TIPS MELINDUNGI PEKERJA DARI BAHAYA SENGATAN LISTRIK

Related image

Bila Kamu seorang atasan, berdasarkan Undang-Undang Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Kamu memiliki tanggung jawab untuk melindungi beberapa pekerja Kamu dari bahaya. Sengatan listrik dapat mengakibatkan cedera atau bahkan kematian seketika, hingga yaitu merupakan tanggung jawab Kamu untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk meminimalisir resiko agar kecelakaan itu tidak terjadi di lingkungan kerja.

Instansi Kesehatan dan Keselamatan memprediksi setiap th. sekitar 20 orang tewas ditempat kerja akibat sengatan listrik atau luka bakar karena listrik. Apa yang bisa Kamu kerjakan untuk menghindar hal semacam ini terjadi ditempat kerja Kamu? Tersebut disini beberapa tips untuk menolong Kamu.

1. Pelatihan

Alasan umum terjadinya sengatan listrik yaitu ketika seseorang pekerja yg tidak memiliki pengalaman atau kurang terlatih coba melakukan pekerjaan yang belum mampu buat mereka lakukan. Bahkan juga bila pekerjaan itu terlihat cukup simpel, sangat penting untuk meyakinkan kalau hanya pekerja yang kompeten dan memiliki kekuatan yang memadailah yang melakukan pekerjaan perawatan dan perbaikan perlengkapan listrik.

2. Alas Pengaman (safety matting)

Pekerja yang bekerja di depan panel listrik (switchboard) terbuka, atau pada perlengkapan bertegangan tinggi memerlukan perlindungan khusus. Alas pengaman listrik akan memberi penambahan tingkat keamanan, karena alas pengaman listrik biasanya terbuat berbahan isolator, misalnya karet. Dengan hal tersebut pekerja Kamu akan terisolasi dari tanah dan resiko sengatan listrik menyusut.

3. Pengujian dan pemeliharaan rutin

Kabel cacat, perlengkapan rusak, dan colokan yg tidak terpasang dengan benar dapat tingkatkan resiko sengatan listrik. Karena itu, penting untuk melakukan penilaian resiko dengan teratur, memperingatkan pekerja selalu untuk siaga, dan melaporkan potensi bahaya listrik sesegera mungkin. Ingatlah, menghindar lebih baik dari pada menyembuhkan.

4. Pertolongan pertama

Ketika terjadi sengatan listrik, sangat penting untuk pekerja untuk tahu bagaimana melakukan tindakan. Satu diantaranya yaitu selalu untuk memerhatikan instink. Mendekati korban yang terserang sengatan listrik dapat membahayakan, hingga langkah pertama yang perlu dilakukan yaitu memutus/mematikan sumber listrik. Ketika akan mendekati korban, hati-hatilah dan isolasi badan dari tanah memakai alas karet. Bila aman untuk dilakukan, jauhkan sumber sengatan dengan memakai tongkat kayu atau benda lain dengan konduktivitas rendah. Selekasnya mencari pertolongan dan telephone nomer darurat.

5. Sediakan Alat Pelindung Diri

Siapkan alat pelindung diri yang tepat dan sesuai standard pada beberapa pekerja. Misalnya, sarung tangan, apron, perlengkapan berisolasi, dan alas pengaman atau sepatu safety. Bila pekerja memakai perlengkapan yang benar, mereka akan merasa lebih yakin diri ketika bekerja.

Cukup susah untuk memperkirakan efek dari sengatan listrik, karena hal semacam itu di pengaruhi oleh beragam aspek, seperti tegangan listrik, lama kontak dengan sumber listrik, dan bagaimana jalur listrik melalui badan.

Listrik termasuk berisiko tinggi karena dapat mengganggu system saraf pusat (system otak dan sumsum tulang belakang), system pernafasan, dan system kardiovaskular. Ini bermakna sengatan listrik dapat mengganggu pernafasan atau detak jantung dan mengakibatkan cedera fatal, dan efeknya semakin lebih kronis bila listrik melalui kepala atau dada.

Bekerja dengan listrik yaitu suatu keperluan, bahkan juga orang-orang modern kita sangat bergantung pada listrik. Namun resiko pemakaiannya pasti tidak bisa diabaikan.

SUMBER-SUMBER BAHAYA DI AREA KERJA

Related imageKita semua tahu apakah itu bahaya dan beberapa jenis bahaya ditempat kerja namun kecelakaan dan penyakit akibat kerja masihlah saja terjadi di lingkungan kerja kita. Kenapa hal semacam ini terjadi karena adanya sumber-sumber bahaya di lingkungan kerja kita seperti ;

  1. Tempat kerja seperti bangunan, perlengkapan dan instalasi
  2. Bahan
  3. Proses
  4. Cara Kerja
  5. dan Lingkungan Kerja.

Mari kita ulas sumber-sumber bahaya ditempat kerja seperti yang sudah saya katakan diatas.

1. Bahaya yang datang dari bangunan, perealatan dan instalasi

Konstruksi bangunan harus kokoh dan penuhi prasyarat. Design ruang dan tempat kerja harus baik. ada penerangan darurat yang diperrlukan. jalan dan gang harus di beri marka yang pasti. pada tempat yang memerlukan dipasang rambu sesuai kepentingan. ada jalan penyelamatan diri yang diperlukan kian lebih satu pada segi yang berlawanan. pintu harus buka keluar untuk memudahkan penyelamatan diri.

Instalasi harus penuhi kriteria keselamatan kerja abik dalam disain ataupun konstruksi. sebelumnya pemakaikaan harus diuji terlebih dulu dan di check oleh suatu tim pakar. bila diperlukan modifikasi harus sesuai sama kriteria bahan dan konstruksi yang ditetapkan. sebelumnya operasi harus dilakukan percobaan operasi untuk menanggung keselamatannya dan dioperasikan oleh operator yang penuhi prasyarat.

Dalam industri dipakai beragam perlengkapan yang memiliki kandungan bahaya. Jika tidak dipakai dengan harusnya dan tidak diperlengkapi dangan alat pelindung dan penaman, perlengkapan itu dapat menyebabkan beberapa macam bahaya seperti ;

  • kebakaran
  • sengatan listrik
  • ledakan
  • luka-lika da codera yang cukup serius

Agar perlengkapan ini aman digunakan maka perlu pengaman yang sudah ditata oleh perundang-undangan di bagian keselamatan kerja, untuk perlengkapan uang rumo cara pengoperasiannya perlu disiapkan sejenis petunuk sebagai daftar check atau check daftar pengoperasiannya

2. Bahaya yang datang dari bahan

Bahaya berbahan ini mencakup beragam kemungkinan sesuai sama karakter berbahan, diantaranya ;

  • mudah terbakar
  • mudah meledak
  • menyebabkan alergi
  • menyebabkan rusaknya pada kulit dan jaringan badan
  • mengakibatkan kanker
  • menyebabkan kelainan pada janin
  • berbentuk beracun
  • radioaktif

Selain kemungkinan berbahan yang tidak sama juga intensitas atau tingkat bahayanya juga tidak sama. Ada yang tingkatnya sangat tinggi dan ada juga yang rendah, misalnya dalam soal bahan beracun, ada yang sangat beracun yang bisa menyebabkan kematian dalam kandungan yang rendah dan dalam tempo yang singkat dan ada juga yang kurang beresiko. Selain itu pengaruhnya ada yang selekasnya dapat diliat atau akut namun ada pula yang pengaruhnya baru kita kenali setelah bertahun-tahun yang dapat dimaksud juga kritis. Oleh karenanya setiap pimpinan perusahaan harus tahu karakter bahaya yang dipakai hingga dapat mengambil beberapa langkah untuk menghindar terjadinya kecelakaan dan sakit akibat kerja yang bisa sangat merugikan untuk perusahaan.

Setiap bahan kimia beresiko harus diperlengkapi dengan lembar data kimia atau MSDS. Lembar data kimia ini dapat disuruh pada penyuplai dengan memasukkannya dalam kontrak pembelian bahan atau dapat juga dibuka di database MSDS seperti chamwatch.

3. Bahaya yang datang dari proses

Bahaya yang berasal dair sistem sangat beragam bergantung tehnologi yang dipakai. Sistem yang dipakai di industri ada yang sederhada namun ada sistem yang rumit ada sistem yang beresiko dana da juga sistem yang kurang beresiko. industri kimia biasanya memakai sistem yang memperbsar kemungkinan bahayanya, dari sistem ini terkadang muncul asap, debum padas m bising dan bahaya mekanis seperti terjepit, terpotong, tertimpa bahan hingga dinyatakan kecelakaan atau sakit akibat kerja. Dalam sistem banyak beberapa bahan kimia yang dipakai sebagai bahan baku dan bahan penolong. ada bahan kiia yang disebut hasil sambilan, beberapa bahan itu termasuk bahan kimia beresiko seperti mudah terbakar, meledak, iritan, beracun dll. Taraf ingustri kimia cenderong makin besar untuk mengingkatkan efisiensi dan mengatur biaya, tetapi hal ini dapat menyebabkan peluang munculnya bencana apabila terjadi kegagalan operasi normal. Beberapa malapetakan industri pernah terjadi dengan korban uang besar baik pada kibawa manusia, aset perusahaan dan lingkungan.

4. Bahaya dari cara kerja

Bahaya dari cara kerja dapat membahayakan karyawan itu sedini dan orang lain di sekelilingnya, cara kerja yang sekian diantaranya :

  • Cara mengakat dan mengangkut, jika dilakukan lewat cara yang salah dapat menyebabkan cidera dan yang seringkali yaitu cidera pada tulang punggung, juga sering terjadi kecelakaan sebagai akibar cara mengagkat atau mengangkut.
  • Cara kerja yang menyebabkan hamburan debu dan serbuk logam, periciakan api dan tumpahan bahan beresiko.
  • Memakai alat pelindung diri seperti sepatu safety yg tidak harusnya dan cara memakai yang salah,
  • Penyelia perlu memerhatikan cara kera yang bisa membahayakanini, baik pada tempat kerja ataupun dalam pengawasan proses pekerjaan keseharian.

5. Bahaya yang datang dari lingkungan kerja

Sumber bahaya ini dapat dikelompokkan atas beragam type bahaya yang bisa menyebabkan berabagai masalah kesehatan dan enyakit akibart kerja dan penurunan produktifitas dan efisiensi kerja.

Dengan tahu sumber-sumber bahaya ditempat kerja ini, kita telah dapat menghadapi datangnya bahaya itu dan tidakan mencegah dan mengambil keputusan ingindalian agar beberapa pekerja tidak alami kecelakaan yang disebabkan oleh bahaya-bahaya yang sudah kita identifikasi sebelumnya dan bikin tempat kerja kita jadi tempat yang aman dan sehat untuk bekerja.

Keselamatan Kerja Pengelasan

Alat Keselamatan Kerja Pengelasan

Diketemukannya logam pertama kali dirasa sebagai suatu perkembangan tehnologi yang sungguh mengagumkan namun pada pihak lain perubahan baru ini akan menyebabkan suatu persoalan baru yakni bagaimana sistem penyambungan dari logam-logam itu.

Sistem penyambungan logam terbagi dalam sambungan baut, sambungan keling, sambungan lipat, sambungan tempa, patri, solder dan sambungan las (pengelasan). Dalam fabrikasi, konstruksi dan industri sistem sambungan las adalah salah satu cara yang paling menguasai/baik jika dibanding lewat cara pelaksanaan pemesinan yang lain karena sistem ini sangat praktis, murah dan cepat.

Pemakaian las dalam pelaksanaan konstruksi makin luas hingga kecelakaan yang disebabkan oleh sistem pelaksanaan itu juga sering banyak terjadi.

Pekerjaan pengelasan adalah salah satu sistem pemesinan yang penuh kemungkinan karena selalu berhubungan dengan api dan beberapa bahan yang mudah terbakar dan meledak terlebih sekali pada las gas yakni gas oksigen dan Asetilin. Kecelakaan yang terjadi sesungguhnya dapat dikurangi atau dijauhi jika kita sebagai operator dalam menjalankan alat pengelasan dan alat keselamatan kerja dipakai dengan baik dan benar, memiliki penguasaan beberapa cara mencegah bahaya akibat sistem las.

GAS DALAM ASAP LAS

Menurut (Harsono, 1996) pada saat sistem pengelasan berjalan terdapat gas-gas yang beresiko yang perlu di perhatikan, yakni :

Gas Karbon Monoksida (CO)
Gas ini memiliki afinitas yang tinggi pada haemoglobin (Hb) yang akan turunkan daya penyerapannya pada oksigen.

Gas Karbon Dioksida (CO2)
Gas ini sendiri sesungguhnya tidak beresiko pada badan namun apabila konsentrasi CO2 terlalu tinggi dapat membahayakan operator terlebih apabila ruangan tempat pengelasan tertutup seperti di laboratorium.

Gas Nitrogen Monoksida (NO)
Gas NO yang masuk kedalam pernapasan tidak merangsang, namun akan bereaksi dengan haemoglobin (Hb) seperti gas CO. Namun ikatan pada NO dan Hb tambah lebih kuat dari pada CO dan Hb maka gas NO tidak mudah terlepas dari haemoglobin, bahkan juga mengikat oksigen yang dibawa oleh haemoglobin. Hal semacam ini mengakibatkan kekurangan oksigen yang bisa membahayakan system syaraf.

Gas Nitrogen Nioksida (NO2)
Gas ini akan memberi rangsangan yang kuat pada mata dan susunan pernapasan, bereaksi dengan haemoglobine (Hb) yang bisa mengakibatkan sakit mata dan batuk–batuk pada operator. Keracunan gas ini jika digunakan untuk periode waktu yang lama akan menyebabkan operator menanggung derita penyakit TBC atau paru–paru.

Gas-gas beracun yang terbentuk karena penguraian berbahan pembersih dan pelindung pada karat.

PENCEGAHAN BAHAYA

Pada sistem pengelasan operator harus betul-betul tahu dan mengerti bahaya-bahaya yang nampak selama sistem pengelasan ini berjalan. Menurut Harsono, 1996, beberapa jenis bahaya pengelasan yang bisa saja muncul pada saat sistem berjalan, mencakup :

Bahaya Ledakan
Bahaya ledakan yang sering terjadi pada sistem pengelasan product yang berupa tangki atau bejana sisa area untuk menyimpan beberapa bahan yang mudah menyala atau terbakar. Pada sistem pengelasan/pemotongan ini diperlukan banyak hal persiapan pendahuluan untuk hindari bahaya ledakan, seperti :

Pembersihan bejana atau tangki
Sebelumnya sistem pengelasan berjalan maka bejana atau tangki perlu dibersihakan dengan :

  • Air untuk bahan yang mudah larut
  • Uap untuk bahan yang, mudah menguap
  • Soda kostik untuk bersihkan minyak, gemuk atau pelumas
  • Pengisian bejana atau tangki
  • Setelah sistem pembersihan usai isilah tangki atau bejana dengan air sedikit dibawah bagian yang akan dilas/dipotong.

Keadaan tangki pada saat sistem pengelasan
Selama sistem pengelasan berjalan keadaan tangki atau bejana harus dalam kondisi terbuka agar gas yang menguap karena pada sistem pemanasan gas dapat keluar.

Pemakaian gas lain
Jika dalam sistem pengisian tangki atau bejana dengan air alami kesusahan maka sebagai ubahnya dapat dipakai gas CO2 atau gas N2 dengan konsentrasi minimal 50 persen dalam hawa.

Bahaya Jatuh

Untuk pelaksanaan konstruksi bejana, tangki pertamina atau konstruksi bangunan yang lain yang memerlukan tempat yang tinggi, bahaya yang mungkin dapat terjadi yaitu bahaya jatuh atau kejatuhan yang menyebabkan fatal. Beberapa langkah yang perlu di ambil oleh operator untuk hindari bahaya ini :

Memakai tali pengaman
Memakai topi pengaman untuk menghindar terjadinya kejatuhan benda – benda atau terkena panas matahari

Bahaya Kebakaran

Sistem pengelasan selalu berhubungan dengan api hingga bahaya kebakaran kemungkinan besar terjadi mengingat sistem ini sangat berhubungan erat dengan api dan gas yang mudah terbakar, karenanya operator perlu sekali mengambil beberapa langkah pengamanan seperti :

  • Ruangan atau areal pengelasan harus bebas dari kain, kertas, kayu, bensin, solar, minyak atau beberapa bahan lain yang mudah terbakar atau meledakharus diletakkan ditempat khusu yang akan tidak terserang percikan las
  • Jauhkan tabung-tabung dan generator dari percikan api las, api gerinda atau panas matahari
  • Perbaikan pada sambungan-sambungan pipa atau selang-selang terlebih saluran
  • Asetilen
  • Penyediaan alat pemadam kebakaran ditempat yang mudah dijangkau seperti bak air, pasir, hidrant
  • Kabel yang ada didekat tempat pengelasan diisolasi dari karet ban

Bahaya Percikan Api/Panas

Bahaya dari percikan api atau panas akan menyebabkan bahaya kebakaran seperti yang di jabarkan di atas, namun bahaya yang lain yaitu pada operator las sendiri yang terserang luka bakar atau sakit mata. Karenanya operator selalu disarankan memakai alat-alat pelindung seperti :

  • sarung tangan
  • apron
  • sepatu safety tahan api
  • kaca mata las
  • topeng las

Bahaya Gas dalam Asap Las

Mencegah atau aksi yang perlu di ambil oleh operator untuk hindari bahaya gas dalam asap las yaitu :

  • Pekerjaan las harus ditangani dalam ruang terbuka atau ruang yang berventilasi agar gas dan debu yang terbentuk selekasnya terbuang
  • Jika ventilasi masihlah belum cukup mencukupi maka baiknya memakai masker hidung
  • Untuk pelaksanaan pengelasan dalam tangki perlu aksi berikut ini :
  • Memakai penghisap gas/debu
  • Diperlukan seseorang rekanan operator diluar tangki atau bejana yang selalu siaga jika terjadi bahaya
  • Voltage lampu penerangan maksimum 12 volt

ALAT KESELAMATAN KERJA

Alat-alat keselamatan kerja saat memakai las listrik diantaranya :

Helm/topeng Las

Helm/topeng las membuat perlindungan mata dari pancaran busur listrik berbentuk cahaya ultra violet dan infra merah yang menyala terang dan kuat. Cahaya las ini tidak bisa diliat dengan cara segera dengan mata telanjang sampai jarak 15 mtr.. Diluar itu bentuk helm/topeng las yang tutup muka bermanfaat membuat perlindungan kulit muka dari percikkan api busur listrik dan asap gas dari sistem peleburan elektroda pada las listrik.

Alat keselamatan kerja ini memiliki 3 susunan kaca, yang terbagi dalam satu kaca las khusus yang diapit oleh 2 kaca bening. kaca bening berperan membuat perlindungan kaca khusus itu agar tidak mudah rusak dan pecah.

Baju kerja (Apron)

Baju kerja bermanfaat membuat perlindungan tubuh dari percikan bunga api. Apron terbuat berbahan yg tidak mudah terbakar. Apron terbagi dalam apron lengan dan apron dada.

Sarung Tangan (Welding Gloves)

Sarung tangan terbuat dari kulit atau asbes lunak hingga tidak menghambat pergerakkan jari-jari tangan saat memegang penjepit elektroda atau perlengkapan yang lain. Sepasang sarung tangan harus selalu digunakan agar tangan tidak tidak terserang percikkan bunga api atau benda panas yang dilas.

Sepatu Las

Ciri-ciriistik sepatu las sangat tidak sama dengan sepatu umum biasanya. Sepatu las yang baik yaitu yang terbuat berbahan kulit dan diujungnya terdapat besi plat pelindung. Ini bermanfaat membuat perlindungan kaki dari kejatuhan benda kerja yang biasanya besi keras, berat, dan mungkin tajam.

Masker

Bermanfaat untuk tutup mulut dan hidung dari asap yang ditimbilkan oleh mencairnya fluks pada elektroda.

Masker Respiratory Las Welding

Alat keselamatan kerja las listrik hanya salah satu bagian dari system keamanan dan keselamatan kerja. Pemahaman pada kemungkinan pekerjaan las listrik dan kesadaran dalam mematuhi prosedur kerjanya akan sangat menolong kelancaran dan kesuksesan pekerjaan.

Pemahaman Tentang Material Safety Data Sheet

Pemahaman Terhadap Material Safety Data Sheet

Cara memahami material safety data sheet atau MSDS untuk beberapa orang mungkin termasuk sulit karena di dalamnya terdapat banyak istilah yang sulit dipahami untuk orang yang bukan dibidangnya. Walau sulit, mengerti MSDS atau yang di Indonesia di kenal dengan Lembar Data Keselamatan Kerja (LDKK) sangat penting yang menyangkut tentang sebagian ketentuan dan ketetapan untuk menanggung keselamatan di lingkungan kerja.

Pentingnya MSDS untuk dipahami untuk semua pekerja yang ikut serta makin menekan karena berdasar pada data yang di ambil dari perusahaan perminyakan, sejumlah 60% kecelakaan kerja karena sebab human error atau karena keteledoran manusia. Tersebut disini yang harus Kamu tahu tentang cara mengerti material safety data sheet.

Apakah itu material safety data sheet?

Untuk tahu cara mengerti material safety data sheet pasti Kamu harus tahu apa yang disebut dengan MSDS. MSDS adalah suatu dokumen yang diisi tentang potensi bahaya yang mencakup kesehatan, kebakaran, reaktifitas serta lingkungan, dan cara bekerja dengan aman ketika berhubungan dengan bahan kimia. Kamu dapat memperoleh info yang komplit tentang prosedur keselamatan kerja yang aman ketika bekerja dengan sebuah materi. MSDS juga diisi tentang info pemakaian, penyimpanan, perlakuan, dan prosedur darurat yang berhubungan dengan materi bahan kimia.

Kenapa material safety data sheet penting untuk dipahami?

Kamu mungkin berasumsi kalau yang perlu mengerti MSDS yaitu di level manjaerial atau instruktur dan memberi pengarahan pada karyawan di bawahnya. Walau sebenarnya malah karyawan pekerja lah yang paling banyak berhubungan dengan material dan bahan kimia hingga malah harus yang paling memahami di banding karyawan tingkat yang lain. Seperti sudah dijelaskan sebelumnya kalau 60% penyebab kecelakaan yaitu akibat kelelaian dari pekerjanya. Kelalaian ini diantaranya karena sebab ketidakpahaman pekerja akan MSDS sebagai standard untuk K3 perusahaan.

Arti penting dari cara mengerti material safety data sheet yaitu menumbuhkan dan tingkatkan rasa tanggung jawab akan keselamatan sendiri dan orang lain ketika berada didalam lingkungan kerja yang dikelilingi oleh bahan kimia beresiko dan beracun. Mengerti MSDS Kamu dapat mengerti nama dan beberapa karakter bahan kimia yang ada di lingkungan kerja hingga tahu bagaimana caranya perlakuannya yang tepat. Sebenarnya dari 100. 000 lebih bahan kimia yang ada di bumi ini, baru 15% saja yang di ketahui dengan cara tentu memiliki efek beresiko untuk manusia. Sekurang-kurangnya dengan mengerti MSDS, Kamu dapat berperilaku lebih bijak ketika bekerja dengan beberapa bahan kimia karena mungkin memberi efek yang negatif tanpa ada di ketahui sebelumnya.

Isi dokumen MSDS

Cara mengerti material safety data sheet yaitu dengan membaca nama kimia yang terdapat dalam label lalu cocokkan dengan yang ada di MSDS. Kamu akan memperoleh info tentang bahayanya, panduan perlakuan, cara penyimpanan yang tepat serta cara perlakuan saat dalam keadaan darurat. Menurut ketentuan pemerintah no. 74 th. 2001, perusahaan atau individu yang menghasilkan atau memakai bahan beresiko dan beracun (B3) harus untuk memiliki MSDS. Tersebut disini isi dari MSDS :

  • Jati diri bahan dan nama perusahaan
  • Komposisi bahan yang dipakai untuk produksi
  • Identifikasi bahaya dari semasing bahan
  • Aksi darurat
  • Tatacara penanggulangan jika terjadi kebakaran
  • Tatacara menangani kebocoran atau bahan tumpah
  • Penyimpanan dan cara mengatasi bahan
  • Alat pelindung diri seperti sepatu safety dll
  • Karakter fisika dan kimia termasuk reaktivitas
  • Info toksikologi dan ekologi
  • Prosedur pembuangan limbah
  • Dan info penambahan yang lain.

Diinginkan untuk Kamu yang bekerja dengan bahan beresiko dan beracun dapat mengerti prosedur keselamatan dengan memerhatikan cara mengerti material safety data sheet.

TIPS ANTISIPASI KECELAKAAN KERJA DI AREA LAPANGAN

cara mengantisipasi kecelakaan kerja

Cara mengantisipasi kecelakaan kerja ialah hal yang sangat penting untuk para tenaga kerja dimana pun berada. Hadapi kecelakaan kerja jadi sebuah keharusan untuk membuat keselamatan dan keamanan untuk umumnya orang yang turut dan dalam suatu usaha. Keselamatan dan perlindungan pekerja dari kecelakaan yaitu suatu bentuk bikin produktivitas. Hal sejenis ini sebagai antisipasi kecelakaan dalam bekerja agar lepas dari cacat ataupun kematian yang tentu tidak dikehendaki oleh semua pihak. Kecelakaan saat bekerja dapat karena banyak hal baik selekasnya maupun tidak selekasnya, seperti rusaknya mesin kerja, dan permasalahan lingkungan kerja yang karena unsur internal maupun eksternal.

Kecelakaan dalam lingkungan kerja tidak terjadi tidak ada alasan. Kecelakaan dapat terjadi karena kurangnya keamanan dalam lingkungan kerja. Kelalaian yaitu salah satu sebab hal semacam itu terjadi. Arti dari keselamatan kerja untuk pekerja salah satunya yaitu berikan hak keselamatan pada setiap tenaga kerja sebagai bentuk dari kesejahteraan hidup, memikul keselamatan orang lain yang berada di sekitar tempat kerja dan memelihara sumber produksi pekerjaan yaitu tenaga kerja itu. Tengah kerugian yang didapat dari kecelakaan kerja salah satunya kacaunya organisasi sebuah perusahaan atau instansi, rusaknya pada alat kerja, keluhan tenaga kerja dan rasa sedih baik tenaga kerja maupun lingkungan. Untuk jauhi hal semacam itu, maka diperlukan cara hadapi kecelakaan kerja, cara tersebut yakni sebagai berikut :

1) Standarisasi Konstruksi

Beberapa pekerja menyelesaikan kerangka konstruksi jembatan di Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Selasa (15/7). PT Jamsostek memohon semua perusahaan untuk disiplin menerapkan beberapa norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sama seperti UU Nomor 1 Th. 1970 tentang Keselamatan Kerja yang dimaksud salah satu kewajiban beberapa pengusaha bikin perlindungan tenaga kerja dari potensi bahaya-bahaya saat bekerja.

Standard konstruksi disuatu gedung instansi atau perusahaan sangat penting karena gedung yaitu pondasi utama seorang tenaga kerja dalam menyelesaikan pekerjaan dan menghasilkan produktivitas setiap harinya. Standard konstruksi juga meliputi peralatan kerja yang digunakan dalam bekerja. Yang memiliki perusahaan atau vendor yang bekerja berbarengan dengan sebuah instansi harus tahu persyaratan dalam pembangunan sebuah gedung agar terintegrasi dengan baik. Standard konstruksi juga berikan kenyamanan dalam bekerja sebagai bentuk dari salah satu cara hadapi kecelakaan kerja.

2) Pendidikan keselamatan

Poin ke-2 ini jangan sampai disepelekan oleh setiap yang memiliki perusahaan ataupun tenaga kerja. Seorang yang memiliki perusahaan harus berikan pendidikan berhubungan dengan keselamatan bekerja baik lewat cara teori maupun prakteknya agar tidak terjadi kelalaian dalam bekerja. Pendidikan mencangkup latihan-latihan basic keselamatan dan tingkatkan keterampilan dalam sigap bekerja.

3) Pengawasan

Pengawasan dalam bekerja dari expert yaitu salah satu cara hadapi kecelakaan kerja. Hal sejenis ini sehubungan dengan dipatuhi atau tidaknya ketetapan yang ada pada suatu tempat kerja. Seorang tenaga kerja juga harus memakai alat pelindung saat bekerja dengan benar seperti helm keselamatan, sepatu safety, pakaian pelindung dan lain-lain. Selain itu, pengawasan dari pihak luar seperti lembaga yang mengawasi ketenagakerjaan, apakah setiap tempat kerja sudah mematuhi ketetapan yang di buat dalam perundang-undangan mengenai keselamatan dalam bekerja.

4) Asuransi

Asuransi keselamatan juga sangat diperlukan dalam menghindar kecelakaan dalam bekerja. Sedikitnya, asuransi akan berikan jaminan keselamatan jiwa dan akan lewat cara otomatis tingkatkan kesadaran diri dalam bekerja.

Kecelakaan dalam bekerja dapat terjadi kapanpun, oleh karenanya cegahlah lewat cara di atas karena keselamatan dan kesehatan dalam bekerja sangat penting. Selain keselamatan dalam bekerja juga diatur dalam undang-undang No. 1 th. 1970 yang mengatur seorang pemimpin dan pekerja dalam melakukan keselamatan kerja dan No. 23 th. 1992 yang dengan khusus mengatur bila setiap perusahaan harus mengecek kesehatan badan, kemampuan fisik dan kondisi mental. Oleh karenanya, setiap susunan dalam sebuah ketenagakerjaan harus memikul keselamatan agar kondisi selalu aman. Untuk mewujudkan hal semacam itu, jangan sampai lupa untuk memperhatikan cara hadapi kecelakaan kerja.

Perlengkapan dan Peralatan Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Related imageAlat Pelindung Diri disebut APD yaitu seperangkat alat yang dipakai oleh tenaga kerja untuk melindungi seluruh dan atau sebagian tubuh dari adanya peluang potensi bahaya dan kecelakaan kerja .

1. Pakaian Kerja
Tujuan penggunaan baju kerja yaitu melindungi tubuh manusia pada bebrapa dampak yang kurang sehat atau yang dapat melukai tubuh. Mengingat ciri-ciri tempat proyek konstruksi yang biasanya mencerminkan keadaan yang keras maka selayakya baju kerja yang dipakai juga berbeda dengan baju yang dipakai oleh karyawan yang bekerja di kantor. Perusahaan yang tahu benar permasalahan ini biasanya sediakan sejumlah 3 gunakan dalam setiap tahunnya.

2. Sepatu Kerja
Sepatu safety (safety shoes) adalah perlindungan pada kaki. Setiap pekerja konstruksi perlu memakai sepatu dengan sol yang tebal agar dapat bebas jalan dimana-mana tanpa ada terluka oleh benda-benda tajam atau kemasukan oleh kotoran dari bagian bawah. Bagian muka sepatu harus cukup keras agar kaki tidak terluka bila tertimpa benda dari atas.

3. Kacamata Kerja
Kacamata pengaman dipakai untuk melidungi mata dari debu kayu, batu, atau serpih besi yang beterbangan di tiup angin. Mengingat partikel-partikel debu memiliki ukuran sangat kecil yang terkadang tidak terlihat oleh mata. Oleh karena itu mata perlu diberikan perlindungan. Biasanya pekerjaan yang memerlukan kacamata yaitu mengelas.

4. Sarung Tangan
Sarung Tangan Sarung tangan sangat diperlukan untuk beberapa type pekerjaan. Maksud utama pemakaian sarung tangan yaitu membuat perlindungan tangan dari benda-benda keras dan tajam selama menggerakkan kegiatannya. Salah satu aktivitas yang memerlukan sarung tangan yaitu mengangkat besi tulangan, kayu. Pekerjaan yang sifatnya berulang seperti mendorong gerobak cor dengan cara terus-menerus dapat menyebabkan lecet pada tangan yang bersentuhan dengan besi pada gerobak.

5. Helm Gambar
Helm (helmet) sangat penting dipakai sebagai pelindung kepala, dan telah adalah kewajiban untuk setiap pekerja konstruksi untuk memakainya dengan benar sesuai ketentuan. Helm ini dipakai membuat perlindungan kepala dari bahaya yang datang dari atas, misalnya saja ada barang, baik perlengkapan atau material konstruksi yang jatuh dari atas. Memang, sering kita saksikan kedisiplinan beberapa pekerja untuk memakainya masihlah rendah yang pastinya dapat membahayakan sendiri.

6. Sabuk Pengaman
Sabuk Pengaman Telah semestinya untuk pekerja yang melakukan kegiatannya pada ketinggian tertentu atau pada posisi yang membahayakan harus kenakan tali pengaman atau safety belt. Manfaat utama tali pengaman ini yaitu melindungi seseorang pekerja dari kecelakaan kerja ketika bekerja, misalnya saja aktivitas erection baja pada bangunan tower.

7. Penutup Telinga
Penutup Telinga Alat ini dipakai membuat perlindungan telinga dari bunyi-bunyi yang di keluarkan oleh mesin yang memiliki volume nada yang cukup keras dan bising. Terkadang dampaknya buat periode panjang, apabila sehari-hari mendengar nada bising tanpa ada penutup telinga ini.

8. Masker
Pelidung untuk pernafasan sangat diperlukan untuk pekerja konstruksi mengingat keadaan tempat proyek itu sediri. Beragam material konstruksi memiliki ukuran besar sampai sangat kecil yang disebut sisa dari suatu aktivitas, misalnya serbuk kayu sisa dari aktivitas memotong, mengamplas, mengerut kayu.

9. Tangga
Tangga adalah alat untuk memanjat yang umum dipakai. Penentuan dan peletakan alat ini untuk mecapai ketinggian tertentu dalam posisi aman harus jadi pertimbangan utama.

10. P3K
P3K Jika terjadi kecelakaan kerja baik yang berbentuk enteng maupun berat pada pekerja konstruksi, telah semestinya dilakukan pertolongan pertama di proyek. Karenanya, pelaksana konstruksi harus sediakan obat-obatan yang dipakai untuk pertolongan pertama.

Sekianlah perlengkapan standard K3 di proyek yang memang harus ada dan disiapkan oleh kontraktor dan harusnya telah jadi keharusan. Aksi preventif tambah lebih baik untuk kurangi kemungkinan kecelakaan. 36 Menurut Ketentuan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomer : Per/Men/2006 Mengenai Alat Pelindung Diri, ada beberapa tempat yang harus memakai alat pelindung diri

Tempat kerja yang harus APD (1)
Perlengkapan atau instalasi yang beresiko yang bisa menyebabkan kecelakaan, kebakaran atau peledakan ; tempat yang dikelola asbes, debu dan serat beresiko, api, asap, gas, kotoran, hembusan angin yang keras, dan panas matahari ; di buat, di proses, digunakan dipakai, diperdagangkan, diangkut atau disimpan bahan atau barang yang bisa meledak, mudah terbakar, korosif, beracun, menyebabkan infeksi, bersuhu tinggi atau bersuhu sangat rendah ; ditangani pembangunan, perbaikan, perawatan, pembersihan atau pembongkaran tempat tinggal, gedung atau bangunan yang lain termasuk bangunan perairan, saluran atau terowongan dibawah tanah dsb atau di mana dilakukan pekerjaan persiapan ; dilakukan usaha : pertanian, perkebunan, pembukaan rimba, pelaksanaan rimba, pemrosesan kayu atau hasil rimba yang lain, peternakan, perikanan ; dilakukan usaha kesehatan seperti tempat tinggal sakit, puskesmas, klinik dan service kesehatan kerja ;

Tempat kerja yang harus APD (2)
Dilakukan usaha pertambangan dan pemrosesan mineral dan logam, minyak bumi dan gas alam ; dilakukan pengangkutan barang, binatang atau manusia, baik di darat, laut dan hawa ; ditangani bongkar muat barang muatan di pelabuhan laut, bandar hawa, terminal, setasiun kereta api atau gudang ; dilakukan penyelaman dan pekerjaan lain didalam air ; dilakukan pekerjaan di ketinggian diatas permukaan tanah ; dilakukan pekerjaan dengan desakan hawa atau suhu dibawah atau diatas normal (berlebihan) ; dilakukan pekerjaan yang memiliki kandungan bahaya tertimbun tanah, kejatuhan, terserang pelantingan benda, terjatuh atau terjerumus, tenggelam atau terpelanting ; dilakukan pekerjaan dalam tangki, sumur atau lubang dan ruang tertutup ; dilakukan pembuangan atau 37 pemusnahan sampah atau limbah ; dibangkitkan, dirubah, dihimpun, disimpan, dibagibagikan atau disalurkan listrik, gas, minyak dan air ;

Tempat kerja yang wajib APD (3)
Dilakukan pekerjaan di dekat atau diatas air. Pemakaian alat pelindung diri adalah cara paling akhir ingindalian bahaya setelah bentuk ingindalian tehnis dan administratif sudah dilakukan. Pemakaian alat pelindung diri sesuai dengan potensi bahaya dan type pekerjaan. Berdasar pada identifikasi potensi bahaya, entrepreneur atau pengurus mengambil keputusan tempat kerja harus memakai alat pelindung diri.

Tempat harus memakai alat pelindung diri harus diumumkan tercatat dalam papan pengumuman ditempat kerja itu hingga dapat di baca oleh pekerja atau orang lain yang masuk tempat kerja itu.

Pegawai pengawas atau Pakar Keselamatan dan Kesehatan Kerja dapat mengambil keputusan beberapa tempat kerja lain yang harus memakai alat pelindung diri. Keharusan Penyediaan Alat Pelindung Diri pengurus harus sediakan dengan cara cumacuma, untuk tenaga kerja setiap orang lain yang masuk tempat kerja. dengan ketentuan

  1. Pada pekerja/buruh yang baru ditempatkan
  2. Pelindung diri yang ada sudah kadaluarsa
  3. Alat pelindung diri sudah rusak dan tidak bisa berperan dengan baik karena digunakan bekerja.

Ada penetapan dan diharuskan oleh Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan atau Pakar Keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan. Penentuan alat pelindung diri harus melibatkan wakil pekerja/buruh. Pengurus harus sediakan alat pelindung diri dalam jumlah yang cukup dan sesuai sama type potensi bahaya dan jumlah pekerja/buruh.

Cegah 8 Ancaman Ini Dengan Memakai Sepatu Safety

Ketika menyebutkan mengenai sepatu kerja, yang terlintas dibenak kita salah satunya yaitu sepatu boot safety. Boot jenis ini, yang memiliki pelindung besi baja di bagian depannya, yaitu alat pelindung diri (APD) yang penting di area kerja industri dan konstruksi.

Untuk memilih sepatu yang tepat dipakai ditempat kerja Kamu, perhatikan terlebih dulu kemungkinan apa sajakah yang meneror. Misalnya kemungkinan terpeleset, jatuh atau terserang benda tajam yang dapat meneror. Lalu pilih sepatu safety yang memberi perlindungan yang tepat.

Sepatu mungkin bukanlah jadi alat pelindung diri yang prioritas bila dibanding dengan kacamata maupun sarung tangan. Namun memakai sepatu safety dapat memberi banyak manfaat.

Manfaat Sepatu Safety
Kaki yang terluka dapat menghalangi pekerjan. Memakai sepatu sefty dapat menghindar Kamu alami cedera kaki.

1. Membuat perlindungan dari benda jatuh
Ketika bekerja membawa alat berat atau ruang kerja yang ramai dengan mesin – mesin, kejatuhan benda yaitu kemungkinan biasanya. Sepatu pelindung dengan penambahan besi baja akan efisien menghindar kaki terluka karena hantaman.

2. Melindung dari tusukan benda tajam
Ketika pekerja tanpa ada berniat jalan, mencapai atau terserang benda tajam, sepatu dengan sol tebal yaitu pilihan paling baik. Ditempat kerja seperti areal konstruksi misalnya ada banyak benda tajam yang bertebaran di jalan. Sepatu safety umum dengan sol tidak tebal tidak dapat memberi perlindungan paling baik untuk Kamu.

3. Melindung dari bahaya terpotong
Mesin – mesin yang tajam atau memiliki bagian selalu bergerak dapat memberi ancaman anggota badan terpotong. Pekerja yang bekerja di industri kayu misalnya, bahaya dari gergaji mesin sangat besar. Bila gergaji mesin bersentuhan dengan kaki seorang, maka efeknya dapat sangat mengerikan. Boot untuk penebangan kayu di buat dengan penambahan material tahan potong. Material penambahan itu dapat membuat perlindungan kaki pekerja saat memakai gergaji kayu. Diluar itu sepatu boot kerja ini dapat tahan air dan membuat perlindungan sampai mata kaki.

4. Membuat perlindungan dari bahaya sengatan listrik
Listrik juga memiliki banyak kemungkinan ditempat kerja. Pekerja hadapi ancaman sengatan listrik, yang dapat membahayakan lingkungan kerja juga. Untuk kurangi peluang kecelakaan kerja karena sengatan listrik, sepatu pelindung yang pas yaitu yang terbuat dari kulit dan sol karet.

5. Terhindar dari terpeleset, tersandung dan jatuh
Terpeleset, tersandung dan jatuh dapat terjadi di banyak tempat kerja. Bahkan juga di ruang kerja seperti perkantoran hal semacam ini umum terjadi. Hal semacam ini dapat dihindari salah satunya dengan menempatkan lantai anti selip. Sepatu dengan daya tarik yang kuat dapat menghindar ancaman terjatuh di lingkungan yang basah. Diluar itu juga membuat perlindungan dari bahaya terjatuh dari tangga.

6. Menghindar kelelahan
Untuk pekerja yang berdiri kurun waktu yang lama, terlebih di permukaan keras seperti beton, kelelahan mungkin saja ancaman. Otot di telapak kaki sama dengan otot di bagian badan lain yang dapat capek. Dan kondisi itu dapat jadi tambah kronis bila pekerja tidak memakai sepatu kerja yang cocok. Sepatu dengan bantalan empuk dan lekukan kaki yang cocok, dapat bikin pekerja nyaman. Hingga dapat meredakan tegangan di bagian kaki. Artinya pekerja akan tidak cepat capek.

Menghindar kemelut otot akan menolong membuat perlindungan pada masalah muskuloskeletal seperti nyeri punggung kritis rendah, juga.

7. Menghindar terjadinya luka bakar
Luka bakar dapat terjadi ditempat kerja, selain dari api dapat pula dari reaksi kimia. Bahkan juga material yang umum di ruang konstruksi seperti semen dapat menyebabkan luka bakar juga lho. Sepatu pelindung yang terbuat berbahan yang tahan lama dapat membuat perlindungan kaki Kamu. Ancaman seperti percikan bahan kimia, logam cair atau zat beresiko yang lain dapat dihindari dengan memakai sepatu safety.

8. Membuat perlindungan dari cuaca ekstream
Kita semua paham panas yang teramat sangat dapat membakar kulit. Terlebih bila Kamu bekerja di medan outdoor yang terserang cahaya matahari dengan cara segera. Sinar matahari yang tinggi dapat bikin tempat Kamu jalan jadi panas. Bila Kamu tidak membuat perlindungan kaki, mungkin saja kaki Kamu turut melepuh karena panas.

Mengenal Beragam Jenis Sepatu Safety

Image result for Sepatu Safety Murah

Memakai alas kaki yang tepat saat bekerja di lingkungan yang penuh dengan resiko bahaya yang tinggi sangat penting. Melindungi kaki saat bekerja dapat mengurangi dan mencegah dari cedera yang mungkin timbul. Dengan alas kaki atau sepatu safety dapat membuat lingkungan kerja yang lebih aman. Sepatu safety harus memiliki durability yang cukup lama dan yang terutama harus dapat membuat perlindungan kaki dari bahaya atau kecelakaan.

Beberapa orang condong berasumsi kalau memakai sepatu safety itu tidak nyaman. Tetapi saat ini banyak produsen sepatu safety sudah membuat sepatu safety yang bukan sekedar memberi perlindungan serta nyaman digunakan.

Ada Banyak Type yang tidak sama dari sepatu safety yang ada saat ini. Mari kita ketahui beberapa type sepatu safety menurut manfaat pada type lingkungan kerjanya.

· Electric Hazard Shoes

Untuk pekerja yang bekerja dengan listrik, piranti listrik, kabel dan tegangan tinggi diharuskan memakai sepatu type ini. Sepatu safety ini di buat dengan perlindungan yang menolong kurangi potensi sengatan listrik saat terserang piranti dtegangan tinggi dan listrik. Bahaya listrik biasanya dapat mengakibatkan kematian.

· Metatarsal Shoes

Sepatu type ini yaitu sepatu safety yang sudah dengan cara khusus didesain dan di buat membuat perlindungan bagian atas kaki dan tulang. Type sepatu safety ini dapat kurangi dan menghindar cedera dari kecelakaan – kecelakaan yang terjadi karena jatuhnya alat atau benda berat jatuh pada kaki. Biasanya digunakan dilokasi pekerjaan konstruksi atau pekerjaan yang melibatkan mengangkat benda, alat dan mesin yang berat.

· Metal Instep Shoes

Sepatu Type ini didesain khusus membuat perlindungan dan melindungi kaki dari benda – benda tajam dan runcing seperti pecahan kaca, serpihan logam, paku dan lainya. Pekerja yang bekerja di pabrik – pabrik industri pembuat mesin, logam, dan benda – benda kaca biasanya memakai sepatu safety type ini untuk menghindar bendan tajam menembus kaki yang bisa mengakibatkan kecelakaan.

· Steel Insole shoes

Sepatu keselamatan type ini memakai sisipan baja didalamya untuk melindungi dan membuat perlindungan kaki dari permasalahan sendi yang biasanya terjadi pada pekerja yang bekerja mengendarai sepeda, mendorong pedal dan mengendarai alat berat yang memiliki resiko menanggung derita permasalahan kaki itu. Sepatu ini melindungi stabilitas kaki dan terhindar dari pergeseran atau gerakan sendi dan tulang kaki hingga sepatu safety type ini cukup nyaman dipakai saat bekerja.

· Safety Toed Shoes

Ini yaitu type yang sangat umum dari type sepatu safety dengan coating khusus didaerah kaki dan ditutup dengan bahan khusus untuk melindungi jari-jari kaki dari kecelakan. Pekerja yang bekerja di pabrik – pabrik di mana bahan – bahan industri yang berat dan perlengkapan yang dipakai satu hari – hari biasanya memakai type sepatu safety boot ini.

Terdapat beberapa type sepatu safety lainya sesuai manfaat pemakaianya dalam suatu pekerjaan yang tidak sama. Seperti sepatu tahan air atau tahan panas yang biasanya dipakai di dalam hadapi api dan mesin yang terlalu panas seperti pekerjaan pengelasan. Kecelakaan kaki dapat terjadi, setiap saat oleh karenanya sangat penting untuk pekerja untuk memakai sepatu safety yang tepat saat bekerja.

Standard Internasional Rambu Keselamatan dan Kesehatan Kerja

warning signSebagai Professional K3, Pemakaian Simbol dalam rambu-rambu K3 sangat penting untuk komunikasi ketentuan maupun panduan di ruang tertentu. Oleh karenanya, setiap professional K3 harus memahami mengenai arti dari warna dan bentuk yang dipakai dalam pembuatan rambu K3.

International Standard Organization (ISO) sudah bikin standard internasional khusus yang digunakan dalam pembuatan rambu K3. Standard ini sangat penting mengingat orang-orang dari beragam jenis asal dan latar belakang harus tahu mengenai arti dari sebuah rambu K3 di manapun rambut itu berada.

Tersebut disini standard internasional khusus berkaitan dengan rambu K3 :

Rambu Peringatan

Rambu peringatan dipakai untuk memperingatkan tehadap bahaya-bahaya yang bisa menyebabkan luka atau masalah kesehatan. Rambu itu berupa segitiga dengan garis luar hitam dan kuning sebagai warna latarnya. Selain pemasangan rambu, penggunaan alat pelindung juga sangat penting perannya untuk meminimalisir resiko bahaya seperti penggunaan pakaian keselamatan, helm keselamatan, sepatu safety dsb.

Rambu Larangan

Rambu larangan dipakai untuk melarang hal yang bisa menyebabkan resiko keselamatan atau kesehatan. Rambu larangan berupa lingkaran dengan garis luar dan garis diagonal berwarna merah dibarengi dengan lambang hitam diatas warna latar putih.

Rambu Perintah 

Rambu perintah dipakai untuk tunjukkan perintah yang bisa menghapus atau kurangi resiko pada keselamatan dan kesehatan kerja. Rambu perintah berupa lingkaran dengan latar belakang biru dan lambang berwarna putih

Rambu Tanggap Darurat

Rambu tanggap darurat dipakai untuk tunjukkan sarana, perbuatan maupun perlengkapan yang bisa menyelamatkan pekerja dalam keadaan kritis darurat. Rambu tanggap darurat berupa sisi empat dengan warna latar hijau dan lambang berwarna putih

Rambu Tanggap Kebakaran

Rambu tanggap kebakaran dipakai untuk tunjukkan sarana berkaitan dengan tanggap kebakaran. Rambu tanggap kebakaran berupa sisi empat dengan warna latar merah dan lambang berwarna putih yang dibarengi gambar api berwarna putih di segi kanan rambu.

Bagaimana Jenis dan Cara Penggunaan Alat Pelindung Diri yang Benar

Image result for Alat Pelindung Diri yang Benar

Alat pelindung diri (APD) sangat disarankan untuk setiap karyawan dalam sebuah perusahaan terlebih bila tempat bekerja sangat rawan untuk terjadinya kecelakaan dari resiko cedera ditempat kerja yg tidak terduga seperti pertambangan dsb. Diluar itu Ini akan bermanfaat untuk karyawan dan perwakilan mereka.

Entrepreneur memiliki pekerjaan mengenai penyediaan dan pemakaian alat pelindung diri (APD) ditempat kerja dan menerangkan apa yang perlu Kamu kerjakan untuk penuhi kriteria dari APD pada Ketentuan Kerja 1992.

Pengertian APD

Alat Pelindung Diri (APD) adalah arti lain dari Personal protective equipment-PPE yaitu perlengkapan yang akan membuat perlindungan pemakai pada resiko kesehatan atau keselamatan ditempat kerja. Hal semacam ini dapat meliputi item seperti helm pengaman dan helm, sarung tangan, pelindung mata, baju visibilitas tinggi, sepatu pengaman dan peralatan keselamatan.

Mendengar perlindungan dan alat pelindung pernapasan yang disiapkan untuk umumnya kondisi kerja tidak tercakup oleh ketentuan ini karena ada ketentuan yang lebih khusus yang lain yang berlaku buat mereka. Tetapi, item ini harus cocok dengan PPE lain yang disiapkan.

Undang-Undang Ketenagakerjaan th. 1989 memberi pengecualian untuk mengenakannya saat bekerja di tempat konstruksi dari keperluan untuk memakai pelindung kepala.

Ketentuan yang dibutuhkan

APD harus dipakai sebagai usaha paling akhir. Dimana saja ada resiko pada kesehatan dan keselamatan yg tidak dapat dikontrol dengan cara mencukupi lewat cara lain, Alat Pelindung Diri pada Ketentuan Kerja 1992 memerlukan APD yang perlu diberikan.

Ketentuan yang juga diwajibkan oleh PPE yaitu :

  • Dinilai baik sebelumnya dipakai untuk meyakinkan hal semacam itu sesuai sama tujuan ;
  • Dipelihara dan disimpan dengan benar ;
  • Diperlengkapi dengan panduan mengenai cara memakainya dengan aman ;
  • Dipakai dengan benar oleh karyawan.
  • Bahaya dan type APD/PPE

Mata

  • Bahaya : Kimia atau percikan logam, debu, proyektil, gas dan uap, radiasi.
  • Pilihan : kacamata keselamatan, kacamata, muka – perisai, visor.
  • Catatan : Pastikan pelindung mata memiliki gabungan yang tepat dari efek/debu/splash/logam pelindung mata cair untuk pekerjaan dan pas pemakai benar.

Kepala

  • Bahaya : Efek dari jatuh atau terbang benda, resiko menabrak kepala, belitan rambut.
  • Pilihan : Beragam helm, topi keras dan topi.
  • Catatan : Beberapa helm pengaman memadukan atau dapat diperlengkapi dengan mata yang didesain khusus atau perlindungan pendengaran. Janganlah lupa perlindungan leher, misalnya syal untuk dipakai selama pengelasan. Janganlah pakai perlindungan kepala bila telah rusak – menggantinya.

Pernapasan

  • Bahaya : Debu, uap, gas, kekurangan oksigen atmosfer.
  • Pilihan : Disposable filtering face -piece atau respirator, 1/2 atau full-face respirator, helm airfed, pernafasan.
  • Catatan : Type kanan respirator filter harus dipakai karena semasing efisien untuk hanya kisaran zat terbatas. Di mana ada kekurangan oksigen atau bahaya kehilangan kesadaran karena paparan tingkat tinggi asap yang beresiko, hanya memakai alat bantu pernafasan tidak pernah memakai kartrid penyaringan. Filter hanya memiliki hidup yang terbatas, ketika menukar mereka atau bagian lain, check dengan panduan produsen dan meyakinkan bagian pengganti yang benar dipakai. Bila Kamu memakai alat pelindung pernapasan, lihat publikasi perlengkapan pelindung pernafasan HSE ditempat kerja

Membuat perlindungan badan

  • Bahaya : Suhu berlebihan, cuaca jelek, bahan kimia atau percikan logam, semprotan dari desakan atau kebocoran senjata semprot, efek atau penetrasi, debu yang terkontaminasi, baju yang berlebihan atau belitan baju sendiri.
  • Pilihan : Konvensional atau gunakan overall, jas boiler, baju pelindung khusus, misalnya celemek chain -mail, baju visibilitas tinggi.
  • Catatan : Pilihan bahan termasuk tahan api, anti – statis, surat berantai, kimia kedap air, dan visibilitas tinggi. Janganlah lupa perlindungan lain, seperti memakai keamanan atau jaket.

Kriteria Alat Pelindung diri

  • Baju kerja harus seragam mungkin serta ketidak-nyamanannya harus yang paling minim.
  • Baju kerja harus tidak menyebabkan bahaya lain, misalnya lengan yang terlalu terlepas atau ada kain yang terlepas yang kemungkinan besar termakan mesin.
  • Bahan bajunya harus memiliki derajat resistensi yang cukup untuk panas dan suhu kain sintesis (nilon, dan lain-lain) yang bisa meleleh oleh suhu tinggi semestinya tidak digunakan.
  • Baju kerja harus didesain untuk hindari partikel-partikel panas berkaitan di celana, masuk di kantong atau terselip di lipatan-lipatan baju.
  • Harus memberi perlindungan yang cukup pada bahaya yang dihadapi tenaga kerja/sesuai sama sumber bahaya yang ada.
  • Tidak mudah rusak.
  • Tidak mengganggu kegiatan pengguna.
  • Mudah didapat dipemasaran.
  • Penuhi prasyarat khusus lain.
  • Nyaman digunakan.

Alat-alat pelindung anggota badan

Badan kita terbagi dalam beberapa bagian, semuanya itu harus terlindung diwaktu melakukan pekerjaan. Alat-alat pelindung bagian yaitu sebagai berikut :

  • Alat Pelindung Mata, Mata harus terlindung dari panas, cahaya yang menyilaukan serta dari debu.
  • Kacamata Las Listri
  • Alat Pelindung Kepala, Topi atau helm yaitu alat pelindung kepala apabila bekerja di bagian yang berputar, misalnya bor atau waktu tengah mengelas, hal semacam ini untuk melindungi rambut terlilit oleh putaran bor atau rambut terserang percikan api.

Syarat Helm

  • Tahan bentrokan
  • Meredam kejutan
  • Anti air dan tidak mudah terbakar mudah disesuaikan

Beberapa Type Helm :

  • Kelas A, yakni helmet untuk kepentingan umum
  • Kelas B dipakai pada lingkungan kerja listrik
  • Kelas C helm membuat perlindungan dari panas
  • Kelas D yaitu helmet dengan ketahanan yang kecil pada api

Alat pelindung telinga, Membuat perlindungan telinga dari gemuruhnya mesin yang sangat bising juga penahan bising dari letupan-letupan.

  • Type :
    Type yang dimasukkan dalam lubang telinga (Single-Use earplugs)
  • Type yang tutup semua telinga.

Alat pelindung hidung, Yaitu alat pelindung hidung dari peluang terhisapnya gas-gas beracun.

Respirator beragam type, terdapat juga type :

  • Respirator pemurni udara
  • Respirator yang dikaitkan dengan supplay hawa bersih
  • Respirator yang diperlengkapi dengan supplay oksigen

Alat Pelindung Tangan, Alat ini terbuat dari beragam jenis bahan sesuai dengan kebutuhannya, diantaranya :

  • Sarung tangan kain, dipakai untuk menguatkan pegangan agar tidak meleset.
  • Sarung tangan asbes, dipakai terlebih untuk melindungin tangan pada bahaya panas.
  • Sarung tangan kulit, dipakai membuat perlindungan tangan dari benda tajam ketika mengangkat suatu barang.
  • Sarung tangan karet, dipakai pada saat pekerjaan pelapisan logam, seperti vernikel, vercrhoom dll. Hal semacam ini untuk menghindar tangan dari bahaya pembakaran asam atau kepedasan cairan.

Alat Pelindung Kaki, untuk menghindari tusukan benda tajam atau terbakar oleh zat kimia. Terdapat dua type sepatu safety yakni pengaman yang memiliki bentuk seperti sepatu umum hanya di bagian ujungnya dilapis dengan baja dan sepatu karet dipakai untuk mencapai permukaan yang licin, hingga pekerja tidak terpeleset dan jatuh.

Alat Pelindung Tubuh, Alat ini terbuat dari kulit hingga sangat mungkin baju umum atau tubuh terlepas dari percikan api, terlebih pada saat menempa dan mengelas. Lengan pakaian janganlah digulung, sebab lengan pakaian yang panjang akan membuat perlindungan tangan dari cahaya api.