percikan api las dan percikan logam cair hasil pengelasan. Bahan untuk bikin masker las harus tahan pada panas dan sebagian bentrokan enteng. Ia harus juga dapat menahan panas dengan baik, hingga muka pekerja tidak merasa panas. Selain itu harus juga tahan pada arus listrik atau non konduktor, type masker las ini ada yang dipegang dengan tangan pada saat memakainya dan ada yang diletakkan dikepala pekerja. Untuk masker las yang diletakkan dikepala pekerja diperlengkapi dengan tempat dudukan kepala. Prasyarat tempat dudukan kepala ini harus dapat ditata, hingga pekerja merasa nyaman dalam memakainya.

Pelindung Tangan Jari-jari tangan adalah bahagian badan yang kerapkali alami luka akibat kerja, seperti : tepotong oleh pisau, luka terbakar karena memegang benda panas, tergores oleh permukaan benda yg tidak halus, dan ada banyak lagi bentuk luka yang lain. Karenanya tangan dan jari-jari sangat perlu dilindungi dengan baik, karena semua pekerjaan semuanya ditangani dengan memakai tangan. Alat pelindung tangan yang umum dipakai adalah a. Sarung tangan berbahan asbes, dipakai membuat perlindungan tangan dari panas. Type sarung tangan ini fleksibel hingga sangat enak dipakainya. b. Sarung tangan dengan bahan kulit, dipakai membuat perlindungan tangan dari percikan api atau kondisi benda kerja yang tidak terlalu panas, beram-beram dan benda kerja yang kasar permukaannya. Biasanya sarung tangan berbahan kulit yang sudah disamak dapat digunakan untuk pekerjaan pengelasan. c. Sarung tangan berbahan karet, dipakai oleh pekerja bagian kelistrikan. d. Sarung tangan yang terbuat berbahan kombinasi karet, neoprene, dan vinyl, dipakai untuk pekerjaan pengangkutan beberapa bahan kimia. Sedang sarung tangan berbahan neoprene dan vinyl dipakai untuk pengangkutan beberapa bahan minyak atau petroleum. e. Metal mesh gloves, sarung tangan type ini dipakai oleh pekerja yang selalu bekerja memakai pisau dan benda-benda tajam yang lain. Dengan penggunaan sarung tangan ini maka bahaya luka akibat pisau dan benda tajam yang lain dapat dihindarkan. f. Sarung tangan berbahan cotton dipakai untuk pelindungan tangan dari debu dan kotoran.

Selain sarung tangan ada bahan lain yang bisa membuat perlindungan kulit tangan dan kulit lengan dan luka pedih, yakni semacam krim. Krim ini dioles-oleskan pada tangan dan lengan agar kulit terlepas dari beberapa bahan yang bisa melukai kulit.

6. Pelindung Kaki Sepatu kerja atau alat pelindung kaki yang perlu dipakai pada bengkel kerja mesin, harus penuhi kriteria tertentu, yakni : harus dapat membuat perlindungan kaki pekerja dari luka kejatuhan benda berat, terserang beram, benda panas/pijar, beberapa bahan kimia yang beresiko, dan lain kecelakaan yang mungkin muncul dan mengakibatkan luka untuk pekerja. Konstruksi sepatu kerja pada bengkel kerja mesin yaitu, di bagian ujung sepatu safety dipasang atau dilapis dengan plat baja, agar dapat menahan benda yang jatuh menimpa kaki. Karenanya ada penahan itu, maka kaki tidak alami luka. Bagian alasnya harus cukup kuat dan tidak mudah tergelincir. Bahan yang umum digunakan dalam pembuatan sepatu kerja yaitu kulit yang sudah disamak. Khusus untuk pekerja bagian kelistrikan, maka bahan pembuat sepatu akan diambil bahan non conduktor.

7. Pelidung Badan (Apron) Pelindung badan atau di kenal dengan nama apron dipakai membuat perlindungan badan terlebih badan bahagian depan, yakni dari leher sampai kaki dari beragam peluang luka, seperti terserang radiasi panas, percikan bunga api, dan percikan beram dan yang lain. Bahan untuk bikin apron ini dari asbes dan kulit yang sudah disamak. Apron yang terbuat dari asbes biasanya diperkaya dengan kawat-kawat halus, agar apron itu dapat menahan bentrokanbenturan enteng dan alat-alat yang tajam. Untuk pengangkutan benda atau beberapa barang yang berat baiknya di buat apron yang bisa membuat perlindungan bahu. Karenanya di bagian bahunya diperkaya dengan bahan lain, hingga dapat menahan beban yang berat tanpa ada melukai bahu.

8. Pakaian Kerja. Pakaian kerja atau baju kerja yaitu baju yang khusus di buat untuk dipakai bekerja di dalam bengkel atau laboratorium. Berbahan harus cukup kuat dan memiliki bentuk harus sesuai sama type pekerjaan yang ditangani. Pakaian kerja harus dapat membuat perlindungan pekerja yang luka akibat beram, serpihan benda kerja, goresan-goresan dan panas. Baju harus betul-betul terikat atau cocok dengan penggunaannya. Pada saat bekerja baju harus terkancing dengan cara prima, hingga tak ada bagian-bagian anggota tubuh yang terbuka atau tidak dilindungi.

N. KESELAMATAN KERJA SAAT PERBAIKAN KENDARAAN

1. Keselamatan Kerja pada System Rem
a. Mekanik/teknisi yang bekerja pada bagian rem, sebaiknya betul-betul memahami/tahu dengan cara teori dan praktek mengenai system rem, karena rem menyangkut keselamatan yang memiliki kendaraan dan orang yang bekerja.
b. Selama bekerja pada system rem jauhi beberapa hal yang berhubungan dengan listrik-elektronik kendaraan dengan melepas terminal massa baterai.
c. Sebelumnya pengujian rem dengan menggerakkan kendaraan dilakukan, check manfaat rem terlebih dulu dengan cara cermat, sering kecelakaan terjadi karena kelalaian kontrol manfaat rem sebelumnya kendaraan jalan.
d. Sebelumnya kendaraan diserahkan pada pelanggan, pastikan semua sesuatunya pada system rem jalan dengan baik, janganlah memberi kendaraan pada pelanggan sebelumnya dilakukan eksperimen/tes jalan.
e. Dilarang bekerja di bawah kendaraan yang diangkat tanpa ada penyangga/tripot stand.
f. Bila terjadi pergantian atau membubut/meratakan pringan/tromol rem, maka disarankan untuk ganti pad atau sepatu safety online rem dengan yang baru, agar penyesuaian bagian gesek dari pad dengan piringan atau tromol lebih baik.
g. Apabila terjadi pergantian sepatu rem/pad yang baru, maka perlu diterangkan pada yang memiliki kalau disarankan tidak melakukan pengereman dengan keras bila kendaraan jalan pada kecepatan 150 km.
h. Sangat disarankan tidak bersihkan silinder master, silinder roda atau silinder kaliper dengan amplas atau pasta gosok, bersihkan dilakukan hanya dengan cairan rem tersebut atau mungkin dengan alkohol, bila sangat terpaksa dilakukan pembersihan dengan pasta gosok maka gunakanlah type yang diijinkan/yang paling halus.
i. Selalu perhatikan dengan cermat baut-baut atau pengunci atau pipa/selang rem yang rusak atau cacat harus ditukar baru.
j. Semua permukaan yang bergesekan pada pad, sepatu rem atau tromol rem harus dijaga dari peluang terserang pelumas, vet atau gemuk yang lain.
k. Dilarang bersihkan debu system rem dengan hawa tekan, karena debu pada sepatu/pad rem yang memiliki kandungan asbes dan karbon sangat beresiko, bersihkanlah dengan air yang ditampung pada bak.
l. Semua pekerjaan atau komponen yang ditangani harus selalu dalam kondisi besih.
m. Pemasangan semua komponen harus dengan cermat dan benar.
n. Rem yaitu kelengkapan utama system pengaman kendaraan, oleh karenanya setelah pekerjaan usai pastikan dengan cermat tak ada kebocoran minyak rem yang terjadi pada instalasi rem.
o. Khusus pada system rem dengan ABS, bila dilakukan pengelasan pada bodi kendaraan, maka unit kontrol elektronik ABS harus dilepaskan.
p. Perhatian! Unit kontrol elektronik ABS dapat rusak bila suhunya meraih 80 oC.
q. Minyak rem beracun, iritasi pada kulit dan mudah terbakar, hati-hati bekerja dengan minyak rem, selalu bersihkan selekasnya bagian-bagian badan yang terserang minyak rem dengan air
r. Dilarang menyembuhkan luka dengan minyak rem.
s. Dilarang memakai minyak rem sisa.
t. Minyak rem harus ditukar baru paling lama setiap 2 th. sekali, atau sudah memiliki kandungan uap air dengan melakukan pengujian pada minyak rem.
u. Dilarang buang minyak rem sisa di tanah atau air dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan, bakarlah minyak rem berbarengan dengan sampah.
v. Jauhi tumpahan minyak rem pada cat atau lantai, selekasnya basuh dengan air tumpahan minyak rem itu.
2. Keselamatan Kerja Pada System AC Mobil
Penguapan zat pendingin (refrigeran atau semacamnya) yang lebih enteng dari hawa (dalam konsentrasi tinggi) dapat mengakibatkan mati lemas, zat itu beresiko untuk kesehatan kamu jangan pernah tertelan.
a. 3. Keselamatan Kerja pada Mesin
a. Saat melakukan pekerjaan pada ruang mesin, hati-hatilah pada kipas pendingin yang bisa hidup dengan cara automatis, ini sangat beresiko.
b. Janganlah menyentuh komponen yang bekerja dengan tegangan tinggi (system pengapian) saat mesin hidup, dapat menyebabkan fatal.
c. Selama bekerja dengan system listrik-elektronik kendaraan yang memiliki resiko pada hubung singkat rangkaian listrik, sebaiknya lebih dahulu melepas kabel massa-bodi dari baterai.
4. Keselamatan Kerja pada Listrik dan Elektronik Mobil
a. Melepas kabel massa baterai dengan cara automatis akan menghapus isi memori dalam system elektronik, (contoh : electric window winder, jam, radio, bahkan juga pada merk tertentu menghapus memori ECU). Pikirkan lewat cara cermat peluang untuk mereset/program lagi kembali memori itu, setelah pemasangan baterai kembali..
b. Dilarang melepas baterai dari system kelistrikan kendaraan saat mesin hidup, hal semacam ini akan mengakibatkan kerusakan ECU dan system elektronik yang lain, rusaknya komponen itu akan terjadi apabila memakai Quick Charger untuk menolong men-stater mobil.
c. Pastikan dudukan baterai dan terminalnya terikat dengan benar.
d. Rangkaian kabel dan klam pemegang kabel yang dilepaskan selama pelaksanaan perbaikan, harus dikembalikan lagi ketempat aslinya dan dikeraskan/diikat dengan benar.
e. Pastikan semua jalinan massa telah terpasang dengan benar. Rusaknya jalinan massa dapat mengakibatkan kekeliruan system dan dalam masalah yang lebih serius lagi dapat mengakibatkan rusaknya ECU. Jangan sampai menghubungkan atau melepas ECU atau konektor penghubung komponen elektronik yang lain saat kunci kontak pada posisi ON.
f. Letakkan komponen yang dibongkar pada tempat yang bersih dan tutup dengan pelindung uap air yang masih tetap bagus (dapat dengan paket plastik) janganlah pakai penutup yang telah rusak. Bila perbaikan tidak bisa dilakukan dengan selekasnya, tutupi semua komponen yang telah dibongkar atau tutup sekedarnya dengan hati-hati. Paket komponen hanya di buka bila segara akan dipasang.
g. Untuk menghindar rusaknya pada sabuk bergerigi (V-Belt), pastikan sabuk bergerigi tidak kontak segera dengan air.
h. Pada komponen elektronik biasanya cukup peka pada goncangan, hati-hati dan jagalah agar komponen tidak jatuh atau terbentur.

Waktu Penggantian Sepatu Safety

Gambar terkait

Cara praktis memastikan kapan sepatu safety baiknya ditukar yaitu bila sepatu safety tidak dapat lagi berperan membuat perlindungan kaki dari pukulan, bentrokan, tusukan, atau bahaya yang lain, maka Kamu harus segera menggantinya. – Fawn Evenson, American Apparel and Footware Association President

Material dan design sepatu safety memang makin mutakhir, namun masih tetap saja setiap alat pelindung diri pasti memiliki rentang umur yang terbatas. Lalu, kapan waktu yang tepat untuk ganti sepatu safety? Seberapa sering sepatu safety harus ditukar?

Sampai saat ini, regulasi yang mengulas tentang saat kedaluwarsa maupun saat pergantian sepatu safety memang belum ada. Pastinya terdapat beberapa hal yang perlu diperhitungkan dalam memastikan frekwensi pergantian sepatu safety.

Keadaan dan kondisi di lingkungan kerja, jadi salah satu hal penting yang perlu diperhitungkan dalam mengatur seberapa sering sepatu safety harus ditukar. Sebagai contoh, seseorang yang bekerja di lapangan atau konstruksi mungkin perlu mengganti sepatu safety setahun sekali atau kurang. Disamping itu, seseorang yang bekerja di gudang, sepatu safety dapat tahan lebih lama, mungkin dapat dipakai selama 1, 5 tahun.

Walau frekwensi pergantian sepatu safety itu dapat tidak sama, namun sepatu safety harus cepat ditukar apabila ada rusaknya fisik yang pasti. Sepatu safety yang usang bukan sekedar menghalangi kerja Kamu, namun dapat juga tingkatkan resiko cedera. Pakai beberapa dasar ini untuk tahu apakah sepatu safety Kamu memang telah waktunya untuk pensiun atau tidak.

  • Steel-toe alami rusaknya (berlekuk/penyok) akibat terserang jatuhan benda tajam dan/atau benda berat.
  • Tapak sepatu yang hilang dan licin. Seiring waktu berjalan, karet pada outsole akan menipis seperti karet pada ban mobil. Perhatikan ” titik botak ” pada outsole-nya, bagian karet mana yang memudar. Bila hanya lecet-lecet sedikit itu tidak jadi masalah, tetapi bila tapaknya hilang dan bagian outsole-nya sangat tidak tebal, hal semacam ini mengakibatkan sepatu jadi licin dan membahayakan.
  • Midsole yang habis (aus). Midsole, bagian sepatu yang berikan rasa ” kenyal ” pada setiap langkah kaki Kamu. Kamu dapat mengecek rusaknya midsole lewat cara meletakkan sepatu diatas meja datar (bagian permukaan sepatu harus lurus dan rata) dan check dari belakang. Bila satu sisinya miring, itu bermakna susunan busa bagian tengah midsole punya masalah. Cara yang lain, bila Kamu dapat menekuk bagian ujung kaki sampai ke tumit, bermakna sepatu Kamu telah tidak memiliki daya serap pada bentrokan lagi. Midsole yang aus dapat mengakibatkan ketidakstabilan pada kaki, hingga dapat menyebabkan cedera pada lutut dan pergelangan kaki.
  • Untuk sepatu safety yang memiliki feature tahan air atau tahan pada bahan kimia, pergantian harus dilakukan bila bagian karet/PVC, foxing, outsole atau toe cap lepas atau mengelupas.
  • Tidak dapat menahan efek bahaya pukulan dan bentrokan. Misalnya bagian atas, toe cap, outsole sepatu mudah retak/tembus/mudah robek saat terserang potongan atau tusukan benda tajam atau berat.
  • Dalam periode waktu kian lebih setahun, sepatu safety online dengan feature anti sengat listrik (electric shock resistance) dan anti statis akan alami penurunan kekuatan dalam menahan efek bahaya atau alami keausan.
  • Sepatu safety yang sole-nya memiliki bahan PU (Poly Urethane) memiliki saat kedaluwarsa, biasanya optimal 4-5 th. dan saat kedaluwarsa saat taruh (bila sepatu jarang dipakai) optimal 2 th. dari saat produksi. Bila telah masuk saat kedaluwarsa, sole memiliki bahan PU akan hancur dengan sendirinya. Kamu dapat lihat kode produksi yang berada dibalik sepatu. Sedang untuk sepatu safety yang sole-nya memiliki bahan rubber (karet) tidak memiliki kedaluwarsa.

Dalam hal semacam ini, entrepreneur dianjurkan memiliki ketentuan tercatat tentang pergantian sepatu safety dengan cara teratur, dapat setahun sekali atau lebih bergantung keadaan ruang kerja dan frekwensi pemakaian sepatu. Pasalnya, apabila entrepreneur lengah mengatasi ini atau tidak memiliki ketentuan yang tentu, maka keselamatan pekerjalah sebagai taruhannya. Selekasnya ganti sepatu safety Kamu bila alami rusaknya fisik atau tidak dapat membuat perlindungan kaki dengan cara optimal ya!

6 Cara Membeli Alat Keselamatan Kerja yang Berkualitas

Hasil gambar untuk 6 Cara Membeli Alat Keselamatan Kerja yang Berkualitas

Alat Keselamatan Kerja atau yang disebut juga alat pelindung diri merupakan alat yang penting dipersiapkan oleh kontraktor bangunan ataupun kepala proyek tertentu. Alat pelindung diri itu bukan hanya diperlukan untuk mereka, tetapi juga untuk semua pekerja yang ikut serta dalam proyek pembangunan. Dalam membeli alat pelindung diri, Anda perlu memerhatikan enam tips berikut ini guna memperoleh produk yang berkwalitas dan aman selama digunakan oleh banyak pekerja proyek.

Kenali Tempat Membeli Produk Alat Keselamatan Kerja

Kamu perlu mengetahui dimana tempat tempat beli product alat pelindung diri yang diperlukan. Walau Kamu beli dengan cara on-line melalui toko Jual Alat Safety resmi. Kamu tetaplah harus mengecek alamat dari toko penyedia product alat pelindung diri itu. Pastikan alamat toko itu tidak fiktif dan benar ada. Untuk memberikan keyakinan kehadiran dari toko penyedia alat pelindung diri itu, Kamu dapat mendatangi segera ke tempat. Bila tempat toko berada dalam satu kota dengan Kamu. Bila tidak, maka Kamu dapat menelepon segera dari nomor telepon customer service yang tercantum. Pastikan juga tanggapan dari pihak customer service melayani Kamu dengan ramah dan profesional.

Standard Produksi dari Setiap Alat Keselamatan Kerja yang dipasarkan

Kamu perlu tahu apakah setiap product alat pelindung diri yang di pasarkan telah penuhi standard produksi. Sebagai contoh untuk setiap product yang di pasarkan di Indonesia, maka harus mengaplikasikan Standard Nasional Indonesia atau SNI. Untuk tahu, Kamu dapat mengecek pada paket atau bertanya segera pada produsen atau penjual dari product alat pelindung diri itu. Pastinya, untuk Kamu yang akan beli safety helmet, alat pelindung diri itu harus kuat, tahan bentrokan, tahan lama dan tidak mudah rusak ketika terserang benda keras atau benda tajam. Hingga product safety helmet itu betul-betul di produksi dengan mengaplikasikan standard produksi.

Kwalitas Product Alat Keselamatan Kerja Tampil Sempurna

Kamu perlu tahu tentu product alat pelindung diri tampil prima. Artinya, kwalitas product alat pelindung diri tidak sebatas terlihat baik dari jenisnya. Tetapi, harus dapat Kamu pastikan dapat bekerja dengan baik. Dapat membuat perlindungan pekerja dengan cara aman selama bekerja. Janganlah tertipu dengan product alat pelindung diri yang terlihat bagus dari penampilan luarnya. Pastikan juga kalau product alat pelindung diri itu jadi alat pelindung yang bisa dihandalkan dalam proyek-proyek besar.

Beli Alat Keselamatan Kerja Sesuai Keperluan Proyek yang digerakkan

Kamu perlu meyakinkan setiap alat pelindung diri yang dibeli yaitu alat yang memang diperlukan. Artinya, Kamu tidak membuang-buang dana proyek untuk beli alat pelindung diri yg tidak diperlukan. Atau, Kamu salah dalam beli alat pelindung diri hingga alat yang semestinya diperlukan jadi tidak terbeli. Sebagai contoh, bila pekerja memerlukan sepatu safety keselamatan kerja sebagai pelindung diri, maka Kamu harus membelinya.

Harga Produk Alat Keselamatan Kerja yang Wajar

Kamu perlu memilih product alat pelindung diri dengan harga yang lumrah. Karenanya, Kamu perlu melakukan survey harga dari alat pelindung diri yang di pasarkan. Lalu dari harga itu, cek juga mutunya. Hingga Kamu akan tahu manakah product alat pelindung diri untuk pekerja yang pas untuk diambil. Ingat, janganlah dipengaruhi dengan harga terjangkau. Pastikan Kamu peroleh harga dari setiap alat pelindung diri dengan cara lumrah. Dan tentunya sesuai sama dengan biaya proyek yang tengah digerakkan.

Targetkan Merk Terpercaya untuk Membeli Alat Keselamatan Kerja

Kamu perlu memiliki tujuan merk tertentu dalam beli alat pelindung diri. Dengan tahu merk tertentu yang ditunjuk berkwalitas, maka Kamu tak perlu bingung dalam beli. Kamu sudah mengetahui merk yang ditunjuk di terima baik oleh pasar. Hingga tunjukkan kwalitas alat pelindung diri dapat dihandalkan membuat perlindungan pekerja selama bekerja dalam proyek.

Pekerja proyek bekerja di lapangan. Artinya, mereka berada diluar ruangan dengan bersinggungan mesin atau alat berat yang pasti beresiko. Karenanya, sebelumnya mengawali proyek yang direncanakan, maka kontraktor atau kepala proyek harus membekali beberapa pekerja termasuk dianya dengan Alat Safety. Hingga pastikan berapakah banyak jumlah pekerja yang akan terjun ke lapangan. Hingga ketersediaan alat pelindung diri selama bekerja dapat tercukupi.

Keselamatan dan Keamanan Kerja laboratory safety (K3)

Gambar terkait

1. Keselamatan dan Keamanan Kerja laboratory safety (K3)

Keselamatan dan Keamanan Kerja atau laboratory safety (K3) memerlukan perhatian khusus, karena riset menunjukkan telah terjadi kecelakaan kerja dengan intensitas yang mengkawatirkan yakni 9 orang/hari. Oleh karenanya K3 seyogyanya melekat pada proses praktikum dan riset di laboratorium. Laboratorium yaitu tempat staf pengajar, mahasiswa dan pekerja lab melakukan eksprimen dengan bahan kimia alat gelas dan alat khusus. Pemakaian bahan kimia dan alat itu punya potensi terjadinya kecelakaan kerja. Biasanya kecelakan kerja penyebabnya intinya yaitu kelalaian atau kecerobohan. Oleh karenanya perlu dilakukan usaha untuk menghindar terjadinya kecelakaan dg cara membina dan meningkatkan kesadaran (attitudes) akan pentingnya K3 di laboratorium.

Keselamatan Kerja di Laboratorium, perlu diberitakan dengan cara cukup (tidak berlebihan) dan relevan untuk tahu sumber bahaya di laboratorium dan akibat yang diakibatkan dan cara penanggulangannya. Hal itu perlu diterangkan berulang lagi agar lebih tingkatkan kewaspadaan. Keselamatan yg disebut termasuk orang yg ada di sekelilingnya.

2. Ketentuan Keselamatan Kerja
Maksud Ketentuan Keselamatan Kerja ditujukan untuk menanggung :
a. Kesehatan, keselamatan dan kesejahteraan orang yg bekerja di laboratorium.
b. Menghindar orang lain terserang kemungkinan terganggu kesehatannya akibat aktivitas di laboratorium.
c. Mengontrol penyimpanan dan pemakaian bahan yang mudah terbakar dan beracun
d. Mengontrol pelepasan bahan beresiko (gas) dan zat berbau ke hawa, hingga tidak beresiko negatif pada lingkungan.
Ketentuan umum yang terdapat dalam ketentuan itu menyangkut hal hal seperti berikut :
a. Orang yang tidak berkepintingan dilarang masuk laboratorium, untuk menghindar hal yg tidak dikehendaki.
b. Janganlah melakukan eksprimen sebelumnya tahu info tentang bahaya bahan kimia, alat alat dan cara penggunaannya.
c. Mengetahui semua type perlengkapan keselamatan kerja dan letaknya untuk mempermudah pertolongan saat terjadi kecelakaan kerja.
d. Harus tau cara penggunaan alat emergensi : pemadam kebakaran, eye shower, respirator dan alat keselamatan kerja yang lain.
e. Setiap laboran/Pekerja laboratorium harus tau berikan pertolongan darurat (P3K).
f. Latihan keselamatan harus dipraktekkan dengan cara periodik bukanlah dihapalkan saja
g. Dilarang makan minum dan merokok di lab, bhal ini berlaku juga untuk laboran dan kepala Laboratorium.
h. Janganlah terlalu banyak bicara, berkelakar, dan lelucon lain ketika bekerja di laboratorium
i. Jauhkan alat alat yang tidak dipakai, tas, hand phone dan benda lain dari atas meja kerja.

3. Baju di Laboratorium
Pekerja laboratorium harus mentaati norma berbusana di laboratorium. Baju yang dipakai di laboratorium tidak sama dengan baju yang dipakai satu hari hari. Baju atau baju di laboratorium sebaiknya ikuti ketentuan seperti berikut :
a. Dilarang memakai perhiasan yang bisa rusak oleh bahan kimia, sepatu safety yang terbuka, sepatu licin, atau memiliki hak tinggi.
b. Wanita dan pria yang memiliki rambut panjang harus diikat, rambut panjang yg tidak terikat dapat mengakibatkan kecelakaan. karena dapat tersangkut pada alat yang berputar.
c. Gunakanlah jas praktikum, sarung tangan dan pelindung yang lain dg baik walau, pemakaian alat alat keselamatan jadikan tidak nyaman.

4. Bekerja dengan Bahan Kimia
Apabila kamu bekerja dengan bahan kimia maka diperlukan perhatian dan ketelitian dalam perlakuannya. Mengenai hal umum yang perlu di perhatikan yaitu seperti berikut :

a. Jauhi kontak segera dengan bahan kimia
b. Jauhi hirup segera uap bahan kimia
c. Dilarang mencicipi atau mencium bahan kimia terkecuali ada perintah khusus (cukup hanya mengkibaskan kearah hidung)
d. Bahan kimia dapat bereaksi segera dengan kulit menyebabkan iritasi (pedih dan gatal)

Memindahkan Bahan Kimia

Seseorang laboran tentu melakukan pekerjaan perpindahan bahan kimia pada setiap kerjanya. Ketika melakukan perpindahan bahan kimia maka harus di perhatikan hal hal seperti berikut :
a. Baca label bahan sekurang kurangnya 2 x untuk hindari kekeliruan dalam pengambilan bahan misalnya pada asam sitrat dan asam nitrat.
b. Pindahkan sesuai jumlah yang diperlukan
c. Janganlah memakai bahan kimia dengan cara berlebihan
d. Janganlah kembalikan bahan kimia ke tempat botol awal mulanya untuk hindari kerancuan, walau dalam hal semacam ini terkadang terasa boros

Memindahkan Bahan Kimia Cair

Ada sedikit ketidaksamaan ketika seseorang laboran memindahkan bahan kimia yang wujudnya cair. Hal yang perlu di perhatikan yaitu :
a. Tutup botol di buka lewat cara dipegang dengan jari tangan dan sekaligus telapak tangan memegang botol itu.
b. Tutup botol janganlah di taruh di atas meja karena isi botol dapat terkotori oleh kotoran yang ada di atas meja.
c. Pindahkan cairan memakai batang pengaduk untuk hindari percikan.
d. Pindahkan dengan alat lain seperti pipet volume hingga lebih mudah.

Memindahkan Bahan Kimia Padat

Perpindahan bahan kimia padat memerlukan perlakuan seperti berikut :
a. Pakai sendok sungu atau alat lain yang bukanlah datang dari logam.
b. Janganlah keluarkan bahan kimia terlalu berlebih.
c. Pakai alat untuk memindahkan bebas dari kerancuan. Jauhi satu sendok untuk berbagai macam kepentingan.

Cara Pemanasan Larutan dalam Tabung Reaksi

Pemanasan tabung reaksi sering dilakukan dalam suatu percobaan di laboratorium. Terdapat beberapa reaksi yang perlu dilakukan pemanasan untuk mempercepat sistem reaksi. Tatacara melakukan pemanasan tabung reaksi yaitu :
a. Isi tabung reaksi beberapa saja, sekitar sepertiganya.
b. Api pemanas terdapat di bagian bawah larutan.
c. Goyangkan tabung reaksi agar pemanasan rata.
d. Arah mulut tabung reaksi pada tempat yang kosong agar percikannya tidak tentang orang lain.

Cara memanaskan dengan gelas Kimia

Pemanasan yang dilakukan memakai gelas kimia (bukanlah tabung reaksi) maka harus memerhatikan ketentuan seperti berikut :
a. Pakai kaki tiga sebagai penopang gelas kimia itu.
b. Tempatkan batang gelas atau batu didih pada gelas kimia untuk hindari pemanasan mendadak.
c. Bila gelas kimia itu berperan sebagai penangas air, isikan air seperempatnya saja agar tidak terjadi tumpahan.

5. Perlengkapan dan Cara Kerja
Bekerja dengan alat alat kimia juga punya potensi terjadinya kecelakaan kerja, oleh karenanya harus di perhatikan hal hal seperti berikut :
a. Botol reagen harus dipegang lewat cara di bagian label ada pada telapak tangan.
b. Banyak perlengkapan terbuat dari gelas, hati hati terkena pecahan kaca. Apabila memasukkan gelas pada prop-karet pakai sarung tangan sebagai pelindung.
c. Ketika memakai pembakar spritus hati hati jangan pernah tumpah di meja karena mudah terbakar. Bila dipakai bunsen amati kondisi selang apakah masih tetap baik atau tidak.
d. Hati hati apabila mengencerkan asam sulfat pekat, asam sulfatlah yang dituang sedikit untuk sedikit di air dan bukanlah sebaliknya.

6. Pembuangan Limbah
Limbah bahan kimia pada umumnya meracuni lingkungan, oleh karenanya perlu perlakuan khusus :
a. Limbah bahan kimia tidak bisa dibuang segera ke lingkungan.
b. Buang pada tempat yang disediakan
c. Limbah organik dibuang pada tempat terpisah agar dapat didaur lagi.
d. Limbah padat (kertas saring, korek api, endapan) dibuang di tempat khusus.
e. Limbah yg tidak beresiko (Contoh : detergen) bisa segera dibuang, dengan inginceran air yang cukup banyak.
f. Buang selekasnya limbah bahan kimia setelah penilaian usai.
g. Limbah cair yg tidak larut dlm air dan beracun dihimpun pada botol dan di beri label yang pasti.

7. Terserang Bahan Kimia
Kecelakaan kerja umum saja terjadi walau sudah bekerja dengan hati hati. Apabila hal semacam itu terjadi maka perhatikan hal hal seperti berikut :
a. Janganlah cemas.
b. Mintalah pertolongan rekanan kamu yang ada didekat kamu, oleh karena itu dilarang bekerja sendirian di laboratorium.
c. Bersihkan bagian yang alami kontak segera dengan bahan itu, apabila sangat mungkin basuh sampai bersih
d. Apabila terkena kulit, janganlah digaruk, agar tidak rata.
e. Bawalah keluar ruangan korban agar banyak hirup oksigen.
f. Apabila mengkawatirkan kesehatannya selekasnya hubungi paramedik secepat-cepatnya.

8. Terjadi Kebakaran
Kebakaran mungkin terjadi di laboratorium, karena di dalamnya banyak tersimpan bahan yang mudah terbakar. Apabila terjadi kebakaran maka :
a. Janganlah Panik
b. Selekasnya bunyikan alarm sinyal bahaya.
c. Identifikasi bahan yang terbakar (kelas A ; B atau C), padamkan dengan kelas pemadam yang sesuai (Contoh kebakaran klas B bensin, minyak tanah dan lain-lain tidak bisa disiram dg air)
d. Jauhi hirup asap dengan cara segera, pakai masker atau tutup hidung dengan sapu tangan.
e. Tutup pintu untuk menghalangi api jadi membesar dengan cepat.
f. Mencari Pertolongan Pemadam Kebakaran

9. Gabungan Bahan yang perlu dihindari
Gabungan bahan berikut ini punya potensi terjadi kecelakaan kerja, oleh karena itu harus dijauhi.
a. Natrium atau Kalium dengan air
b. Amonium nitrat, serbuk seng dan air
c. Kalium nitrat dengan natrium asetat
d. Nitrat dengan ester
e. Peroksida dengan magnesium, seng atau aluminium
f. Benzena atau alkohol dengan api

10. Gas Berbahaya
Ada beberapa gas yang beresiko keberadaanya di laboratorium. Gas gas itu yaitu :
a. Berbentuk Iritasi
Gas HCl, HF, nitrat dan nitrit, klorin, sulfur dioksida (perhatikan baunya yg
nyegrak/menyengat).
b. Karbon monoksida
Sangat mematikan, semua reaksi yang membuahkan gas itu dijauhi, karena tidak berwarna, dan tidak berbau
c. Hidrogen sianida berbau seperti almond
Hidrogen sulfida dikenali dari baunya Hidrogen selenida (H2Se) gas yg sangat beracun.

Panduan Cara Merawat Sepatu Safety agar Lebih Awet

Image result for PERLENGKAPAN KESELAMATAN KERJA DI KAPAL (PPE)

Saat ini sangat banyak grosir sepatu safety atau penjual sepatu safety lokal maupun import yang bermunculan. Namun mereka jarang sekali memberi edukasi mengenai perawatan sepatu safety tersebut. Nah, Agar sepatu safety baru yang kamu gunakan tidak cepat usang jadi diperlukan perawatan teratur terlebih dibagian yang berbahan kulit jadi akan mudah kusam & sepatu rusak, jadi diperlukan perawatan. Berikut ini beberapa tips perawatan sepatu terlebih yang berbahan kulit.

  1. Setelah dipakai upayakan selalu mengelap dibagian yang memiliki bahan kulit, atau ditambah semir apabila diperlukan.
  2. Bersihkan bagian bawah sole apabila ada kotoran yang menempel, terutama sole yang berbahan PU (polyurethane), karena sole ini memiliki bahan peka dan memiliki kadaluwarsa hingga apabila tidak rajin membersikannya maka solenya akan cepat rusak/hancur.
  3. Lakukan penyemiran dan penyiktan sole lewat cara berkala sampai membuat perlindungan susunan kulit tetaplah terbangun dan tidak jadi kaku dan melindungi sole tetaplah bersih.
  4. Angin-anginkan saja agar sepatu tidak lembab dan berjamur. Jangan sampai mengelap sepatu kulit dengan memakai air! gunakan bahan lembut untuk mengelapnya.
  5. Simpanlah sepatu di tempat yang kering dan tidak lembab, dan jauhi menjemur sepatu di bawah cahaya matahari segera.
  6. Untuk sepatu memiliki bahan suede sesungguhnya hampir sama saja dengan bahan kulit tetapi sepatu memiliki bahan ini dapat dibersihkan lewat cara menyikat walau demikian memakai sikat khusus yang lembut atau dengan juga pembersih semprot khusus untuk bahan suede, misalnya leather cleaner buatan cololite.
  7. Khusus untuk sepatu safety jakarta kulit yang berwarna putih, dapat di lap dengan memakai odol putih sampai rata agar kulit sepatu tidak pecah-pecah dan lebih awet dan warnanya selalu putih bersih dan tidak kusam.
  8. Pakai ganjalan dalam sepatu membuat perlindungan bentuk, kamu dapt membelinya di toko sepatu atau di supermarket, apabila tidak miliki kamu mungkin memakai potongan kertas Koran yang sudah kamu bentuk sesuai sama bentuk muka sepatu.
  9. Untuk menghindar agar sepatu tidak berbau, jangan sampai memakai sepatu dengan kondisi kaki yang tengah basah, hal sejenis ini dapat menyebabkan bakteri berkembang dan selanjutnya sepatu kamu jadi berbau tidak enak.
  10. Untuk kamu yang memiliki persoalan kaki yang selalu berkeringat, sebaiknya bersihkan dan keringkan kaki kamu sebelum memakai sepatu.
  11. Untuk lebih terbangun aroma sepatu, gunakan obat khusus berupa semprotan pewangi atau foot spray dibagian dalam sepatu, lalu janganlah selekasnya di pakai, selekasnya angin-angikan agar kering.
  12. Apabila bagian sepatu ada yang lepas, rekatkan kembali dengan lem super atau aica aibon atau dibawa ke tukang repair sepatu agar rusaknya tidak lebih kronis.

Nah itu tadi beberapa tips yang bisa para pembaca terapkan untuk merawat sepatu safety kamu.