Tanda Bahaya & Alat Pelindung Diri

Image result for Tanda Bahaya & Alat Pelindung Diri

Keselamatan kerja menjadi satu faktor penting didalam lingkungan pekerjaan pada umumnya dan secara khusus pada pekerjaan instalasi dan pemeliharaan perlengkapan refrigerasi & tata Udara. Keselamatan ditempat kerja yang ditujukan dalam session ini meliputi dua hal keselamatan personil dan keselamatan alat. Kita ketahui kalau perlengkapan refrigerasi & tata udaradapat beroperasi dengan bagus apabila memperoleh catu energi listrik dengan layak atau berkwalitas.

Kedua perlengkapan itu dapat beroperasi dengan aman, apabila besaran tegangan listrik yang diterimanya selalu stabil. Ada pergantian tegangan sebesar ± 15% dari tegangan nominal akan membahayan ke-2 perlengkapan itu, sekurang-kurangnya ke-2 perlengkapan itu akan tidak dapat bekerja dengan maksimal. Oleh karenanya optimis system tegangan yang dipakai untuk perlengkapan itu dalam kondisi sempurna, melalui rangkaian kontrol system tegangan memakai alat ukur tegangan.

Jadi pada umumnya, keselamatan perlengkapan listrik (termasuk perlengkapan refrigerasi & tata udara) bergantung pada dua hal, yakni personil yang mengatasi operasi itu dan tingkat mencegah kecelakaan yang diaplikasikan pada system kelistrikan yang dipakai, misalnya ada perangkat pengaman listrik yang tepat, ada sistem pentanahan yang bagus, dan ada prosedur operasional standard (POS). Banyak hasil analisa statistika memberi info pada kita, kalau 98% kecelakaan kerja yang terjadi, harusnya dapat dihindarkan, apabila kita melakukan usaha keselamatan kerja dengan sebaik-baiknya.

Dalam banyak masalah, kecelakaan kerja yang terjadi dikarenakan oleh kekeliruan manusia (human error) dan rusaknya perlengkapan yang dipakai. Dari statistik, dapat di ketahui kalau 88% kecelakaan kerja disebabkan oleh kekeliruan manusia dan 10% dikarenakan oleh perlengkapan rusak. Usaha untuk menghindar kecelakaan kerja mulai intensif dilakukan mulai sejak th. 1970, dengan diadakannya kongres tingkat dunia, yang di kenal dengan OSHA (Occupation Safety and Health Administration).

OSHA membuat ketentuan atau regulasi standard yang mengatur keselamatan kerja ditempat kerja. Selain itu, OSHA juga memiliki kewenangan untuk mengecek dan berikan lisensi beberapa produk alat keselamatan kerja. Berikut ini diberikan standarisasi penggunaan warna, untuk tunjukkan tingkatan bahaya yang bisa diakibatkan, yakni :

  1. Warna Merah, bisa dipakai untuk tunjukkan beberapa hal berikut : perlengkapan proteksi bahaya kebakaran, cairan mudah terbakar, tombol tekan untuk stop dan emergensi.
  2. Warna kuning, bisa dipakai untuk berikan sinyal tempat sampah/limbah beresiko, bahan mudah terbakar, alat yang tengah diperbaiki, sinyal start-up perlengkapan, titik mulai dan sumber energi dari suatu mesin.
  3. Warna jingga, bisa dipakai untuk berikan sinyal bagian mesin yang beresiko, Tombol tekan pengaman, perlengkapan kopling mekanikal, seperti roda gigi, roda puli, dan perangkat pemotong.
  4. Warna ungu, bisa dipakai untuk berikan sinyal tempat yang memiliki radiasi beresiko.
  5. Warna hijau, untuk berikan sinyal daerah aman, dan tempat alat keselamatan kerja (personal safety).

Keselamatan Personal

Pengalaman menunjukkan pada kita, kalau alat pelindung diri yg tidak bagus memiliki kontribusi terhadap kecelakaan kerja. Oleh karenanya perlengkapan pelindung diri termasuk salah satu regulasi keselamatan kerja yang perlu dipatuhi oleh setiap pihak, yang melibatkan tenaga kerja.

Setiap pekerja, harus kenakan alat pelindung diri membuat perlindungan sendiri dengan perlengkapan standard. Gambar 1. 15 memerlihatkan alat pelindung diri yang dianjurkan, dan untuk meyakinkan pemakaiannya, berikut ini diberikan beberapa pertimbangan yang perlu di perhatikan ketika akan memakai alat pelindung diri, yakni :

  1. Pelindung kepala (Safety helmet), pelindung kaki (safety shoes), dan pelindung mata (safety goggle) harus dipakai apabila berada pada tempat yang sudah ditata.
  2. Pelindung telinga (safety earmuff) harus digunakan apabila berada pada tempat dengan tingkat kebisingan tinggi.
  3. Sepatu safety (Safety Shoes) perlindungan untuk cedera kaki.
  4. Baju kerja yang dipakai harus cukup ketat, tidak longgar dan harus terkancing.
  5. Perhiasan dari logam, emas, perak tidak dipakai ketika tengah bekerja di ruang listrik, sebab beberapa bahan itu adalah penghantar yang baik.
  6. Tatanan rambut harus rapi, tidak dilewatkan panjang.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s